Rabu, 08 Desember 2010

Cara agar Terbebas dari Karakter Ego yang Buruk

Cara agar Terbebas dari Karakter Ego yang Buruk

Maulana Syaikh Muhammad Nazhim Adil al-Haqqani
Dalam Mercy Oceans (Book Two)
Diambil dari www.mevlanasufi.blogspot.com

BismillahhirRohamnirRohim

Grandsyaikh ‘Abdullah Fa’iz ad-Daghestani berkata bahwa semua nasihatnya bagaikan peluru senapan, yang diberikan kepada kalian untuk digunakan melawan Ego dan Nafsu yang merupakan musuh utama kalian. Tetapi kalian hanya mengambil dan menyimpannya. Padalah kami memberimu untuk digunakan, itulah maksud kami. Kami memberimu peluru untuk berbagai macam sasaran, ada yang dekat dan ada pula untuk sasaran di balik gunung. Namun demikian, tetap saja Grandsyaikh berkata, “Aku tidak menemukan orang yang menjaga nasihatku.” Sayaberharap kalian semua memperhatikan nasihat beliau.

Grandsyaikh bertanya apakah yang tidak disukai oleh Allah swt dan Rasulullah sallallahu alaihi wasalam? Kalian harus tahu, dan bila sudah tahu, jagalah dirimu dari hal itu. Beliau menjawab bahwa yang tidak disukai Allah dan Rasulullah saw adalah membicarakan kesalahan orang lain. Allah swt telah melarang hal ini. Ini adalah sebuah dosa besar dan merupakan perbuatan terburuk yang dilakukan oleh seseorang. Kalian juga mempunyai kesalahan, setiap orang mempunyai banyak kesalahan, dan kalian harusmempertanggungjawabkan kesalahan kalian kepada Allah . Jadi mengapa kalian melihat kesalahan orang lain?

Kalian harus menghilangkan kesalahan kalian sendiri. Bila seseorang melihat kesalahan orang lain, rasa hormat kepadanya akan hilang dari dalam hatinya, dan kecintaan terhadapnya pun akan musnah. Oleh karena itu, hal ini sangat dilarang. Begitu banyak kesalahan yang dilakukan orang lain, sehingga bila kita memperhatikannya semua, maka semua orang akan menjadi musuh kita. Hal ini akan memecah belah ummat, kemudian Setan akan menangkap kita. Islam menyerukan agar kita membangun rasa cinta dan hubungan yang kuat di antara sesama manusia, saling melindungi dari kejahatan dan memperkuat keimanan. Dengan demikian, kita diperintah kan untuk beribadah secara berjamaah sehingga iman kita akan menjadi lebih kuat.

Grandsyaikh Abdullah berkata bahwa kita harus berhati-hati karena Setan akan berusaha membuat ibadah kita tidak diterima. Ibadah kita tidak diterima bila kita meminta suatu imbalan setelah melakukannya. Kita harus memohon agar ibadah itu hanya untuk mendapat keridhaan Allah semata. Ketika seluruh keinginan ego telah hilang, maka seseorang bisa disebut hamba Allah. Mencari imbalan dalam beribadah bagaikan orang yang menyembah berhala. Ketulusan berarti hanya mengharapkan ridha Allah . Begitu banyak orang yang beribadah kemudian melakukan keinginan egonya. Ini berarti bahwa mereka adalah hamba Allah dan juga hamba Setan. Itu adalah jalan yang berbahaya. Sampai kita menjadi bersih dari karakter buruk, kita tidak dapat terbebas dari Setan, dunia ini, ego kita, dan hasrat untuk menonjolkan diri.

Sampai kalian tahu di mana kalian menapakkan kakimu, apakah di jalan yang benar atau salah, hati kalian masih perlu diluruskan. Kalian harus tahu danmenyadari di mana kalian meletakkan kakimu. Dalam tidur yang singkat bisa saja terjadi bencana yang berbahaya. Oleh sebab itu kita perlu untuk selalu mengulang kalimat syahadat, untuk menempatkan diri kita di jalan yang benar. Sampai kita terbebas dari karakter buruk, kita tidak bisa memperoleh iman yang sejati, dan jika tidak ada iman yang sejati, maka tidak ada kehidupan yang sejati, kehidupan yang kekal. Siapa pun yang bias mewujudkan kehidupan sejati di dunia ini, maka dia akan hidup di makamnya, tubuhnya tidak akan berubah menjadi debu. Itu adalah tanda dari Allah bahwa dia telah meraih kehidupan sejati.

Bagaimana kita dapat membebaskan diri dari karakter buruk? Salah satu karakter buruk adalah berbangga hati. Iblis diusir dari Kehadirat Ilahi karena kebanggaannya. Jika seseorang tidak cukup rendah hati untuk menerima pelajaran dari seseorang, berarti dia merasa bangga. Kalian harus memiliki guru thariqat untuk menunjukkan kepadamu bagaimana melaksanakan syariah dalam dirimu. Guru itu belajar dari Syaikhnya bagaimana menggunakan syariah pada dirinya. Tidak ada ahli bedah yang hanya belajar lewat buku-buku. Mereka harus melakukan praktek operasi dengan praktek sesungguhnya dibawah bimbingan Doktor ahli yang telah melakukan pembedahan berkali-kali. Demikian pula dengan mengalahkan Ego dalam preaktek tasawuf tidak dapat dipelajari melalui buku-buku, tetapi harus dengan melakukan praktek melalui bimbingan Guru-guru Tariqah Sufi yang sejati, yang telah mengalahkan egonya dan mendapat bimbinganIlahiah dari para Mursyid pendahulunya. Bihurmati habib, Fatihah

Wa min Allah at Tawfiq

Selasa, 07 Desember 2010

Berguru Kepada Ego

Berguru Kepada Ego

Seorang murid dari Sayyidina Khalid al-Baghdadi, seorang awliya dari Rantai Emas Naqsybandi yang meninggal dunia sekitar 203 tahun yang lalu dan kini dimakamkan di Damaskus, diperintah kan untuk melakukan ibadah haji oleh Syekhnya. Syekhnya berpesan agar dia mencari sesuatu yang spesifik, namun dia tidak dapat menemukannya. Namun, dia kemudian mendengar tentang adanya seseorang di Bombay yang memiliki kekuatan mengagumkan dan dapat melakukan apapun yang kalian minta.
Murid ini heran dan marah mendengarnya, dia telah lama mengikuti Syekh Khalid Bagdadi tapi tidak dapat melakukan hal-hal yang mengagumkan.

