Sultan al-Awliya
Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani
29 October 2010 Lefke, Cyprus
As-salaamu `alaykum `ibaadAllah. (Mawlana Syekh berdiri) Ash-shalaat wa 's-salaaam `alaa Sayyidina Muhammad wa `alaa aalihi wa shahbihi wa sallam wa `ala jamii`i 'l-anbiya wa 'l-mursaliin wa man tabi`ahum bi-ihsaanin ila yawmi 'd-diin. (Mawlana Syekh duduk).
Wahai manusia! Hamdanlillah. Wahai para hadirin! Kita berikan takzim tertinggi kita kepada Tuhan kita, Allah (swt), dan salam dan takzim kepada deputi-Nya yang tercinta, Sayyidi 'l-Awwaliin wa ’l-Akhiriin, Sayyidina Muhammad (s)! (Mawlana Syekh berdiri dan duduk) Segala sesuatu harus berada di bawah judul Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim. Kita ucapkan, Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim, dan a`uudzu billahi min asy-Syaythaani 'r-rajiim.
Wahai manusia! Berlarilah dari Setan! Ini adalah hari terbaik, Jumat, di dunia dan akhirat. Jika kalian ingin memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat, hormatilah hari Jumat.
Wahai manusia! Saya adalah orang yang lemah. Sekarang saya datang ke sini untuk Salat Jumat, alhamdulillah. Saya melihat bahwa orang-orang menghadiri Jumat dan kemudian berzikir. Saya hanya akan memberikan nasihat yang pendek hari ini sebagaimana yang mereka kirimkan kepada saya. Pertama-tama, saya duduk di sini dan dua kata telah diberikan kepada saya. SubhaanAllah, seluruh dunia kini berada di bawah tekanan, di antara orang-orang dan di antara satu-sama lainnya. Dan dari langit, ada atharu ghadab, tanda-tanda kemurkaan dari Tuhan Surgawi.
Wahai manusia! Bagaimana kita bisa selamat? Saya hanya duduk di sini dan ada (inspirasi Ilahi) yang masuk ke dalam kalbu saya untuk mengatakan hal ini dengan sangat mudah. Itu adalah sebuah hadiits an-nabawiyyatu 'sy-syariifa, dan semua Anak Adam harus mendengar karena setiap orang berada di bahwa kondisi yang sangat berat dan berada dalam tekanan yang berat! Gunung berapi dan angin topan menimpa mereka, dan jangan pikir bahwa angin topan itu hanya melanda Amerika. Segala sesuatu akan terjadi berdasarkan perintah surgawi, "Pergi ke sana dan singkirkan mereka!" Sekarang orang-orang sedang gemetar, mengapa? Mungkin akan terjadi gempa bumi, tak ada yang tahu apakah akan terjadi banjir yang akan menghanyutkan segalanya. Mungkin akan ada badai yang lebih besar dan lebih dahsyat, datang dan memusnahkan segala sesuatu. Kini orang juga takut di mana-mana ada gunung berapi. Jika orang berada dalam ketakutan mendalam terhadap bom nuklir, apa itu? Itu adalah mainan untuk anak-anak (dibandingkan dengan apa yang Allah (swt) dapat kirimkan kepada mereka)! (Mawlana Syekh tertawa) Badai dapat mendatangi reaktor nuklir dan memusnahkan mereka. SubhaanAllah. Allah! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Hasbun Allah, RabbunAllah. HasbunAllah, RabbunAllah. HasbunAllah, RabbunAllah. (Mawlana Syekh berdiri dan duduk) Laa ilaaha illa-Llah. Subhaan Sen. Sultaan Sen.
Ayyuhal `ulama! ulama-ulama Arab, ulama-ulama Hind (India?), ulama-ulama Yaman, ulama-ulama Syam, ulama-ulama Baghdad, ulama-ulama Mesir, ulama-ulama Libya! Dengarlah, wahai ulama! Saya tidak mengatakan "ulama-ulama Salafi" sekarang, selesai! Ulama-ulama! Saya berusaha untuk menjadi rabbani, tetapi saya lemah. Saya berusaha untuk mengikuti mereka.
