Orang-orang akan dikumpulkan
dengan siapa yang dicinta
bagai burung-burung terbang bersama
dengan sejenisnya
O,kawan!
Kala kau berdusta:
pendusta akan mengerumini dirimu!
Kala kau berkhianat:
pengkhianat akan datang menjemputmu!
Kala kau mencuri:
maling-maling akan hadir bersamamu!
Kala kau korupsi:
koruptor akan mengkerubuti dirimu!
Kala kau merampok:
perampok setia menguntitmu!
Kala kau mengkritik:
pengkritik akan merubung dirimu!
Kala kau memperkosa:
pemerkosa akan tiba di luar sepengetahuanmu!
Kala kau percaya:
orang-orang beriman akan menemanimu!
Rumah Cinta,
Tampilkan postingan dengan label Kyai Budi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai Budi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 Desember 2011
ujian
Masa-masa ujian adalah tungku perapian
untuk membersihkan perak dari kotoran
O,kawan!
Kau harus menanggung banyak ketidaksenangan:
selagi menepis kotoran!
Bagi gandum dirimu:
ditumbukNya biar kulitnya lepas
dilumatkanNya agar lebih lembut
diadoniNya agar lebih lezat
dipanaskanNya dalam tungku api Cinta
jadilah kau roti persembahanNya!
Bagai padi dirimu:
digilingNya biar jadi beras
dicuciNya agar menjadi bersih
dipanaskanNya dalam tungku api Cinta
jadilah kau nasi suguhanNya!
O,kawan!
Dari lempung kejadianmu
digosokNya dengan berbagai peristiwa:
kau pun menjadi intan permata!
Rabu, 15 Desember 2010
Obat Cinta
Obat Cinta
oleh Kiai Budi pada 15 Desember 2010 jam 11:33
Sedulurku tercinta,cinta itu sebenarnya adalah suatu penyakit,tetapi justru ia menyelamatkan penderitanya dari setiap penyakit--menjadi obat,jadi bila seseorang menderita penyakit cinta maka ia tidak akan pernah mengalami penyakit lain.
Rumi sampai menyatakan:aku telah mati tetapi hidup kembali,aku adalah tangis tetapi kini aku tersenyum,Cinta datang dan mengubahku menjadi keagungan kekal.Bila melihat kenyataan ini bebarti cinta adalah kesehatan rohani,bahkan hakekat kesehatan,dimana para penggila kenikmatan akan membelinya,meskipun dengan mengorbankan seluruh kesenangan dan kenyamanan mereka,sekiranya para penguasa mengetahuinya niscaya mereka akan menghunuskan pedangnya demi meraih cinta itu.
Lagi, Rumi lebih lantang bicara:Sungguh cinta tidak butuh alam.Jika terpikat dengan sang Kekasih dan meniadakan yang lainNya dianggap suatu kegilaan,maka aku adalah pemim[in orang-orang yang gila.Semua penderita sakit pasti berharap sembuh,kecuali penyakit cinta yang justru berharap agar penyakitnya semakin "parah".Mereka suka bila kepedihan dan derita mereka semakin bertambah.Dalam cinta,kedengkian mencair sebagaimana garam dalam air.Cinta abadi adalah tongkat sihir,cinta bisa menyihit hati yang membatu dan kering serta karakter-karakter yang membangkang dan culas,lalu menggiringnya ke arah yang dikehendakiNya.Cinta yang murni akan mengubah musuh bebuyutan menjadi sahabat yang setia dan mengubah kebencian dan permusuhan menjadi kasih dan persahabatan.
Cinta mampu membentuk dua kubu yang saling bertarung dan berperang menjadi satu kesatuan dan satu hati,jika ada anggota tubuh yang merasa sakit maka semuanya juga merasa sakit.Bila kita cermati keadaan yang sedemikian dilematis pada berbagai sudut,maka satu hal yang dilupakan adalah berkurangnya cinta yang tidak ditebar di antara manusia.Cinta di hati ini adalah amanat langit yang bisa mensucikan segala yang kotor,tanah liat itu juga mengandung air tetapi tidak bisa dipakai membasuh ke dua tanganmu.Jangan dikira bahwa sesuatu yang berdebar di dada kita adalah hati.Sungguh hati lebih tinggi daripada langit yang tinggi,seperti hati para Nabi dan orang-orang pilihan.Persamaan antara hati yang mati dan hidup hanya dalam kata [penamaan] dan kemiripan fisikal,keduanya dinamakan hati.Seperti penamaan air yang mengalir pada mata air yang jernih dengan air yang mengalir di sungai,keduanya dinamakan air.Begitu juga air yang bercampur tanah dan lumpur serta air yang ada di rawa-rawa,semuanya dinamakan air.