Bagaimana mungkin seseorang yang tidak beriman, bahkan bukan seorang pencari dan tidak beragama Islam memiliki kekuatan mengagumkan? Kemudian ia bergegas menemui Syekhnya dan bertanya, "O syekhku, Anda telah mengirim saya untuk mencari seorang awliya, dan saya menemukan seorang yang tidak beriman tapi memiliki kekuatan mengagumkan, sementara saya tidak bisa! Pelajaran apakah ini? Sayyidina Khalid menjawab,"O anakku, jangan salah sangka dan berburuk sangka karena kamu dapat berbuat kesalahan karenanya. Aku akan memberikan jawabannya esok hari.

Malam itu, Sayyidina Khalid tiba di India dalam satu detik dengan menyebut "Bismillahi'r-Rahmani 'r-Rahim –dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." Itu adalah kekuatan lain yang tidak digunakan Mawlana Shaykh Nazim. Para syekh melepaskan kekuatan spiritual mereka dari kungkungan tubuh. Saat itu, ruh dapat membawa tubuh pergi, yang sebelumnya ruh hanya dapat pergi apabila tubuh yang membawa. Para Awliya Allah bergerak dengan meletakkan tubuh mereka didalam ruh, jadi ruh yang membungkus tubuh , bukan sebaliknya seperti sat ini kita manusia biasa. Perjalanan mungkin terjadi dalam satu detik kemanapun ruh membawanya. Saat Sayyidina Khalid tiba di depan pintu kediaman biksu yang dimaksud di India, Sayyidina Khalid mengembalikan ruhnya ke tubuh fisik.

Biksu dari Bombay mengetahui akan kedatangan Syaikh Khalid dan sedang menunggunya didepan pintu. Dia berkata, "O Syekhku, saya tahu anda akan datang melalui kekuatan, dan saya telah meminta tolong seorang wanita muslim untuk menyiapkan makan malam untuk anda, saya tahu anda tidak memakan jenis makanan kami." Mereka duduk berhadapan. Sebelum berkata apapun, Sayyidina Khalid al-Baghdadi memintanya mengucap Kesaksian Iman yang disebut juga kalimat syahadat. Biksu itu duduk diam, berkonsentrasi dengan hatinya untuk setengah jam lamanya, bermeditasi, sementara Sayyidina Khalid al-Baghdadi diam.

Setengah jam kemudian, biksu mengangkat kepala dan berkata, Ashhadu an la ilaaha illallah wa ashhadu anna Muhammadur-Rasulullah." Bila sebelumnya ia selalu mengucapkan berbagai mantra, maka sesaat setelah dia mengucapkan syahadah, dia menerima kekuatan surga yang mengagumkan. Sayyidina Khalid bertanya, "Mengapa anda menunggu setengah jam dalam ketidak percayaan padahal anda tahu bahwa percaya adalah suatu Realitas. Dia berkata,"O Syekhku, saya meminta maaf, tapi selama 25 tahun saya selalu meminta ijin kepada Syekhku." "Siapakah syekhmu?" Dia berkata, "Syekhku adalah egoku. Setiap saat, saya selalu bertanya kepada ego saya dan mendengar apa yang ego perintahkan.

Apapun perintah ego, saya melakukan sebaliknya. Sebab sepanjang pengetahuan saya, ego hanya ingin menghancurkan jiwa. Setelah saya mendapat jawaban, barulah saya mengucap kalimat syahadah." "O Syekhku, selama 25 tahun, apapun yang ego katakan saat saya menanyakan pendapat, saya melakukan sebaliknya. Kini, ketika saya meminta pendapatnya, apa yang harus saya lakukan, apakah mengucap kalimat syahadah atau tidak, ego saya berkata :"Apakah kamu gila? Kamu akan jatuh ke dasar jurang dan memanjat naik lagi? Kamu gila! Berhati-hatilah! Jangan pernah mengucap kalimat syahadah." Dan saya berkelahi dengan ego. Maka ketika ego menolak, saya memutuskan mengucapkannya.

Sayyidina Khalid berkata,"Ketika kamu mengucapnya, kamu menerima kekuatan surga. Kami tidak bergantung pada mantra. Karena mantra hanya untuk setan." Ketika kita melihat perbuatan non-muslim atau bahkan muslim tetapi yang tidak menjaga Islamnya dengan benar, yang dapat melakukan hal menakjubkan, kita harus tahu bahwa semua itu kekuatan mantra setan. Setan dan iblis dapat melakukannya dengan mudah seperti jalan diatas air, berjalan melewati api, berjalan diatas paku, menembus tembok. Semua itu tak dapat dipercaya.

Kita membutuhkan kekuatan surga, dan kekuatan itu datang dari cahaya hati. Kita harus menyayangi setiap orang sama seperti kita menyayangi diri sendiri. Itulah yang benar-benar kita butuhkan. Kita harus menghargai setiap orang. Kita juga harus menolong setiap orang, rendah diri kepada semua orang. Berhati-hatilah, dan kamu akan menemukan kekuatan surga akan terbuka didepanmu.

Keesokkan harinya, Sayyidina Khalid kembali ke perkumpulan nya yang terdiri dari ratusan murid di Damaskus dan dia berkata kepada mereka : "Aku telah mengajar kalian selama 40 atau 45 tahun dan tak ada satupun yang berusaha menjinakkan egonya. Orang yang tidak beriman itu bisa memperoleh kekuatan yang mengagumkan, kekuatan kata-kata karena dia melakukan hal yang bertentangan dengan yang egonya mau. Sedangkan kalian, aku memerintahkan kalian melawan ego, membunuh ego kalian agar menjadi hamba yang baik tapi kalian tidak menurutinya. Untuk alasan itulah kekuatan surga tidak pernah terbuka bagi kalian. Ambillah hikmah dari cerita ini sebagai bahan pemikiran dan jadilah hamba yang baik. Dan dari Allah-lah semua keberhasilan.