Wahai manusia! Berusahalah untuk mengikuti rabbaaniyiin, orang-orang yang berada di jalan Tuhan Surgawi! Masyaa-Allah, masyaa-Allah. Karuniakanlah kepada kami, yaa rijaalAllah! Dan saya bicara dua kata kepada seluruh manusia di dunia. Itu adalah wasiat, nasihat dari Nabi Penutup (s)!
SubhaanAllah! Bagaimana ini datang kepada saya? Saya tidak memikirkannya, karena setiap orang meminta perlindungan dan Nabi Penutup (s) memberikannya kepada manusia. Bagaimana itu bisa terjadi? Kaana Rasuul shalaat was salaam `alay, kaana ar-rasuul shalawaatullah wa salaamahu `alayh, maa naqatu wa raghu ibn `amuhu Sayyidina `Abbas. Hadiits syariif, itu melalui ulama-ulama kita, bahwa Rasulullah (s), (Mawlana Syekh berdiri dan duduk) telah siap dan berkata, "Wahai sepupuku! Kau meminta untuk berada di bawah lindungan Ilahi di dunia dan akhirat. Ahfizhillah yahfazhak, ‘Jagalah Allah, Allah akan menjagamu.' Kullu 'l-`uluum hunaak, ‘Setiap ilmu ada di sini.’ Jagalah kehormatan tertinggi kepada Allah (swt)! Hormatilah Allah (swt) dan Allah (swt) akan melindungi kalian di dunia dan akhirat. Jangan khawatir! Selesai!"
Wahai ulama-ulama! Katakan ini kepada para pengikut kalian di seluruh timur dan barat. Wahai Umat Kristen! Katakan hal ini kepada para pemimpin, Paus yang suci! Saya memintanya untuk menerjemahkan apa yang saya katakan, apakah itu benar atau tidak. Jika itu benar, mereka harus berkata kepada umat mereka, "Wahai manusia! Tetaplah berada di jalan yang benar, jalan yang aman, jalan yang bersih. Kalian harus meninggalkan gaya hidup yang sekarang kalian jalani, karena itu adalah gaya hidup terburuk. Jika kalian ingin selamat di dunia dan akhirat, hormatilah Tuhan kalian, Allah (swt)." Allahu Akbar. (Mawlana Syekh berdiri dan duduk).
Ayyuhal patriarkat (merujuk pada tokoh atau uskup agung--penerj.) dan juga orang-orang suci, rabbi kepala! Jika saya mengatakan sesuatu yang salah, katakan, "Syekh berbicara hal yang salah." Apa yang tertulis di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru? Apakah mereka mengajarkan manusia? Seluruh kitab suci mengajarkan, "Wahai manusia! Jagalah kehormatan dan kepatuhan dalam Hadirat Ilahi. Orang-orang yang patuh akan selamat, dan bagi orang-orang yang tidak patuh, hanya akan mendapat ketakutan di dunia dan akhirat."
Ini, saya pikir, waaridun min as-samaa, inspirasi Ilahiah ini baru saja masuk ke dalam kalbu saya. Dapatkah seseorang mengatakan tentang hal ini? Tidak bisa! Tidak bisa! Seluruh agama memanggil manusia dan seluruh nabi berseru kepada manusia, "Wahai manusia! Jadilah hamba yang patuh terhadap Tuhan Surgawi dan kalian akan memperoleh hidup yang manis di dunia dan Kehidupan yang abadi di akhirat. Jagalah kehormatan terhadap Tuhan kalian dan berusahalah untuk menjadi hamba-hamba yang patuh, dan waspadalah jangan sampai menjadi tidak patuh. Setiap masalah, azaab, segala macam hukuman akan menimpa mereka yang tidak patuh!"
Wahai orang-orang terpelajar! Kalian harus mendengarkan hal ini dan kalian harus berusaha untuk membuat para pengikut kalian menjadi hamba yang patuh! Jika kalian bersikeras ingin menjadi oang yang tidak patuh, kalian akan selalu berada dalam hidup yang penuh ketakutan. Ketika hukuman datang kepada kalian, kalian akan ketakutan, dan tidak ada lagi hidup yang manis bagi mereka. Tetapi bagi orang-orang yang patuh, mereka dapat tidur, dan tidak pernah berpikir bahwa gempa bumi akan menimpa mereka, atau banjir, atau kebakaran atau angin topan, karena itu tidak akan menyentuh mereka.