Namun air yang pertama dapat memuaskan dahaga dan mensucikan pakaian,sedangkan yang kedua tidak dapat digunakan bahkan untuk cuci tangan atau menghilangkan kotoran dari pakaian.Dari sinilah Rumi menyatakan:Kalian jangan tertipu oleh kata "hati"[jantung],hati bukan organ yang berdebar di dadamu tempat berkumpulnya syahwat dan ambisi.Bukanlah hati,sesuatu yang tidak merasakan cinta dan tidak mengenal makna "yakin" serta tidak memiliki kerinduan.......Kawan-kawan,rasakanlah itu,kalau sudah merasakan maka apa pun peraturan dariNya kita taati lalu akan membawa hati dari alam yang sempit ke alam yang lebih luas,dari cinta ke makhluk menjadi cinta kepada Khaliq,dari sini Cinta akan menjadi obat semua penyakit itu.....Reguklah Cinta,wahai kamu: diriku
oleh Kiai Budi pada 15 Desember 2010 jam 11:33
Sedulurku tercinta,cinta itu sebenarnya adalah suatu penyakit,tetapi justru ia menyelamatkan penderitanya dari setiap penyakit--menjadi obat,jadi bila seseorang menderita penyakit cinta maka ia tidak akan pernah mengalami penyakit lain.
Rumi sampai menyatakan:aku telah mati tetapi hidup kembali,aku adalah tangis tetapi kini aku tersenyum,Cinta datang dan mengubahku menjadi keagungan kekal.Bila melihat kenyataan ini bebarti cinta adalah kesehatan rohani,bahkan hakekat kesehatan,dimana para penggila kenikmatan akan membelinya,meskipun dengan mengorbankan seluruh kesenangan dan kenyamanan mereka,sekiranya para penguasa mengetahuinya niscaya mereka akan menghunuskan pedangnya demi meraih cinta itu.
Lagi, Rumi lebih lantang bicara:Sungguh cinta tidak butuh alam.Jika terpikat dengan sang Kekasih dan meniadakan yang lainNya dianggap suatu kegilaan,maka aku adalah pemim[in orang-orang yang gila.Semua penderita sakit pasti berharap sembuh,kecuali penyakit cinta yang justru berharap agar penyakitnya semakin "parah".Mereka suka bila kepedihan dan derita mereka semakin bertambah.Dalam cinta,kedengkian mencair sebagaimana garam dalam air.Cinta abadi adalah tongkat sihir,cinta bisa menyihit hati yang membatu dan kering serta karakter-karakter yang membangkang dan culas,lalu menggiringnya ke arah yang dikehendakiNya.Cinta yang murni akan mengubah musuh bebuyutan menjadi sahabat yang setia dan mengubah kebencian dan permusuhan menjadi kasih dan persahabatan.
Cinta mampu membentuk dua kubu yang saling bertarung dan berperang menjadi satu kesatuan dan satu hati,jika ada anggota tubuh yang merasa sakit maka semuanya juga merasa sakit.Bila kita cermati keadaan yang sedemikian dilematis pada berbagai sudut,maka satu hal yang dilupakan adalah berkurangnya cinta yang tidak ditebar di antara manusia.Cinta di hati ini adalah amanat langit yang bisa mensucikan segala yang kotor,tanah liat itu juga mengandung air tetapi tidak bisa dipakai membasuh ke dua tanganmu.Jangan dikira bahwa sesuatu yang berdebar di dada kita adalah hati.Sungguh hati lebih tinggi daripada langit yang tinggi,seperti hati para Nabi dan orang-orang pilihan.Persamaan antara hati yang mati dan hidup hanya dalam kata [penamaan] dan kemiripan fisikal,keduanya dinamakan hati.Seperti penamaan air yang mengalir pada mata air yang jernih dengan air yang mengalir di sungai,keduanya dinamakan air.Begitu juga air yang bercampur tanah dan lumpur serta air yang ada di rawa-rawa,semuanya dinamakan air.
Namun air yang pertama dapat memuaskan dahaga dan mensucikan pakaian,sedangkan yang kedua tidak dapat digunakan bahkan untuk cuci tangan atau menghilangkan kotoran dari pakaian.Dari sinilah Rumi menyatakan:Kalian jangan tertipu oleh kata "hati"[jantung],hati bukan organ yang berdebar di dadamu tempat berkumpulnya syahwat dan ambisi.Bukanlah hati,sesuatu yang tidak merasakan cinta dan tidak mengenal makna "yakin" serta tidak memiliki kerinduan.......Kawan-kawan,rasakanlah itu,kalau sudah merasakan maka apa pun peraturan dariNya kita taati lalu akan membawa hati dari alam yang sempit ke alam yang lebih luas,dari cinta ke makhluk menjadi cinta kepada Khaliq,dari sini Cinta akan menjadi obat semua penyakit itu.....Reguklah Cinta,wahai kamu: diriku
Selasa, 30 November 2010
Cahaya Cinta
oleh Kiai Budi pada 28 November 2010 jam 20:46
Sedulurku tercinta,mungkin orang banyak yang jenuh lalu bosan dan apatis terhadap sejarah yang carut marut,dimana wajah anggun peradaban seolah lenyap dan tinggal kenangan.