“Ya Tuhanku…hambamu menyerah!”

“Ya Tuhanku…hambamu menyerah!”
12hb October 2010
Posted on 13 November, 2010 by The SufiHub Team

This post is also available in: English

Ringkasan Suhbah Maulana Shaykh Nazim
12th October 2010

“Ya Tuhanku…hambamu menyerah!”

A’uzubillah himinsh shaitan nirrajeem
Bismillahir Rahman-nir Raheem

Assalamu’alaikum wrh wbkt
Maulana memohon pada yg Maha Esa agar tidak membiarkan mereka yg beriman tanpa bimbingan,dan jangan ditinggalkan mereka tanpa menguatkan kelemahan mereka.
“Jangan tinggalkan kami di sebalik tabir kegelapan dan kebodohan, bantulah dan bimbinglah kami ke arah cahaya Syurgawi”. Maulana bermohon dengan rendah hati agar dapat sampai pada keamanan Syurgawi dan pada cahaya Syurgawi, walaupun itu hanya sinaran cahaya tunggal.

Ramai guru guru agama percaya bahawa mereka telah sampai ke kemuncak kefahaman dalam agama dan bahawa ufuk dimana mereka berdiri sekarang, adalah batas pemahaman manusia. Begitu jauh mereka dari kebenaran! Di sebalik setiap ufuk terdapat ufuk lainnya yg tidak terhitung banyaknya yg dipenuhi dgn Ilmu Syurgawi. Mintalah segala Ilmu dalam Lautan tersebut kerana Allah telah menciptakan Lautan lautan Ilmu itu utk manusia, bukan untuk diriNya. Adakah kamu fikir segala Lautan-lautan Ilmu itu sengaja disembunyikan dari manusia? Allah tidak memerlukannya…jadi Lautan-lautan Ilmu itu di cipta khusus bagi manusia untuk berusaha mencarinya.

Allah tidak memerlukan ciptaanNya…malahan ciptaanNya yang amat memerlukanNya. Jadi semua yang diciptakan bukan untuk diriNya, tetapi adalah untuk kebaikkan hamba hambanya dan ciptaan lainnya. Manusia merupakan ciptaan Allah yang diberi kehormatan yang amat hebat dibandingkan dengan ciptaan lainnya. Manusia harus sedar betapa hebat/besarnya kehormatan yang diberikan atas mereka dan manusia mesti tahu mengapa!

وَلَقَدۡ كَرَّمۡنَا بَنِىٓ ءَادَمَ

Kami telah memuliakan anak2 Adam. (Surah Al-Isra' 17:70)

Wahai ulama…misi kamu adalah untuk memberitahu manusia betapa hebat dan besarnya kehormatan yang dianugerahkan Allah atas diri mereka. Kamu mesti menyedarkan mereka dan beritahu tentang kehormatan tersebut. Bahkan Rasulullah (saw) dan para Malaikat belum dapat mencapai had penuh pengetahuan, tentang betapa besarnya kehormatan tersebut, karramna (lihat ayat di atas) yang Allah telah anugerahkan kepada umat manusia! Hal ini digambarkan sebagai Lautan atas Lautan atas Lautan kehormatan!
Maulana menunjukkan rasa terkejutnya bila mengetahui Ayat seperti diatas tidak di terangkan pada semua oleh cerdik pandai dalam agama hari ini. Mengapa? Apakah mereka merasakan Ayat tersebut tidak penting ataupun tidak terdapat apa apa pelajaran yang penting dan perlu bagi manusia didalamnya? Mengapa Allah turunkan Ayat itu jika ianya tidak mengandungi lautan kebijaksanaan yang tidak ada akhirnya. Tetapi apakah sebabnya cerdik pandai demikian tidak menghuraikan rahsia dan pelajaran yang terkandung di dalam Ayat tersebut, ataupun Ayat2 lainnya. Mereka terlalu bangga untuk merendahkan diri mereka dihadapan seorang Pembimbing2 Kerohanian, yang mempunyai hubungan sejati dengan alam ghaib dan yang memegang kunci2 khazanah Syurgawi yang dapat membuka pintu kefahaman dan tabir hikmah.

وَفَوۡقَ ڪُلِّ ذِى عِلۡمٍ عَلِيمٌ۬

Tiap-tiap orang yang berilmu pengetahuan, ada lagi di atasnya yang lebih mengetahui (Surah Yusuf 12:76)
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّـٰدِقِينَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamubersama orang-orang yang benar. (Surah At-Taubah 9:119)

يَـٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْ‌ۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَـٰنٍ۬

Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus [melintasi] penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (Sultan). (Surah Ar-Rahman 55:33)

Ego membuatkan seseorang itu merasakan sukar untuk menerima hakikat bahawa terdapat orang lain yang lebih berpengetahuan dari dirinya.Tetapi Allah telah menerangkan didalam Ayat diatas, terdapat mereka yang ilmu pengetahuannya melebehi kamu, dan orang orang yang beriman digalakkan mencari Para Sadiqeen, kerana mereka diberi kekuasaan untuk menembusi di sebalik tabir2 yang menghalang kamu dari mencapai kefahaman yang mendalam. Mereka juga adalah orang2 yang mengetahui perihal Rahasia Hati. Tidak semua yang mengaku dirinya sebagai pembimbing itu benar2 seorang pembimbing. Seorang pembimbing yang benar / sejati akan membawa kamu ke Lautan Ilmu yang teramat luas, dimana dibelakangnya terdapat Lautan Kebijaksanaan, dimana dibelakangnya terdapat pula Lautan kekuasaan / kehebatan Allah yang maha Kuasa. Allah telah menganugerahkan kehormatan pada anak anak Adam,dan menyediakan mereka Lautan Lautan kehormatan yang tidak terhitung…