Wahai manusia! Peganglah nasihat ini. Kalian tahu, saya berusaha untuk menjadi orang yang patuh. Jangan biarkan orang-orang yang tidak patuh menjadi pemimpin kalian; ini juga sangat penting. Wahai manusia! Jangan biarkan orang-orang yang tidak patuh, dan orang-orang kafir menjadi penguasa kalian. Jika kalian merasa takut terhadap mereka, kalian harus mengucapkan,
RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.
RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.
RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.
RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.
Jika semua orang yang hidup, misalnya di suatu negeri mengucapkan, RabbunAllah HasbunAllah, para tiran, penindas di sana pasti akan jatuh! Jika ahl 'usy-syaam (orang-orang Damaskus) mengucapkan, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah selama empat puluh hari, jabaabira itu, tiran itu akan jatuh! Jika ahlu 'l-Iraq (orang-orang Irak) mengucapkan, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah; selama empat puluh hari, pasti akan terjadi perubahan. Jika ahlu 'fars (orang-orang Persia) mengucapkan RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah, Allah akan mengubahkan dalam empat puluh hari, di mana-mana!
Wahai manusia! Kami memberi kalian suatu kekuatan yang tidak disangka-sangka! Kekuatan ini melebihi kekuatan nuklir mereka! Yaa Rabbii, syukr. Jika orang-orang Turki ingin selamat dan menghilangkan jabaabira, tiran, seluruh bangsa harus mengucapkan:
RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.
RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.
RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.
RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.
Ay Rabbimiz! Anta `alam bi haalana, “Wahai Tuhan kami! Engkau Mahamengetahui keadaan kami.”
Yaa musabbib al-haal wa 'l-ahwaal qawwiyy da`fana hatta nakuun mujtahidiin fii tha`atika wa `ibadatik, “Wahai Pengirim Sebab! Kuatkanlah kelemahan kami hingga kami menjadi pekerja keras dalam kepatuhan dan peribadatan kepada-Mu."
Yaa Rabbi 'l-`izzat wa 'l-`azhamat bi jaahi nabbiyina, nabi ar-rahmah, Sayyidi 'l-Awwaliin wa ’l-Akhiriin, bi hurmati 'l-Fatihah.
Tampilkan postingan dengan label Sohbet MSN ~Oktober 2010. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sohbet MSN ~Oktober 2010. Tampilkan semua postingan
Jumat, 05 November 2010
Selasa, 26 Oktober 2010
Pesan Penting dari Sultan al-Awliya
Sultan al-Awliya
Mawlana syekh Nazim al-Haqqani
23 October 2010 Lefke, Cyprus
Yaa RijaalAllah! Madad, madad ila syarifiin 'nabiyuna wa `ali wa shaahbihi, wa masyaykhina. Madad yaa Shaahibu 'z-Zamaan Muhammad Mahdi (a), wa shalaat wa salaam juga, wa imdaad juga. Alfu shalaat, alfu salaam `ala habiibillah Sayyidi 'l-awwaliin wa' l-akhiriin! Allahu Akbar wa ajal wa a`azham wa aqwaa. Subhaanuh Sulthaanuhu wa Mulkuhu, laa yantahi. A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim. (Mawlana Syekh duduk)
As salaamu `alaykum, ayyuha 'n-naas! Itu adalah kehormatan sejati kita, bahwa Tuhan Surgawi melalui hamba-Nya yang mulia menyerukan hamba-hamba-Nya melalui protokol Ilahiah. SubhaanAllah, Dia memanggil manusia melalui hamba-Nya yang paling tercinta, Sayyidina Muhammad (s), (Mawlana Syekh berdiri dan duduk) untuk berkata dan berseru kepada manusia, Ayyuha 'n-naas, "Wahai manusia." Setiap orang berada di Hadirat Ilahi, Dia memanggil dengan Rahmat-Nya yang tak pernah berakhir dan pemberian-Nya, ikraam yang tak pernah berakhir. Dia, Allah (swt) (Mawlana Syekh berdiri dan duduk) menciptakan dan menghormati serta berseru kepada ciptaan-Nya!