Kekerasan demi kekerasan menghiasi bumi,negara,keluarga dan diri sendiri,sehingga kesantunan hidup musnah dan nampaklah wajah beringas sebagai letupan kemarahan--mudah tersentil.
Seolah keadaan ini mengotori kehidupan secara luas,tetapi tidak bagiku,kehidupan yang dicipta dengan cintaNya ini akan selalu memilki harmoni,sementara kotoran itu akan dikembalikan kepada siapa yang mengotorinya.
Aku mendengar banyak orang yang gelisah dan tidak tenteram,aku mendengar keluarga yang terkoyak,aku mendengar kampung yang bentrok gara-gara pesoalan yang tidak jelas jluntrungnya,aku mendengar antar desa saling perang,aku mendengar antar wilayah porak poranda karena permusuhan,aku mendengar antar negara bersitegang karena perang berbagai kepentingan,aku mendengar,aku mendengar,aku mendengar.
Agama yang notabene menentramkan manusia ternyata diperalat juga untuk membenarkan konflik itu sehingga keadaan menjadi tambah tak terkendali,semua berujung kepada tragedi kemanusiaan: terkoyaknya jiwa-jiwa dan raga-raga.Ada sebuah syair yang mengatakan: aku heran ada orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk,tetapi aku lebih heran lagi ada orang yang membeli dunia dengan agama,yang lebih mengherankan lagi dari keduanya adalah orang yang menjual agamanya dengan dunia,yang lain adalah orang yang menghutangkan agama itu--inilah yang lebih mengherankan lagi.Dalam kaitan ini Rumi menyatakan:pertengkaran orang dewasa itu sama tidak berartinya dengan pertengkaran dunia kanak-kanak.Bahkan beliau menyatakan juga bahwa induk dari segala berhala adalah apa yang disebut:aku atau kami.Adalagi syair Jawa yang menyatakan bahwa b anyak orang yang tahu tentang dalil-dalil tetapi suka mengkafirkan pihak lain,sementara kafirnya diri sendiri tidak sempat digubris,kafirnya diri sendiri ini bentuknya adalah kotornya hati dan akalnya itu.
Bukankah dalam realitas sosial sering terdengar: aku harus menang dan harus kuasa,hal ini menjadi ruh terjadinya konflik berkepanjangan,rumit dan jlimet itu.Bukankah dalam banyak kasus bentrok itu bagian dari pertentangan yang saling mencari klaim: kami harus menang dan harus kuasa,hal ini menjadi pembangkit peperangan yang tidak lucu itu.Dimanakah "kita" dalam pengertian kebersamaan itu?Kita dalam komitmen sama-sama makhluk Sang Khalik,yang harus saling mengenal anatar pribadi,suku dan bangsa itu.Kita dalam pengertian sebagai keluarga Tuhan semua,sebagaimana firmanNya itu: semua makhluk adalah keluargaKu.Ternyata aku lihat semua bentrok itu berada dalam lapisan buih--kalau diibaratkan samodra,dan buih itu semua berada di pinggir-pinggir pantai,di manapun--kata Rumi--kalau di pinggir pantai yang akan ditemukan adalah penjajah demi penjajah-- yang hanya berbicara kuasa bukan cinta.
Dalam sunyi di kedalaman semesta ternyata masih aku temukan butiran mutiara-mutiara yang tak terhingga banyaknya,dari sinilah aku selalu yakin terhadap cinta itu selalu ada dan abadi.
Dan buih yang terapung itu ternyata akan lenyap lalu menjadi butiran-butiran pasir di pinggir pantai yang indah juga--di tanganNya.Cinta akan mensucikan segala yang najis,cinta akan mendekatkan segala yang jauh,cinta akan medamaikan segala yang konflik,cinta akan mewangikan segala yang busuk,cinta akan meringankan segala yang berat,cinta akan menyembuhkan segala yang sakit,cinta akan memaafkan segala yang salah,cinta akan meng-emaskan segala yang tembaga,cinta akan menyambung segala yang putus,cinta akan memudahkan segala yang sulit,cinta akan memaniskan segala yang pahit,cinta akan menggembirakan segala yang menyusahkan,cinta akan mensenyumkan segala tangisan,cinta akan mensahayakan segala raja,cinta akan,cinta akan,cinta akan......
Kawan-kawan,sudah saatnya segala bentuk kekerasan dan pertentangan harus dihentikan,lebih-lebih kekerasan bernuansa agama dengan cahaya Cinta,di tengah puing peradaban jangan putus asa karena selalu ada cahaya,di tengah porandanya sejarah jangan putus harapan karena selalu ada harapan itu sendiri,abadi...
Sedulurku tercinta,mungkin orang banyak yang jenuh lalu bosan dan apatis terhadap sejarah yang carut marut,dimana wajah anggun peradaban seolah lenyap dan tinggal kenangan.
Kekerasan demi kekerasan menghiasi bumi,negara,keluarga dan diri sendiri,sehingga kesantunan hidup musnah dan nampaklah wajah beringas sebagai letupan kemarahan--mudah tersentil.