Kamu tidak boleh mendakwa mengetahui segalanya dalam Islam! Nabi2 yang diutus membawa pelajaran dan pesanan2 yang berbeza, sepertinya juga setiap kitab2 suci yang diturunkan, membawa wawasan dan kunci2 untuk pemahaman yang berbeza. Seorang Nabi kemungkinan tidak tahu apakah yang dibawa oleh seorang Nabi yang lain untuk umatnya/pengikutnya. Jadi jika ada terdapat hal-hal yang para Nabi2 tidak mengetahui, bagaimana pula ada sebahagian para Cendekiawan hari ini menggelarkan diri mereka sebagai ensiklopedi Islam?, Para Ulama Salafi ini, menolak ajaran Tariqah, menyebutnya sebagai bidaah, yang menyedihkan, mereka tidak sedar, tidak mengerti bahawa cara merekalah yang di tolak/tentang. Mereka percaya mereka telah memahami tafsir yang paling unggul (elaborasi/penjelasan) dari Al Quran, dan bila terdapat sebuah tafsir yang baru dari mana mana Ayat, mereka mula rasa curiga dan menolaknya. Ulama sedemikian akan memikul bebanan yang amat berat dibahu mereka, kerana mereka menggelarkan diri sebagai seorang yang cerdik pandai / berpelajaran / berpengetahuan tinggi, jadi mereka bertanggungjawab untuk membimbing pengikut2 mereka. Jika mereka tidak menjalankan amanah tersebut, mereka akan di hukum oleh Allah dengan hukuman yang lebih berat dari yang dikenakan atas orang biasa.

Wahai orang orang yang beriman, rendahkan dirimu! Kamu mesti mengaku pada dirimu, yang kamu sentiasa memerlukan bimbingan dan bantuan. Didalam setiap Ayat di kitab Suci Al Quran, terdapat Lautan Ilmu (bimbingan) yang tidak terhitung, setiap satu Lautan itu tidak ada dasarnya dan tiada pantai yang wujud. Adalah satu kebodohan dan perbuatan yang sia sia, untuk cuba menyekat penjelasan pada hanya apa yang telah kamu pelajari sahaja. Bagaimana mungkin sebutir atom dapat mengerti / memahami sebuah Lautan? Maulana bertanya. Manusia diibaratkan seperti sebutir atom, tetapi mereka punya keberanian untuk menolak selautan yang dipenuhi dengan ilmu Ilahi. Sebutir atom mungkin dapat mengerti tentang dirinya, tetapi ia tidak akan mungkin dapat memahami tentang Lautan lautan atom yang lainnya. Sama seperti seorang manusia yang dapat memikul segala bebanan dalam hidupnya sendiri, tetapi pasti tidak akan sanggup memikul bebanan seluruh manusia.

Lihatlah betapa juta banyaknya buku2 yang di karang untuk menerangkan makna Ayat2 yang terkandung didalam hanya sebuah kitab, iaitu kitab suci Al Quran! Sebanyak mana manusia menulis, Allah membuka lebih dan lebih lagi Rahasia Al Quran, akan tetapi, kesemua yang telah ditulis/dikarang dan yang dapat difahami manusia hanyalah seperti sebutir atom sahaja dibandingkan dari selautan luas kefahaman! Manusia harus sedar betapa kerdil dan lemahnya mereka…seperti sebutir atom yang jatuh ke dalam sebuah Lautan, ianya akan hilang lenyap begitu sahaja. Tetapi Allah telah menjanjikan/bersumpah bahawasanya Dia telah mengangkat Bani Adam yang kerdil/kecil dan tidak berdaya ini, sebagai seorang Khalifa, dan diberikan kepadanya kehormatan yang tidak tertanding!

Apakah Ringkasan/rangkuman, tujuan utama keseluruhan Syariah Islam? Ianya agar, hari demi hari, ego kamu bertambah lemah dan lemah, sehingga akhirnya ego mu menyerah. Pada ketika itulah, kamu akan berkata,“Aku menyerah…ya Tuhanku!” Kamu harus menyerahkan diri pada kehendakNya. Berserah dan tunduk dengan tawadduk! Jangan melawanNya, jangan melawan kehendakNya, kamu tidak akan menang, kamu tidak boleh menang!
Jika kamu telah diberi petunjuk oleh Allah untuk mendapatkan seorang guru/pembimbing yang benar, jangan berdiam diri. Jangan menyembunyikan diri, maju kehadapan dan istiharkan pada semua , “ Orang ini berkata yang benar,ikutilah dia!” agar mereka semua dapat di beri bimbingan ! perintah Allah.

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰ‌ۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٲنِ‌ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ‌ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ

Hendaklah kamu bertolong-tolongan untuk membuat kebajikan dan bertakwa dan janganlah kamu bertolong-tolongan pada melakukan dosa (maksiat) dan pencerobohan dan bertakwalah kepada Allah, kerana sesungguhnya Allah Maha Berat azab seksaNya (bagi sesiapa yang melanggar perintahNya). (Surah Al-Ma'idah 5:2)

Maulana berkata, ini adalah satu perintah (wata’aa wanu) kamu harus membantu dalam kabaikkan. Bantulah untuk sebarkan segala pelajaran dan pesanan ini, dan kamu akan diangkat serta dianugerahkan kehormatan yang tiada batasannyanya. Sebarkanlah pelajaran ini, dengan apa cara sahaja yang kamu mampu dan kamu miliki, sebarkanlah dan bawalah segala ajaran yang benar ini kepada setiap insan di muka bumi ini. “Bantulah saya (untuk menyebarkan ajaran2 ini),” kata Maulana, “Jangan menentang saya.” Sesiapa yang menentang sesama manusia, adalah syaitan.

يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعۡبُدُواْ ٱلشَّيۡطَـٰنَ‌ۖ

Bukankah Aku telah perintahkan kamu wahai anak-anak Adam, supaya kamu jangan menyembah Syaitan? Sesungguhnya dia musuh yang nyata terhadap kamu! (Surah Ya-Sin 36:60)
Musuh Utama Bani Adam adalah syaitan. Jadi sesiapa yang memusuhi sesama manusia adalah syaitan juga. Kamu harus membantu satu sama lain dalam kabaikan, dan menghormati satu sama lain, kerana manusia telah di anugerahkan kehormatan yang tidak terfikir hebatnya. Ianya merupakan satu kehormatan yang tidak ada batasannya yang di beri pada setiap diri kamu. Tetapi alangkah pelik nya, manusia hanya menujukkan penghormatan pada para Raja2, ketua2 negara, orang2 kaya dan ternama. Apakah itu perintah Ilahi? Ramai orang2 yang sedemikian yang tidak mengambil berat dan melakukan yang terbaik terhadap sesama warga/bangsanya. Mereka lebih suka dipuja/disanjung oleh orang2 bawahan mereka! Siapakah yang memberi mereka hak/kebenaran untuk memperkecilkan/memalukan orang? Ramai orang2 yang berpengaruh/berkuasa menyalahgunakan kuasa mereka terhadap orang2 dibawah jagaan mereka, sehingga mereka dibenci . Adakah perintah untuk berbuat demikian terdapat didalam Kitab2 suci yang diturunkan? Diatas perintah siapakah mereka diberi keizinan untuk melakukan kekejaman terhadap orang2 dibawah jagaan mereka, sedangkan Allah telah berikan mereka( yang dizalimi itu ) kehormatan?