Wahai manusia! Lihat dan pahamilah. Jika kalian mempunyai pemahaman sedikit saja, kalian pasti bersimpuh, bersujud dan tidak lagi mengangkat kepala kalian, karena Tuhan Surgawi, Sultan ash-Shalaatiin, Maalik al-Muluuk, Jalla Jalaaluh (Mawlana Syekh berdiri dan duduk) berseru kepada kalian, tetapi kalian malah pergi!
Wahai manusia! Ptuuh (meludah) pada orang-orang yang tidak datang untuk berkata, “Wahai Tuhanku!” dan kemudian bersujud! Ada jutaan manusia di mana Tuhan Surgawi mengirimkan Salaam-Nya dan memberikan kemuliaan, tetapi mereka malah pergi! Pikirkan itu, wahai manusia! Jangan berpikir bahwa mereka berkata, "Orang ini berbicara, mereka perlu banyak subjek." Itu bukan apa-apa, bukan apa-apa.
Wahai orang-orang yang mengerti! Itu bukan apa-apa. (Mawlana Syekh berdiri) Asta`iidzu billah.
قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادا ً لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي
Qul law kaana al-bahru midaadan li-kalimaati rabbii la-nafida 'l-bahru qabla an tanfada kalimaatu rabbii.
Katakan (Wahai Muhammad), "Dan jika samudra menjadi tinta dan pohon-pohon menjadi pena, mereka akan habis sebelum selesai menuliskan kalimat-kalimat Tuhanku." (Surat al-Kahf, 18:109)
(Mawlana Syekh duduk) Sesuatu yang lain kini dikaruniai sesuai dengan kapasitasnya; Allah (swt) mengaruniai segala sesuatu dengan yang sesuai dengannya. Seekor semut tidak bisa memahami gajah. Oleh sebab itu jangan berpikir ketika Allah berkata mengenai kebesaran-Nya, tentang bahr, Samudra-Samudra itu, jika kita gunakan untuk kalimaatullah, firman Allah, Samudra Pasifik, Samudra Atlantik, Samudra Hindia, Samudra Kutub Utara, Samudra Kutub Selatan, jika kita menggunakannya sebagai tinta untuk menulis, (jangan berpikir) bahwa samudra-samudra itu akan bisa menyelesaikannya. Firman Allah tidak akan pernah berakhir! Bawa tujuh puluh samudra atau tujuh puluh juta samudra, atau tujuh puluh milyar samudra! Bawa tujuh puluh trilyun samudra!
Wahai manusia! Jangan sombong, karena kesombongan hanya untuk Sifat Ilahiah-Nya Yang Mahaagung. Itu adalah Sifat Allah, bukan untuk kalian. Subhaan Sen, Subhaan Sen. SubhaanAllah, SubhaanAllah, SulthaanAllah. (Mawlana Syekh berdiri) SulthaanAllah, SulthaanAllah, SulthaanAllah. Sulthaan ul-Mutlaq. (Mawlana Syekh duduk)
Wahai manusia! Apa yang kita katakan? Yang kita katakan bukan apa-apa! Dia Yang Mahakuasa hanya meminta bahwa kita menjaga posisi sejati kita bagaimana kita menempatkan diri kita di sini.
Wahai manusia! Pikirkanlah (bertafakur) dan tuliskan padanya, “Kita adalah hamba Tuhan yang lemah.” Lakukanlah hal itu dan tuliskan pada dada kalian. Jika kalian dapat melakukannya, baik sekali untuk kalian! Semoga Allah memaafkan saya. Cukup. As-salaamu `alaykum.
(Syekh Hisyam Effendi: Mawlana, mereka sangat berterima kasih kepadamu, bahwa setiap hari engkau memberi mereka nasihat.)
Terima kasih kepada Allah.
(Syekh Hisyam Effendi: Apakah ada suatu pembukaan, insyaa-Allah, untuk nasihat-nasihat berikutnya?)
Nasihat apa?
(Syekh Hisyam Effendi: untuk besok dan besoknya lagi?)
Terserah kepada-Nya; terserah pada Kekasih-Nya yang memberikan izin.