Seolah keadaan ini mengotori kehidupan secara luas,tetapi tidak bagiku,kehidupan yang dicipta dengan cintaNya ini akan selalu memilki harmoni,sementara kotoran itu akan dikembalikan kepada siapa yang mengotorinya.
Aku mendengar banyak orang yang gelisah dan tidak tenteram,aku mendengar keluarga yang terkoyak,aku mendengar kampung yang bentrok gara-gara pesoalan yang tidak jelas jluntrungnya,aku mendengar antar desa saling perang,aku mendengar antar wilayah porak poranda karena permusuhan,aku mendengar antar negara bersitegang karena perang berbagai kepentingan,aku mendengar,aku mendengar,aku mendengar.
Agama yang notabene menentramkan manusia ternyata diperalat juga untuk membenarkan konflik itu sehingga keadaan menjadi tambah tak terkendali,semua berujung kepada tragedi kemanusiaan: terkoyaknya jiwa-jiwa dan raga-raga.Ada sebuah syair yang mengatakan: aku heran ada orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk,tetapi aku lebih heran lagi ada orang yang membeli dunia dengan agama,yang lebih mengherankan lagi dari keduanya adalah orang yang menjual agamanya dengan dunia,yang lain adalah orang yang menghutangkan agama itu--inilah yang lebih mengherankan lagi.Dalam kaitan ini Rumi menyatakan:pertengkaran orang dewasa itu sama tidak berartinya dengan pertengkaran dunia kanak-kanak.Bahkan beliau menyatakan juga bahwa induk dari segala berhala adalah apa yang disebut:aku atau kami.Adalagi syair Jawa yang menyatakan bahwa b anyak orang yang tahu tentang dalil-dalil tetapi suka mengkafirkan pihak lain,sementara kafirnya diri sendiri tidak sempat digubris,kafirnya diri sendiri ini bentuknya adalah kotornya hati dan akalnya itu.
Bukankah dalam realitas sosial sering terdengar: aku harus menang dan harus kuasa,hal ini menjadi ruh terjadinya konflik berkepanjangan,rumit dan jlimet itu.Bukankah dalam banyak kasus bentrok itu bagian dari pertentangan yang saling mencari klaim: kami harus menang dan harus kuasa,hal ini menjadi pembangkit peperangan yang tidak lucu itu.Dimanakah "kita" dalam pengertian kebersamaan itu?Kita dalam komitmen sama-sama makhluk Sang Khalik,yang harus saling mengenal anatar pribadi,suku dan bangsa itu.Kita dalam pengertian sebagai keluarga Tuhan semua,sebagaimana firmanNya itu: semua makhluk adalah keluargaKu.Ternyata aku lihat semua bentrok itu berada dalam lapisan buih--kalau diibaratkan samodra,dan buih itu semua berada di pinggir-pinggir pantai,di manapun--kata Rumi--kalau di pinggir pantai yang akan ditemukan adalah penjajah demi penjajah-- yang hanya berbicara kuasa bukan cinta.
Dalam sunyi di kedalaman semesta ternyata masih aku temukan butiran mutiara-mutiara yang tak terhingga banyaknya,dari sinilah aku selalu yakin terhadap cinta itu selalu ada dan abadi.
Dan buih yang terapung itu ternyata akan lenyap lalu menjadi butiran-butiran pasir di pinggir pantai yang indah juga--di tanganNya.Cinta akan mensucikan segala yang najis,cinta akan mendekatkan segala yang jauh,cinta akan medamaikan segala yang konflik,cinta akan mewangikan segala yang busuk,cinta akan meringankan segala yang berat,cinta akan menyembuhkan segala yang sakit,cinta akan memaafkan segala yang salah,cinta akan meng-emaskan segala yang tembaga,cinta akan menyambung segala yang putus,cinta akan memudahkan segala yang sulit,cinta akan memaniskan segala yang pahit,cinta akan menggembirakan segala yang menyusahkan,cinta akan mensenyumkan segala tangisan,cinta akan mensahayakan segala raja,cinta akan,cinta akan,cinta akan......
Kawan-kawan,sudah saatnya segala bentuk kekerasan dan pertentangan harus dihentikan,lebih-lebih kekerasan bernuansa agama dengan cahaya Cinta,di tengah puing peradaban jangan putus asa karena selalu ada cahaya,di tengah porandanya sejarah jangan putus harapan karena selalu ada harapan itu sendiri,abadi...
Jumat, 22 Oktober 2010
sambal cinta
Sedulurku tercinta,aku sering kedatangan seorang suami yang mengeluhkan istrinya,
sampai ada yang stres karena ketidak kuatan atas kemegahan istrinya dari sisi "ngomel"nya itu.
Selalu aku sarankan: jangan bercerai,
karena cerai itu perkara hahal yang dibenci oleh Allah itu.
Lalu aku kisahkan tentang singa padang pasir Sayyidina Umar,
dimana beliau walau punya kuasa sebagai khalifah dan suami,tetapi tetep rendah hati dengan fakta:
beliau selalu kuat mendengar istrinya yang super ngomel itu.