Allah telah menganugerahkan kehormatan yang sebegitu rupa untuk manusia, jadi tiada sesiapapun yang punya kebenaran untuk menjatuhkan maruah, mengaibkan maupun merendahkan orang lain.Tetapi sayangnya ramai yang berkelakuan sedemikian, sebab itulah Nabi (saw) bersabda, “Selepas pemerintahan Raja2, akan berkuasa para penzalim.” Penzalim2 itu nantinya akan menyebarkan rasuah/korupsi di merata dunia. Rakyat dikebanyakkan negara2 serata dunia, tidak berpuas hati atas pemerintahan para penzalim2 tersebut didalam negara mereka. Mereka menjadi mangsa penindasan, penganiayaan dan diskriminasi. Penguasa2 zalim ini malah menghancurkan rakyat yang lemah dengan penuh kekejaman. Kamu melihat semakin banyaknya protes dan demonstrasi ( tunjuk perasaan ), Maulana meluahkan kebimbangannya , ditakuti akan terjadi dari tunjuk perasaan / demonstrasi ini, berubah menjadi satu keganasan / kekerasan.

Rakyat yang tertindas akan menjadi lebih berani untuk menjatuhkan/menundukkan pemimpin mereka yang zalim dan menjadikan mereka hiasan awam. Lihatlah kitaran kekerasan dan kezaliman – jika seorang pemimpin itu memerintah dengan kezaliman, rakyat pasti akan memberontak dan rusuhan/kekacauan akan bermula. Tidak ada manusia yang punya kekuasaan untuk memperlakukan manusia lain dengan cara yang tidak berperikemanusiaan. Sesiapa yang memperlakukan manusia dengan kekejaman, pasti akan menerima balasan dan kemurkaan dari Ilahi.

Maulana berkata, “Saya rasa sungguh menyesal dan sangat sedih.” Ini keranaRasulullah (saw) diutus dengan membawa mesej keamanan, tetapi mesej tersebut ditenggelami dalam kejahilan mereka yang cetek pemahaman.Rasulullah bersabda didalam sebuah hadis, “Aslim taslam”– -Mereka yang tunduk dan menyerah (dalam Islam), akan mencapai keamanan dan keselamatan. Islam adalah keselamatan. Jadi datanglah. Datang dan menyerah kepada Allah, pada perintah Tuhanmu, dan kamu akan berada didalam keselamatan serta Perlindungan Ilahi di dunia dan akhirat.
Fatihah

Selasa, 30 November 2010

Cahaya Cinta

oleh Kiai Budi pada 28 November 2010 jam 20:46

Sedulurku tercinta,mungkin orang banyak yang jenuh lalu bosan dan apatis terhadap sejarah yang carut marut,dimana wajah anggun peradaban seolah lenyap dan tinggal kenangan.
Kekerasan demi kekerasan menghiasi bumi,negara,keluarga dan diri sendiri,sehingga kesantunan hidup musnah dan nampaklah wajah beringas sebagai letupan kemarahan--mudah tersentil.

Seolah keadaan ini mengotori kehidupan secara luas,tetapi tidak bagiku,kehidupan yang dicipta dengan cintaNya ini akan selalu memilki harmoni,sementara kotoran itu akan dikembalikan kepada siapa yang mengotorinya.
Aku mendengar banyak orang yang gelisah dan tidak tenteram,aku mendengar keluarga yang terkoyak,aku mendengar kampung yang bentrok gara-gara pesoalan yang tidak jelas jluntrungnya,aku mendengar antar desa saling perang,aku mendengar antar wilayah porak poranda karena permusuhan,aku mendengar antar negara bersitegang karena perang berbagai kepentingan,aku mendengar,aku mendengar,aku mendengar.

Agama yang notabene menentramkan manusia ternyata diperalat juga untuk membenarkan konflik itu sehingga keadaan menjadi tambah tak terkendali,semua berujung kepada tragedi kemanusiaan: terkoyaknya jiwa-jiwa dan raga-raga.Ada sebuah syair yang mengatakan: aku heran ada orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk,tetapi aku lebih heran lagi ada orang yang membeli dunia dengan agama,yang lebih mengherankan lagi dari keduanya adalah orang yang menjual agamanya dengan dunia,yang lain adalah orang yang menghutangkan agama itu--inilah yang lebih mengherankan lagi.Dalam kaitan ini Rumi menyatakan:pertengkaran orang dewasa itu sama tidak berartinya dengan pertengkaran dunia kanak-kanak.Bahkan beliau menyatakan juga bahwa induk dari segala berhala adalah apa yang disebut:aku atau kami.Adalagi syair Jawa yang menyatakan bahwa b anyak orang yang tahu tentang dalil-dalil tetapi suka mengkafirkan pihak lain,sementara kafirnya diri sendiri tidak sempat digubris,kafirnya diri sendiri ini bentuknya adalah kotornya hati dan akalnya itu.

Bukankah dalam realitas sosial sering terdengar: aku harus menang dan harus kuasa,hal ini menjadi ruh terjadinya konflik berkepanjangan,rumit dan jlimet itu.Bukankah dalam banyak kasus bentrok itu bagian dari pertentangan yang saling mencari klaim: kami harus menang dan harus kuasa,hal ini menjadi pembangkit peperangan yang tidak lucu itu.Dimanakah "kita" dalam pengertian kebersamaan itu?Kita dalam komitmen sama-sama makhluk Sang Khalik,yang harus saling mengenal anatar pribadi,suku dan bangsa itu.Kita dalam pengertian sebagai keluarga Tuhan semua,sebagaimana firmanNya itu: semua makhluk adalah keluargaKu.Ternyata aku lihat semua bentrok itu berada dalam lapisan buih--kalau diibaratkan samodra,dan buih itu semua berada di pinggir-pinggir pantai,di manapun--kata Rumi--kalau di pinggir pantai yang akan ditemukan adalah penjajah demi penjajah-- yang hanya berbicara kuasa bukan cinta.