(Syekh Hisyam Effendi: Yaa Mawlaana, Hadhrat … menyebutkan hadis, yaa `abdii athi`anii. Aja`luka rabbaaniyyan. Sayyidii, rahmatan l 'il-muridiin, Sayyidii, kepada siapa mereka meminta.)
Mereka yang meminta hanya sejumlah kecil. Ketika inspirasi baru datang, kita bisa bicara.
(Syekh Hisyam Effendi: Insyaa-Allah)
Insyaa-Allah, insyaa-Allah. As-salaamu `alaykum. Ketika perintah baru datang, mereka bisa membuat begitu banyak (tak terhingga) hamba Allah untuk bicara. Tidak perlu hanya saya yang bicara, memberikan nasihat. Dia dapat mengirimkan dan Dia dapat memberikan perintah-Nya dan memberikan salam dan kemuliaan kepada manusia. Semoga Allah mengampuni saya. Ini adalah waktu yang pendek untuk hari ini hingga akhir zaman. Mereka dapat membawa seseorang untuk bicara. Itu bukan suatu kondisi bahwa orang ini bisa bicara atau orang itu bisa bicara, tidak. Dia bisa menutup yang ini dan membuka yang lain. Kita hanyalah hamba-Nya yang kecil dan lemah, tetapi saya gembira bahwa ada suatu kebangkitan karena kata-kata surgawi dapat menyentuh kesadaran mereka. Dan saya pikir berita sesungguhnya adalah bahwa Hari Kiamat sedang mendekat dengan sangat jelas dan kekekalan adalah untuk Allah dan segala sesuatu pasti akan berakhir.
Kehidupan di dunia ini yang telah ditunjuk tengah mendekati dan Hari Akhir akan datang. Ada banyak tanda yang diketahui oleh para ulama. Allah (swt) berfirman, (Mawlana Syekh berdiri)
فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلاَّ السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَة ً فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ
fahal yanzhuruuna illa as-saa`ata an taatiyahum baghtatan faqad jaa asyraaţuhaa fa annaa lahum idzaa jaathum dzikraahum.
Tidakkah mereka tunggu-tunggu melainkan Hari Kiamat, ia akan datang dengan tiba-tiba. Sesungguhnya telah datang tanda-tandanya dan ketika ia telah datang kepada mereka, apakah manfaat dari kesadaran mereka tentang hal itu? (Muhammad 47:18)
(Mawlana Syekh duduk) Lima belas abad yang lalu, Allah (swt) telah mengatakan bahwa tanda-tanda kiamat sudah ada. Lima belas abad yang lalu! Oleh sebab itu, sedikitnya, orang harus memberi waktu untuk Kehidupan Abadinya. Semoga Allah mengampuni kita. Bila diperlukan, Tuhan Surgawi akan mengirim hamba-hamba-Nya untuk menyampaikan (nasihat) kepada kalian dan membuat kalian bangkit!
Wahai manusia! Mereka meminta kalian hanya untuk sedikit memperhatikan penghambaan kalian. Dunia ini bisa saja menjadi surga jika orang-orang mengikuti perintah suci Tuhan mereka; jika tidak, masalah dan berbagai persoalan, bala bencana akan terus menimpa mereka. Bisa saja pada suatu waktu sesuatu akan dikirim agar orang-orang memikirkannya.
Dan kalian, doakan juga untuk saya. Saya lemah dan Dia tahu; Tuhan Surgawi Maha mengetahui segalanya. Saya memohon ampunan dari Tuhan saya, Allah (swt) (Mawlana Syekh berdiri) dan memohon syafaat dari hamba-Nya yang paling suci, Sayyidina Muhammad (s)! (Mawlana Syekh duduk) Saya memohon dukungan dari para awliyaaullah, dari orang-orang suci. Saya lemah sekarang. Sebagaimana yang mereka katakan, Allah (swt) bisa mengirimkan ratusan atau ribuan pemberi peringatan kepada hamba-hamba-Nya. Syekh Hisyam Effendi berkata kepada saya bahwa ketika saya menyatakan berhenti, orang-orang syok. Tidak. "Siapa yang meminta, mereka akan menemukan/ mendapatkannya."