Aku tidak kaget kekuatan beliau ini karena pancaran cintanya Kanjeng Nabi saw membungkus diri beliau sehingga merelakan semua kejadian menggores pada dirinya.
Akupun bilang kepada para suami itu,seburuk apapun ocean burung-burung,semua adalah kreasi Allah yang sangat Indah.
Seorang istri adalah amanah dari Allah,apalagi yang sering aku sebut bahwa wanita adalah bayang-bayangNya,
dengan kesaksian: dari rahim wanitalah manusia sejagat ini lahir,sehinga siapapun lelaki yang meremeh-remehkan wanita maka ia akan menemukan kesulitan dalam proses menatap jamaliyahNya.
Dalam kehidupan sudah pada galibnya,suka duka,pahit manis,berat ringan,jauh dekat,sehat sakit dan seterusnya itu,termasuk dalam kehidupan rumah tangga.
Kalau boleh di andaikan dunia ini adalah sebuah gunung,siapapun yang berteriak buruk,maka keburukan itu akan mengenai diri yang berteriak itu,demikian juga manakala teriakannya merdu maka kemerduan itu akan kembali ke diri mereka juga.
Orang mengira kehidupanku ini serba berkecukupan,ke sana ke mari diundang orang,ada uang ada makan enak melulu,tetapi kehidupan selalu punya kesamaan-kesamaannya,terutama diomeli istri itu,bahkan banyak suami yang gagah di kantornya tetapi habis riwayat manakala masuk rumahnya,seperti Sayyidina Umar itu.
Banyak juga Kiai yang bagai singa podium saat di pengajian,namun punya nasib yang mengenaskan di depan Bu Nyai itu.Bukan Kiai tak bisa melawan,tetapi ittiba' kepada Sayyidina Ali itu,rata-rata mengalah,mengalah,mengalah,mengalah dan mengalah.
Mengalah itu aslinya meng-Allah,dimana goresan hidup selalu diprasangkai sebagai kado temanten dariNya,dimana kala dibuka isinya ternyata sekuntum bunga teratai yang bermahkotakan seribu bunga,
artinya setiap ketidaksukaan suasana hati itu dipahami pasti ada hikmah agung dibaliknya,pasti itu.
Apalagi seperti aku ini banyak kelemahan dan kesalahan,dimana: hidupnya tidak pomah[selalu melayani panggilan pengajian--punten--tanpa transaksi],melek malam sudah pasti [maaf,sampai jarang kumpul malam,hehe],uang di mataku aku pandang uang manakala aku sedekahkan,kalau tidak aku merasa hanya menumpuk kertas,aku biasanya tak mau menunda besok pagi,dengan asumsi: iya kalau umurku nanti sampai besok pagi itu,belum kesalahan dan kelemahan yang lainnya.
Maka,aku merelakan andai istriku marah atau ngomel seperti yang dialami oleh para suami yang berkonsultasi itu,tetapi nasib itu tidak selamanya,bahkan aku pahami sebagai derita yang melahirkan keterjagaan hatiku.Pernah pada suatu ketika,istriku muring2[ngomel melulu] dengan arkresta komentar,
tetapi aku dengar dengan keta'dziman sebagai suami,ternyata ngomong itu juga tidak lama,paling hanya beberapa jam dan setelah itu diam.
Ketika diam itulah aku dekati dengan tingkat kemesraan : masih adakah stok untuk dilanjutkan? Ternyata istriku bilang seperti nada bergurau: sebentar Mas,aku mau mengarang kata-katanya dulu! Meledaklah tawa dan senyumku padanya,dan kalau masih aku minta untuk dilanjutkan sepuasnya[sak lempohe,Jw].Setelah kejadian itu sampai sekarang istriku tak pernah ngomel,paling banter hanya senyum padaku,ya senyum: dia pandang aku tanpa komentar itu.
Malah sampai pernah kejadian,dimana uang sepeserpun nggak ada,aku bangun pagi dalam keadaan lapar banget,maka istriku[dengan senyum] menyuguhkan sepiring nasi dengan sambal bawang[lombok,garam,bawang],maka dalam benakku tidak ada bibit marah,tetapi mengharu biru,dimana aku pahami cara ini dia menasehatiku dalam bahasa sunyi: biar aku menerti sendiri! Akupun memandang suguhan itu sebagai suguhan yang terindah dalam hidupku,aku tidak mau meremehkan sentuhan lembut darinya walau sebiji nasi,karena sebiji nasi pun sampai dimulutku ini berkat sentuhan jutaan tangan manusia sampai dibibirku,lombok itu pun sentuhan lembut tanganNya,apalagi bawang itu kreasi Allah yang sangat indah dan penyedap yang lezat.