Dalam sunyi di kedalaman semesta ternyata masih aku temukan butiran mutiara-mutiara yang tak terhingga banyaknya,dari sinilah aku selalu yakin terhadap cinta itu selalu ada dan abadi.
Dan buih yang terapung itu ternyata akan lenyap lalu menjadi butiran-butiran pasir di pinggir pantai yang indah juga--di tanganNya.Cinta akan mensucikan segala yang najis,cinta akan mendekatkan segala yang jauh,cinta akan medamaikan segala yang konflik,cinta akan mewangikan segala yang busuk,cinta akan meringankan segala yang berat,cinta akan menyembuhkan segala yang sakit,cinta akan memaafkan segala yang salah,cinta akan meng-emaskan segala yang tembaga,cinta akan menyambung segala yang putus,cinta akan memudahkan segala yang sulit,cinta akan memaniskan segala yang pahit,cinta akan menggembirakan segala yang menyusahkan,cinta akan mensenyumkan segala tangisan,cinta akan mensahayakan segala raja,cinta akan,cinta akan,cinta akan......

Kawan-kawan,sudah saatnya segala bentuk kekerasan dan pertentangan harus dihentikan,lebih-lebih kekerasan bernuansa agama dengan cahaya Cinta,di tengah puing peradaban jangan putus asa karena selalu ada cahaya,di tengah porandanya sejarah jangan putus harapan karena selalu ada harapan itu sendiri,abadi...

Senin, 29 November 2010

Keteladanan Dalam Totalitas Sahabat Abu Bakar


Antara satu sahabat dan sahabat yang lainnya memiliki keutamaan yang berbeda-beda. Tapi pasti masing-masing sahabat mempunyai sirrul A’dzom, keutamaan yang luar biasa. Keutamaan sahabat Abu Bakar, Sahabat Umar, Sahaba Utsman, Sahabat Ali semuanya hakikatnya adalah untuk umat. Bahkan kelemahan mereka adalah untuk umat. Mohon sampai sini tidak disalah pahami.

Pada uraian sebelumnya saya membahas tentang sahabat Abu Bakar. Sahabat Abu Bakar ini adalah sosok yang pengabdiannya pada agama dan pada Nabi Saw sangat total. Sebagai ilustrasi kita merujuk pada peristiwa Hijrah Nabi Saw. Bermula ketika di Gua Tsur Sayidina Abu Bakar Sidiq menutup lubang-lubang yang ada di gua itu dengan pakaian beliau, ketika masih ada lubang yang tersisa, terpaksa lubang tersebut beliau tutup dengan jempol kaki beliau.

Sebab biasanya lubang-lubang di Gua di huni oleh hewan-hewan berbisa, seperti ular, kala jengking dan binatang lainnya. Kehawatiran Sayidina Abu Bakar terjadi, jempol beliau dipatuk ular (menurut pendapat lain oleh kala jengking). Beliau menahan sakit yang luar biasa itu sampai tubuhnya gemetar, keringat bercucuran. Beliau tahan agar tidak mengganggu Nabi Saw yang sedang tidur, sedang isirahat.

Demikian akhlak, pengorbanan Sayidina Abu Bakar Sidiq terhadap Nabi Saw, sampai seperti itu. Kalau kita ke kiai kita sendiri ketika kiai kedatanga tamu, padahal kiai sedang tidur, kita berani menetuk pintu kamarnya. Anak terhadap orang tuanya juga demikian. Adab atau tatakrama Sahabat Abu Bakar pada Rasulullah Saw seperti itu. Teladan Sahabat Abu Bakar itu sangat luar biasa, teladan pengabdian umat pada Nabinya.

Ini sebenarnya teladan bagi kita semua untuk mengabdi pada guru, sesuai kemampuan kita. Pengabdian pada guru bisa mengantarkan pada futuh (dibuka pemahaman terhadap ilmu dan diberikan taufiq untuk mengamalkannya), sebab manfaatnya ilmu tidak terkait dengan kepintaran pelajar sendiri. Umpanya kalau di pesantren tidak sedikit santri yang hafal kitab Ibnu Aqil, Amrithi nya luar biasa, penguasaan ilmu alatnya tidak diraukan, tapi ilmunya tidak manfaat.

Keistimewaannya Sahabat adalah mereka memiliki Akbarul Mafatih, sahabat mempunyai kunci futuh yang sangat sangat isimewa, sangat luar biasa. Sebab itu alimnya tidak seberapa tapi manfaatnya luar biasa. Kita sekarang mempunyai kitab menumpuk, tafsir Al Quran ada ribuan jilid dengan judul dan pembahasan yang beraneka ragam, adapaun sahabat pengetahuan agamanya hanya menunggu dari apa yang disampaikan Nabi Saw, menunggu wahyu turun. Ilmunya pasa-pasan.

Tapi maqomah (kedudukan) ilmu yang sedikit itu bisa menjadi luas luar biasa. Seperti garam yang menyebar dan menyatu di lautan luas. Makanya sebodoh-bodoh-nya Sahabat tetep alim, sebodoh-bodohnya sahabat adalah seorang ‘Arif. Se-agung dan setinggi-tinggi-nya pangkat wali pada umat ini tidak dapat mengalahkan keutamaan sahabat yang sangat bodoh. Sahabat itu demikian adanya dan diberi futuh yang sangat besar oleh Allah Swt.