Wahai manusia! Jika kalian melihat dan mendengarkan, kalian akan menemukan lebih banyak lagi. Kumpulkanlah sendiri, kurangi waktu dunia kalian sedikit, dan berusahalah untuk memberikan waktu lebih banyak untuk Tuhan Sang Pencipta. Rahmat dari Tuhan Surgawi tak terhingga! As-salaamu `alaykum.
(Syekh Hisyam Effendi: wa salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. Sayyidii. Ini adalah pesan yang sangat, sangat kuat, Sayyidii.)
Karena mereka hanya mengatakan bahwa saya hanyalah seorang naaqil, penyampai, tak lain dari itu dan saya sedikit lemah, jadi saya meminta sedikit dukungan dan kita dapat melanjutkannya, insyaa-Allah.
(Syekh Hisyam Effendi: Insyaa-Allah, Sayyidii.)
Fatihah.
(Syekh Hisyam Effendi: Sayyidii, panjang umur, didukung oleh Nabi (s), oleh Mahdi (a), oleh Allah (swt), y`utiik, yaa Sayyidii. Allah ya`tiik quwwa wa yuqawwiy rijlayk.)
Allah, Allah. Dastuur, yaa Rijaalullah, madad. Madad, yaa Rijaalullah, madad. Ila syarafin nabiyyin …
Edit this page (if you have permission) | Google Docs -- Web word processing, presentations and spreadsheets.
Mawlana syekh Nazim al-Haqqani
23 October 2010 Lefke, Cyprus
Yaa RijaalAllah! Madad, madad ila syarifiin 'nabiyuna wa `ali wa shaahbihi, wa masyaykhina. Madad yaa Shaahibu 'z-Zamaan Muhammad Mahdi (a), wa shalaat wa salaam juga, wa imdaad juga. Alfu shalaat, alfu salaam `ala habiibillah Sayyidi 'l-awwaliin wa' l-akhiriin! Allahu Akbar wa ajal wa a`azham wa aqwaa. Subhaanuh Sulthaanuhu wa Mulkuhu, laa yantahi. A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim. (Mawlana Syekh duduk)
As salaamu `alaykum, ayyuha 'n-naas! Itu adalah kehormatan sejati kita, bahwa Tuhan Surgawi melalui hamba-Nya yang mulia menyerukan hamba-hamba-Nya melalui protokol Ilahiah. SubhaanAllah, Dia memanggil manusia melalui hamba-Nya yang paling tercinta, Sayyidina Muhammad (s), (Mawlana Syekh berdiri dan duduk) untuk berkata dan berseru kepada manusia, Ayyuha 'n-naas, "Wahai manusia." Setiap orang berada di Hadirat Ilahi, Dia memanggil dengan Rahmat-Nya yang tak pernah berakhir dan pemberian-Nya, ikraam yang tak pernah berakhir. Dia, Allah (swt) (Mawlana Syekh berdiri dan duduk) menciptakan dan menghormati serta berseru kepada ciptaan-Nya!
Wahai manusia! Lihat dan pahamilah. Jika kalian mempunyai pemahaman sedikit saja, kalian pasti bersimpuh, bersujud dan tidak lagi mengangkat kepala kalian, karena Tuhan Surgawi, Sultan ash-Shalaatiin, Maalik al-Muluuk, Jalla Jalaaluh (Mawlana Syekh berdiri dan duduk) berseru kepada kalian, tetapi kalian malah pergi!
Wahai manusia! Ptuuh (meludah) pada orang-orang yang tidak datang untuk berkata, “Wahai Tuhanku!” dan kemudian bersujud! Ada jutaan manusia di mana Tuhan Surgawi mengirimkan Salaam-Nya dan memberikan kemuliaan, tetapi mereka malah pergi! Pikirkan itu, wahai manusia! Jangan berpikir bahwa mereka berkata, "Orang ini berbicara, mereka perlu banyak subjek." Itu bukan apa-apa, bukan apa-apa.
Wahai orang-orang yang mengerti! Itu bukan apa-apa. (Mawlana Syekh berdiri) Asta`iidzu billah.
قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادا ً لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي
Qul law kaana al-bahru midaadan li-kalimaati rabbii la-nafida 'l-bahru qabla an tanfada kalimaatu rabbii.