Seketika aku menyongsong suguhan itu dengan hasrat yang menyala,aku makan dengan lahap dan rasa syukur yang tiada terkira,aku syukuri suguhan itu sampai aku meneteskan airmata,aku menangis bahagia,aku menangis bahagia!Ternyata istriku memandang aku makan dengan penuh nyala hati ini pun menangis,dan ketika aku tanya kenapa dia menangis,dia menjawab: aku takut engkau marah dengan lauk sambal ini,ternyata prasangkaku salah,engkau makan dengan semangat melebihi lauk yang mahal sekalipun.
Pagi itu aku makan dengan kuah airmata kesyukuran......Kawan-kawan,sampaikan salam kepada istrimu semua,derita dan nestapa jangan sampai menjadikan mahligai rumah tanggamu retak,justru derita dan duka melahirkan perekat dan keterjagaan hati akan ingat karunia-karuniaNya ini,hatimu dan hati istrimu yang lembut akan melahirkan anak-anakmu yang berhati lembut: dimana di dadanya Tuhan bermahkota,dan anak-anakmu itu menjelma menjadi Cinta,hatimu akan bernyanyi pada anak-anakmu,amin ya Allah,amin ya Allah,amin ya Allah,amin......
sampai ada yang stres karena ketidak kuatan atas kemegahan istrinya dari sisi "ngomel"nya itu.
Selalu aku sarankan: jangan bercerai,
karena cerai itu perkara hahal yang dibenci oleh Allah itu.
Lalu aku kisahkan tentang singa padang pasir Sayyidina Umar,
dimana beliau walau punya kuasa sebagai khalifah dan suami,tetapi tetep rendah hati dengan fakta:
beliau selalu kuat mendengar istrinya yang super ngomel itu.
Aku tidak kaget kekuatan beliau ini karena pancaran cintanya Kanjeng Nabi saw membungkus diri beliau sehingga merelakan semua kejadian menggores pada dirinya.
Akupun bilang kepada para suami itu,seburuk apapun ocean burung-burung,semua adalah kreasi Allah yang sangat Indah.
Seorang istri adalah amanah dari Allah,apalagi yang sering aku sebut bahwa wanita adalah bayang-bayangNya,
dengan kesaksian: dari rahim wanitalah manusia sejagat ini lahir,sehinga siapapun lelaki yang meremeh-remehkan wanita maka ia akan menemukan kesulitan dalam proses menatap jamaliyahNya.
Dalam kehidupan sudah pada galibnya,suka duka,pahit manis,berat ringan,jauh dekat,sehat sakit dan seterusnya itu,termasuk dalam kehidupan rumah tangga.
Kalau boleh di andaikan dunia ini adalah sebuah gunung,siapapun yang berteriak buruk,maka keburukan itu akan mengenai diri yang berteriak itu,demikian juga manakala teriakannya merdu maka kemerduan itu akan kembali ke diri mereka juga.
Orang mengira kehidupanku ini serba berkecukupan,ke sana ke mari diundang orang,ada uang ada makan enak melulu,tetapi kehidupan selalu punya kesamaan-kesamaannya,terutama diomeli istri itu,bahkan banyak suami yang gagah di kantornya tetapi habis riwayat manakala masuk rumahnya,seperti Sayyidina Umar itu.
Banyak juga Kiai yang bagai singa podium saat di pengajian,namun punya nasib yang mengenaskan di depan Bu Nyai itu.Bukan Kiai tak bisa melawan,tetapi ittiba' kepada Sayyidina Ali itu,rata-rata mengalah,mengalah,mengalah,mengalah dan mengalah.
Mengalah itu aslinya meng-Allah,dimana goresan hidup selalu diprasangkai sebagai kado temanten dariNya,dimana kala dibuka isinya ternyata sekuntum bunga teratai yang bermahkotakan seribu bunga,
artinya setiap ketidaksukaan suasana hati itu dipahami pasti ada hikmah agung dibaliknya,pasti itu.
Apalagi seperti aku ini banyak kelemahan dan kesalahan,dimana: hidupnya tidak pomah[selalu melayani panggilan pengajian--punten--tanpa transaksi],melek malam sudah pasti [maaf,sampai jarang kumpul malam,hehe],uang di mataku aku pandang uang manakala aku sedekahkan,kalau tidak aku merasa hanya menumpuk kertas,aku biasanya tak mau menunda besok pagi,dengan asumsi: iya kalau umurku nanti sampai besok pagi itu,belum kesalahan dan kelemahan yang lainnya.
Maka,aku merelakan andai istriku marah atau ngomel seperti yang dialami oleh para suami yang berkonsultasi itu,tetapi nasib itu tidak selamanya,bahkan aku pahami sebagai derita yang melahirkan keterjagaan hatiku.Pernah pada suatu ketika,istriku muring2[ngomel melulu] dengan arkresta komentar,
tetapi aku dengar dengan keta'dziman sebagai suami,ternyata ngomong itu juga tidak lama,paling hanya beberapa jam dan setelah itu diam.