Kembali ke kisah tadi diatas. Setelah Nabi terjaga dan tahu apa yang terjadi pada Sayidina Abu Bakar, Nabi Saw mendoakan Sayidina Abu Bakar. Nabi Saw membacakan fatihah, setelah di bacakan fatihah jempolnya Sayidina Abu Bakar yang membengkak pulih seperti semula. “Abu Bakar Sidiq, kamu akan mati syahid sebab kejadian ini, dan keturunanmu akan menjadi para syuhada...”. Doa Nabi ini terbukti. Saya kasih contoh dua saja. Pertama Sayidi Syaikh Muhyidin Ibnu ‘Arobi, beliau ini keturunannya Sayidina Abu Bakar, yang kedua Sayid Bakri yang mempunyai Sholawat Fatih; Allahumma Sholi ‘Ala Sayidina Muhammad Al Fih lima ugliq, wal Khotimi lima sabaq, nashiril Haq bil Haq walhadi ila Sirotil Mustaqim Sholollahu alaihi wa ala alihi wa ashabibi haqqo qodrihi wamiqdarihil al Adzim.

Di Mesir, Yaman dan dibelahan bumi manapun siapa yang tidak kenal kebesaran Sayid Bakri siapa. Wali Agung, Mursyid Thoriqoh Kholwatiyyah. Dan siapa yang tidak tahu akan kehebatan Syaikh Muhyidin Ibnu ‘Arobi. Kitab-kitabnya sangat banyak, seperti Futuhat Al Makiyyah yang berjilid-jilid, al Washoya dan lain-lain. Selain banyak, karang beliau terkenal sulit, seperti Futuhat Al Makiyyah. Karena itu tidak sedikit para ulama demi kehati-hatian melarang orang yang belum mumpuni ilmunya membaca kitab itu. Karena untuk memhami kitab itu perlu menguasai perangkat ilmu-ilmu alat dan syari’at yang cukup.

Sayidina Umar juga demikian, wafatnya dibunuh, seperti sebab wafatnya Sayidina Abu Bakar adalah terkena racun waktu di gua Hiro itu. Kenapa ulama, aulia yang pangkatnya sedemikian besar seperti beliau wafatnya mengenaskan seperti itu. Itu bukti pengabdian beliau-beliau untuk umat ini, untuk Rasulullah Saw. demikian juga dengan wafatnya Sayidina Utsman, Sayidina Ali, Sayidina Hasan, dan Sayidina Husain serta ulama-ulama lainnya.

Oleh sebab itu kita jangan sekali-kali membenci salah satu dari para Sahabat. Banyak yang wajahnya bercahaya kemudian wajahnya menjadi butek, karena berkomentar tentang kejadian yang terjadi diantara para sahabat Nabi, yang kita sama sekali tidak tahu kejadian sebenarnya bagaimana. Wallah ‘A’lam.

Minggu, 07 November 2010

Kedatangan Kembali Nabi Isa as ibn Maryam

Mawlana Syaikh Hisyam Kabbani ar-Rabbani qs

Dari Buku Kiamat Mendekat

(The Approach of Armageddon, by Shaykh Muhammad Hisham Kabbani)





Bismillah hirRohmanniRohim



Kembalinya Nabi Isa ibn Maryam as dan Tanda Kiamat



Turunnya Nabi Isa ibn Maryam as ke bumi dari langit dijelaskan dalam berbagai hadis Nabi. Nawâs ibn Sama‘ân meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: ‘Îsâ ibn Maryam akan turun di menara putih di sebelah selatan Damaskus … sambil meletakkan kedua tangannya di sayap dua malaikat. Ketika ia menundukkan lehernya, butiran keringatnya akan jatuh menetes dari kepalanya, dan ketika ia mengangkatnya kembali, butiran laksana mutiara akan bertebaran keluar dari kepalanya. Setiap orang kafir yang mencium wangi tubuhnya akan mati dan tarikan napasnya akan mencapai jarak sejauh mata memandang.”



Nabi saw. menggambarkan turunnya Nabi Isa as di menara putih di sebelah selatan Damaskus. Menara tersebut merupakan bagian dari apa yang kita kenal dengan Masjid al-Umawi. Dari sana, ‘Îsâ, bersama-sama dengan al-Mahdî, akan memimpin orang-orang beriman untuk menghadapi Dajal, Sang Anti-Kristus. Dalam hadis lain, Nabi saw. bersabda: Orang-orang Islam akan berbaris lurus untuk melaksanakan salat.



‘Îsâ ibn Maryam akan turun dan memimpin salat. Ketika musuh terkutuk, Dajal, melihatnya, ia akan larut seperti garam dalam air. Jika ‘Îsâ membiarkannya, ia akan sepenuhnya larut (dan tewas), tetapi Allah akan membunuhnya melalui tangan ‘Îsâ. Lalu orang-orang akan melihat darah Dajal di ujung tombaknya. Jâbir ibn ‘Abd Allâh meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: ‘Îsâ akan turun kepada mereka dan pemimpin mereka (al-Mahdî) akan berkata kepadanya, “Pimpinlah salat kami!” Dan dia akan menjawab, “Tidak. Beberapa orang di antara kalian adalah pemimpin bagi yang lainnya. Dengan cara itu Allah telah memuliakan umat ini.”



Ibn Qayyim menjelaskan dalam Manâr al-Munîf bahwa pemimpin dalam hadis ini adalah al-Mahdî, yang akan meminta ‘Îsâ untuk mengimami salat kaum muslim. ‘Îsâ akan hidup di dunia bukan sebagai nabi, melainkan sebagai pengikut Muhammad. Orang-orang Islam akan memandangnya sebagai pemimpin mereka. Menurut al-Syalabî, al-Mahdî akan memimpin umat Islam dalam salat, dan ‘Îsâ akan memimpin umat Islam berdasarkan syariat.



Dalam kitab hadisnya, bab “Turunnya ‘Îsâ ibn Maryam untuk Memerintah berdasarkan Syariat Nabi Muhammad”, Muslim menekankan bahwa ‘Îsâ akan memerintah berdasarkan hukum Islam. Pada kenyataannya, Nabi saw. menjelaskan bahwa ‘Îsâ akan melaksanakan haji, dan dalam perjalanannya ia akan berhenti untuk mengunjungi makam Nabi di Madinah. Abû Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: Sesungguhnya ‘Îsâ ibn Maryam akan diutus sebagai hakim yang bijak dan penguasa yang adil. Dia akan melakukan perjalanan ibadah haji dan datang ke makamku untuk memberi salam, dan aku akan menjawab salamnya.