Katakan (Wahai Muhammad), "Dan jika samudra menjadi tinta dan pohon-pohon menjadi pena, mereka akan habis sebelum selesai menuliskan kalimat-kalimat Tuhanku." (Surat al-Kahf, 18:109)
(Mawlana Syekh duduk) Sesuatu yang lain kini dikaruniai sesuai dengan kapasitasnya; Allah (swt) mengaruniai segala sesuatu dengan yang sesuai dengannya. Seekor semut tidak bisa memahami gajah. Oleh sebab itu jangan berpikir ketika Allah berkata mengenai kebesaran-Nya, tentang bahr, Samudra-Samudra itu, jika kita gunakan untuk kalimaatullah, firman Allah, Samudra Pasifik, Samudra Atlantik, Samudra Hindia, Samudra Kutub Utara, Samudra Kutub Selatan, jika kita menggunakannya sebagai tinta untuk menulis, (jangan berpikir) bahwa samudra-samudra itu akan bisa menyelesaikannya. Firman Allah tidak akan pernah berakhir! Bawa tujuh puluh samudra atau tujuh puluh juta samudra, atau tujuh puluh milyar samudra! Bawa tujuh puluh trilyun samudra!
Wahai manusia! Jangan sombong, karena kesombongan hanya untuk Sifat Ilahiah-Nya Yang Mahaagung. Itu adalah Sifat Allah, bukan untuk kalian. Subhaan Sen, Subhaan Sen. SubhaanAllah, SubhaanAllah, SulthaanAllah. (Mawlana Syekh berdiri) SulthaanAllah, SulthaanAllah, SulthaanAllah. Sulthaan ul-Mutlaq. (Mawlana Syekh duduk)
Wahai manusia! Apa yang kita katakan? Yang kita katakan bukan apa-apa! Dia Yang Mahakuasa hanya meminta bahwa kita menjaga posisi sejati kita bagaimana kita menempatkan diri kita di sini.
Wahai manusia! Pikirkanlah (bertafakur) dan tuliskan padanya, “Kita adalah hamba Tuhan yang lemah.” Lakukanlah hal itu dan tuliskan pada dada kalian. Jika kalian dapat melakukannya, baik sekali untuk kalian! Semoga Allah memaafkan saya. Cukup. As-salaamu `alaykum.
(Syekh Hisyam Effendi: Mawlana, mereka sangat berterima kasih kepadamu, bahwa setiap hari engkau memberi mereka nasihat.)
Terima kasih kepada Allah.
(Syekh Hisyam Effendi: Apakah ada suatu pembukaan, insyaa-Allah, untuk nasihat-nasihat berikutnya?)
Nasihat apa?
(Syekh Hisyam Effendi: untuk besok dan besoknya lagi?)
Terserah kepada-Nya; terserah pada Kekasih-Nya yang memberikan izin.
(Syekh Hisyam Effendi: Yaa Mawlaana, Hadhrat … menyebutkan hadis, yaa `abdii athi`anii. Aja`luka rabbaaniyyan. Sayyidii, rahmatan l 'il-muridiin, Sayyidii, kepada siapa mereka meminta.)
Mereka yang meminta hanya sejumlah kecil. Ketika inspirasi baru datang, kita bisa bicara.
(Syekh Hisyam Effendi: Insyaa-Allah)
Insyaa-Allah, insyaa-Allah. As-salaamu `alaykum. Ketika perintah baru datang, mereka bisa membuat begitu banyak (tak terhingga) hamba Allah untuk bicara. Tidak perlu hanya saya yang bicara, memberikan nasihat. Dia dapat mengirimkan dan Dia dapat memberikan perintah-Nya dan memberikan salam dan kemuliaan kepada manusia. Semoga Allah mengampuni saya. Ini adalah waktu yang pendek untuk hari ini hingga akhir zaman. Mereka dapat membawa seseorang untuk bicara. Itu bukan suatu kondisi bahwa orang ini bisa bicara atau orang itu bisa bicara, tidak. Dia bisa menutup yang ini dan membuka yang lain. Kita hanyalah hamba-Nya yang kecil dan lemah, tetapi saya gembira bahwa ada suatu kebangkitan karena kata-kata surgawi dapat menyentuh kesadaran mereka. Dan saya pikir berita sesungguhnya adalah bahwa Hari Kiamat sedang mendekat dengan sangat jelas dan kekekalan adalah untuk Allah dan segala sesuatu pasti akan berakhir.