Ketika diam itulah aku dekati dengan tingkat kemesraan : masih adakah stok untuk dilanjutkan? Ternyata istriku bilang seperti nada bergurau: sebentar Mas,aku mau mengarang kata-katanya dulu! Meledaklah tawa dan senyumku padanya,dan kalau masih aku minta untuk dilanjutkan sepuasnya[sak lempohe,Jw].Setelah kejadian itu sampai sekarang istriku tak pernah ngomel,paling banter hanya senyum padaku,ya senyum: dia pandang aku tanpa komentar itu.
Malah sampai pernah kejadian,dimana uang sepeserpun nggak ada,aku bangun pagi dalam keadaan lapar banget,maka istriku[dengan senyum] menyuguhkan sepiring nasi dengan sambal bawang[lombok,garam,bawang],maka dalam benakku tidak ada bibit marah,tetapi mengharu biru,dimana aku pahami cara ini dia menasehatiku dalam bahasa sunyi: biar aku menerti sendiri! Akupun memandang suguhan itu sebagai suguhan yang terindah dalam hidupku,aku tidak mau meremehkan sentuhan lembut darinya walau sebiji nasi,karena sebiji nasi pun sampai dimulutku ini berkat sentuhan jutaan tangan manusia sampai dibibirku,lombok itu pun sentuhan lembut tanganNya,apalagi bawang itu kreasi Allah yang sangat indah dan penyedap yang lezat.
Seketika aku menyongsong suguhan itu dengan hasrat yang menyala,aku makan dengan lahap dan rasa syukur yang tiada terkira,aku syukuri suguhan itu sampai aku meneteskan airmata,aku menangis bahagia,aku menangis bahagia!Ternyata istriku memandang aku makan dengan penuh nyala hati ini pun menangis,dan ketika aku tanya kenapa dia menangis,dia menjawab: aku takut engkau marah dengan lauk sambal ini,ternyata prasangkaku salah,engkau makan dengan semangat melebihi lauk yang mahal sekalipun.
Pagi itu aku makan dengan kuah airmata kesyukuran......Kawan-kawan,sampaikan salam kepada istrimu semua,derita dan nestapa jangan sampai menjadikan mahligai rumah tanggamu retak,justru derita dan duka melahirkan perekat dan keterjagaan hati akan ingat karunia-karuniaNya ini,hatimu dan hati istrimu yang lembut akan melahirkan anak-anakmu yang berhati lembut: dimana di dadanya Tuhan bermahkota,dan anak-anakmu itu menjelma menjadi Cinta,hatimu akan bernyanyi pada anak-anakmu,amin ya Allah,amin ya Allah,amin ya Allah,amin......
Rabu, 22 September 2010
All About Love
(Small)(World).jpg)
....Jalan Cinta itu menunjukkan jalan menuju persatuan,rindu,dan pelayanan kepada seluruh manusia tanpa memandang ras,agama,dan warna kulit.Tak ada yang dicintai kecuali Dia,karena tak mungkin mencintai makhluk tanpa memikirkan Ketuhanan dalam makhluk itu...Demikianlah Cinta....
dalam perjalanan ini kita sebaiknya membangun paseduluran abadi,karena dari situlah kita akan memperoleh kebaikan2..bukankah sayang yang di bumi yang dilangit turun sayangnya itu...amin2..
karena ranah Cinta itu ranah kesaksian bukan pengetahuan,maka diri harus dibenturkan pada aspek pelayanan sampai pada ketidaktahuan siapa diri ini,dalam kefanaan inilah Dia menjenguk kita...
tak ada kesepakatan dalam pengajaran cinta,Cinta tak akan diperoleh sekedar dari kelas dan podium,ia kita temukan dalam gosokan dab gesekan peristiwa,,,andai kita debu relakan digosok dengan peristiwa,baru akan mewujud intan permata itu..Dialah penggosok itu,kitalah yang pasrah itu,Dia pemahatnya,kitalah patungnya itu
tidak bisa Cinta tanpa iman,,karena pengenalannya itu dari Dia,lihatlah mana yang di semesta ini tak mengabarkan tentang Dia,walau itu misteri tapi Nyata,dalam pandangan matahati ini..bagi yang menemukan,ia kan merasakan pesonanya,bagi yang tak menemukan ia tak akan menyaksikan pesona itu...tapi lumayan bisa menikmati kurniaNya ini,lumayan..hehehe kan ada yang mandeg di kurnia,tak menjangkau yang mengulurkannya,makanya andai di surga segala ada,tapi hati tak rindu Dia yang mencipta surga,maka hati akan mati...itu!
agar kau bisa menikmati keabadian Cinta,buanglah selubung pamrih yang ditampilkannya,karena--walau kecil--ia bisa menjadi gerhana total di hatimu,terhadap matahari itu..ucapkan selamat tinggal dunia...
,,disinilah aku selalu menolak menerangkan Cinta,,karena ia Misteri itu,nyata dalam wujud rububiyahNya: mencipta,menyediakan sarana,menyempurnakannya bila da yang kotor atau rusak.Semua bersumber dariNya,nama dan benda menjadi tabir,Dialah yang dalam setiap kecintaan makhluk memanifestasi dalam pandangan setiap pecinta,dan tak ada yang dicintai selain Dia,,walau terseok dalam tabir semesta ini,karena tak mungkin mencintai makhluk tanpa memikirkan dibaliknya itu,,,
pahit atau manis yang datang dari "Sahabat" aku trima sebagai kado yang isinya indah,senada aku memberi segenap hati,itu terlepas paham atau tidak,kalau faham itu aku pahami kecedasan penerima,kalau idak paham,itulah kebodohanlu,yang gagal mengungkap sebuah pesona dengan bahasa
tirsisakah Cinta di hati kita,bagi mereka yang selama ini kita pandang memusuhi Islam itu,kafir itu,musyrik itu,bid'ah itu,dengan segala atribut Iblisnya itu,sementara kita tidak menyadari bahwa kita sendirilah musuh Islam itu,kita sendirilah yang Iblis itu dengan memuja Islam sendiri sebagai berhala-berhala,Allah tak kita kenal,dan selalu kita paksa hadir sesuai dengan nafsu kita sendiri,ah
menebar kebaikan seluas-liuasnya itu,sampai pada tataran: berusaha bebas dari hasrat kemanusiaan untuk naik ke tahap lebih tinggi dari posisi malaikat,kegagalam agama2 besar dunia ialah karena digagas untuk sekedar memproleh syurga dan bebas dari neraka itu,padahal kalau soal api yang membakar bisa terasa adem cencem oleh Cinta Ibrahim itu,apalagi neraka,kalau sudah kehendak Dia,bagi pecinta adalah kebahagiaan itu.
kesalehan tanpa setan adalah sebuah kekosongan hidup itu,ketika berada ditengah kesalahan,kita tetap pada kesalehan itulah baru bisa kita rasakan makna kebaikan itu.Kebaikan adalah hasil dari pergumulan ditengah ketidakbaikan itu
tidak salah Kang,tetapi nanti ada pekerjaan lagi,bertarung dengan diri kita sendiri,sebaiknya benturkan diri dalam kemabukan pelayanan itu,sampai kita nggak tahu lagi : siapa aku ini...fanalah dia..Lalu Dia berbicara melalui hamba( yang disebut khalifah di bumi) dengan berbagai bentuk
soal yang kau sebut derita ini menjadi manis karena yang dipandang adalah Sang Khaliq itu,kan
cinta kan ada dua pesona: keintiman bertemu dan keterpisahan yang menghasilkan nyeri rindu itu..hilangkan mangkel..
Sepanjang sejarah,cinta tak akan habis di bahas karena ia sebuah Misteri yang abadi...bukan salah cinta,tetapi salah diri yang tak memahami dan merasakan kehangantannya..hmmmm...percayalah Kanh,kau tak sendiri: you are not aalone..
andai cinta itu tercurah kepada karunia ini,setinggi surga, itu bagian dari tanda cinta yang menjadi tongkat penuntun menuju cinta kepada yang membikin kurnia itu,cinta tak bisa sempurna dengan diterangkan dan kdiketahui,namun cinta harus butuh kesaksian dalam benturan atau goresan hidup,cinta bagi yang merasakan tak bisa menerangkan bagi yang tak bisa merasakan maka ia tak akan melkihat pesona cinta itu,inilah makna bahwa cinta itu misteri..
Senin, 20 September 2010
semesta ini adalah Kesatuan

mozaik semesta ini adalah Kesatuan,
maka lihatlah ajaran2 agama,
dan agama2 ini adalah jemari Dia yang menyeka dan menarik kekasihNya untuk merajut
hubungan asih asuh itu dengan rule of low Nya itu,jadinya seluruh semsta adalah
hidangan pesta pora: bagai pesta pengantin itu
satu dengan yang lain saling melayani: kalo ada duri singkirkan,
ketemu lemparkan senyum,yang sakit dijenguk,
yang mati dilayati,yang mengundang didatangi,
yang bura kasih tongkat,yang bersin doain,yang kngen disilaturahmi-i,
yang yatim santuni,yang miskin dibantu,
yang sedih dinasehati,yang buta kasih tongkat,
yang kehujanan kasih payung,yang haus sediakan minum,
yang lapar kasih makan,yang salah dimaafkan,yang memutus disambung,
yang bakhir dipunjung,yang,yang,yang...hehehe indah yahh ...
Sesulut Cinta

Sesulut Cinta,telah membakar gelora,
debu menjadi mutiara,duri terasa roti,
debu menjadi matahari,budak menjadi penghuni singgasanaNya,
seteguk air buat anjing mengantarkan ampunan dan surga,
sebiji kura bisa merubah catatan neraka menjadi surga,
jauh jadi dekat,berat jadi ringan,najis bisa disucikan,
bid'ah bisa menjadi kidung cinta,
dan ketika kita merokok,maknanya: kita hisab yang baik kita sebulkan yang sia2 dalam dunia rasa itu.....
Langganan:
Postingan (Atom)