Kehidupan di dunia ini yang telah ditunjuk tengah mendekati dan Hari Akhir akan datang. Ada banyak tanda yang diketahui oleh para ulama. Allah (swt) berfirman, (Mawlana Syekh berdiri)
فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلاَّ السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَة ً فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ
fahal yanzhuruuna illa as-saa`ata an taatiyahum baghtatan faqad jaa asyraaţuhaa fa annaa lahum idzaa jaathum dzikraahum.
Tidakkah mereka tunggu-tunggu melainkan Hari Kiamat, ia akan datang dengan tiba-tiba. Sesungguhnya telah datang tanda-tandanya dan ketika ia telah datang kepada mereka, apakah manfaat dari kesadaran mereka tentang hal itu? (Muhammad 47:18)
(Mawlana Syekh duduk) Lima belas abad yang lalu, Allah (swt) telah mengatakan bahwa tanda-tanda kiamat sudah ada. Lima belas abad yang lalu! Oleh sebab itu, sedikitnya, orang harus memberi waktu untuk Kehidupan Abadinya. Semoga Allah mengampuni kita. Bila diperlukan, Tuhan Surgawi akan mengirim hamba-hamba-Nya untuk menyampaikan (nasihat) kepada kalian dan membuat kalian bangkit!
Wahai manusia! Mereka meminta kalian hanya untuk sedikit memperhatikan penghambaan kalian. Dunia ini bisa saja menjadi surga jika orang-orang mengikuti perintah suci Tuhan mereka; jika tidak, masalah dan berbagai persoalan, bala bencana akan terus menimpa mereka. Bisa saja pada suatu waktu sesuatu akan dikirim agar orang-orang memikirkannya.
Dan kalian, doakan juga untuk saya. Saya lemah dan Dia tahu; Tuhan Surgawi Maha mengetahui segalanya. Saya memohon ampunan dari Tuhan saya, Allah (swt) (Mawlana Syekh berdiri) dan memohon syafaat dari hamba-Nya yang paling suci, Sayyidina Muhammad (s)! (Mawlana Syekh duduk) Saya memohon dukungan dari para awliyaaullah, dari orang-orang suci. Saya lemah sekarang. Sebagaimana yang mereka katakan, Allah (swt) bisa mengirimkan ratusan atau ribuan pemberi peringatan kepada hamba-hamba-Nya. Syekh Hisyam Effendi berkata kepada saya bahwa ketika saya menyatakan berhenti, orang-orang syok. Tidak. "Siapa yang meminta, mereka akan menemukan/ mendapatkannya."
Wahai manusia! Jika kalian melihat dan mendengarkan, kalian akan menemukan lebih banyak lagi. Kumpulkanlah sendiri, kurangi waktu dunia kalian sedikit, dan berusahalah untuk memberikan waktu lebih banyak untuk Tuhan Sang Pencipta. Rahmat dari Tuhan Surgawi tak terhingga! As-salaamu `alaykum.
(Syekh Hisyam Effendi: wa salaamu `alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh. Sayyidii. Ini adalah pesan yang sangat, sangat kuat, Sayyidii.)
Karena mereka hanya mengatakan bahwa saya hanyalah seorang naaqil, penyampai, tak lain dari itu dan saya sedikit lemah, jadi saya meminta sedikit dukungan dan kita dapat melanjutkannya, insyaa-Allah.
(Syekh Hisyam Effendi: Insyaa-Allah, Sayyidii.)
Fatihah.
(Syekh Hisyam Effendi: Sayyidii, panjang umur, didukung oleh Nabi (s), oleh Mahdi (a), oleh Allah (swt), y`utiik, yaa Sayyidii. Allah ya`tiik quwwa wa yuqawwiy rijlayk.)
Allah, Allah. Dastuur, yaa Rijaalullah, madad. Madad, yaa Rijaalullah, madad. Ila syarafin nabiyyin …
Edit this page (if you have permission) | Google Docs -- Web word processing, presentations and spreadsheets.
Langganan:
Postingan (Atom)