Allah berfirman: Tidak ada seorangpun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepada ‘Îsâ sebelum kematiannya. Dan di Hari Kiamat nanti, ‘Îsâ akan menjadi saksi terhadap mereka. (Q 4:159). Seperti halnya semua nabi, ‘Îsâ akan turun dengan membawa pesan berupa keharusan tunduk kepada Allah, dan itulah Islam. Ayat tadi menunjukkan bahwa ketika ‘Îsâ kembali ke dunia, ia secara pribadi akan memperbaiki kekeliruan penggambaran dan kesalahan penafsiran tentang dirinya. Ia akan menegaskan pesan sebenarnya yang ia bawa ketika ia menjadi nabi, dan bahwa ia tidak tidak pernah mengklaim sebagai anak Tuhan.



Lebih jauh lagi, pada kedatangannya yang kedua, ia akan kembali menegaskan prediksinya pada kedatangannya yang pertama tentang kesaksiannya terhadap nabi akhir zaman, Muhammad saw. Pada kedatangannya yang kedua, banyak orang nonmuslim yang akan menerima ‘Îsa sebagai hamba Tuhan, seperti yang diyakini oleh seluruh umat Islam.

Ibn ‘Abbâs berkata, “Ketika ‘Îsâ turun ke dunia tidak akan tersisa lagi di muka bumi ini orang yang menyembah tuhan selain Allah, dan semuanya akan percaya kepada Nabi ‘Îsâ as dan meyakininya sebagai ruh Allah dan firman-Nya, hamba dan utusan-Nya.” Pada hari berbangkit, ‘Îsâ akan memberikan kesaksian bahwa pada kedatangannya yang kedua, para ahlulkitab itu benar-benar beriman kepadanya dan kepada Nabi Muhammad saw. Sebaliknya, ‘Îsâ juga akan bersaksi memberatkan orang-orang yang menolak ajarannya, yang mengubah ajarannya dengan mengatakan bahwa dirinya adalah anak Tuhan, dan yang tidak mengakui Nabi Muhammad saw. sebagai nabi terakhir.



‘Îsâ akan memerintah selama 40 tahun, dan bumi akan dipenuhi dengan keadilan dan kebahagiaan. Dalam kitab tafsirnya, Abû Su‘ûd mengatakan, “… pada suatu masa ketika tidak akan ada di bumi kecuali umat yang satu; singa, macan, dan serigala akan hidup berdampingan dengan unta, sapi, dan domba, selama empat puluh tahun. Dan setelah itu ‘Îsâ akan meninggal dunia dan dimakamkan.



Abû Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda: ‘Îsâ akan tinggal di bumi selama 40 tahun dan kemudian meninggal dunia, dan orang-orang Islam akan menyalati jenazahnya. Sepuluh tahun setelah ‘Îsâ wafat, dunia akan kembali dipenuhi dengan kerusakan sehingga tidak ada lagi orang yang mengucapkan Lâ ilâha illâ Allâh, artinya tidak ada lagi penganut tauhid. Ketika ketidakadilan kembali melanda dunia, itulah saat sangat dekatnya Kiamat. Allah akan mengirimkan hembusan angin sepoi-sepoi yang segar lagi semerbak dari surga untuk mengambil jiwa orang-orang beriman.

Jumat, 05 November 2010

"RabbunAllah, HasbunAllah"

Sultan al-Awliya
Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani
29 October 2010 Lefke, Cyprus


As-salaamu `alaykum `ibaadAllah. (Mawlana Syekh berdiri) Ash-shalaat wa 's-salaaam `alaa Sayyidina Muhammad wa `alaa aalihi wa shahbihi wa sallam wa `ala jamii`i 'l-anbiya wa 'l-mursaliin wa man tabi`ahum bi-ihsaanin ila yawmi 'd-diin. (Mawlana Syekh duduk).

Wahai manusia! Hamdanlillah. Wahai para hadirin! Kita berikan takzim tertinggi kita kepada Tuhan kita, Allah (swt), dan salam dan takzim kepada deputi-Nya yang tercinta, Sayyidi 'l-Awwaliin wa ’l-Akhiriin, Sayyidina Muhammad (s)! (Mawlana Syekh berdiri dan duduk) Segala sesuatu harus berada di bawah judul Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim. Kita ucapkan, Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim, dan a`uudzu billahi min asy-Syaythaani 'r-rajiim.

Wahai manusia! Berlarilah dari Setan! Ini adalah hari terbaik, Jumat, di dunia dan akhirat. Jika kalian ingin memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat, hormatilah hari Jumat.

Wahai manusia! Saya adalah orang yang lemah. Sekarang saya datang ke sini untuk Salat Jumat, alhamdulillah. Saya melihat bahwa orang-orang menghadiri Jumat dan kemudian berzikir. Saya hanya akan memberikan nasihat yang pendek hari ini sebagaimana yang mereka kirimkan kepada saya. Pertama-tama, saya duduk di sini dan dua kata telah diberikan kepada saya. SubhaanAllah, seluruh dunia kini berada di bawah tekanan, di antara orang-orang dan di antara satu-sama lainnya. Dan dari langit, ada atharu ghadab, tanda-tanda kemurkaan dari Tuhan Surgawi.

Wahai manusia! Bagaimana kita bisa selamat? Saya hanya duduk di sini dan ada (inspirasi Ilahi) yang masuk ke dalam kalbu saya untuk mengatakan hal ini dengan sangat mudah. Itu adalah sebuah hadiits an-nabawiyyatu 'sy-syariifa, dan semua Anak Adam harus mendengar karena setiap orang berada di bahwa kondisi yang sangat berat dan berada dalam tekanan yang berat! Gunung berapi dan angin topan menimpa mereka, dan jangan pikir bahwa angin topan itu hanya melanda Amerika. Segala sesuatu akan terjadi berdasarkan perintah surgawi, "Pergi ke sana dan singkirkan mereka!" Sekarang orang-orang sedang gemetar, mengapa? Mungkin akan terjadi gempa bumi, tak ada yang tahu apakah akan terjadi banjir yang akan menghanyutkan segalanya. Mungkin akan ada badai yang lebih besar dan lebih dahsyat, datang dan memusnahkan segala sesuatu. Kini orang juga takut di mana-mana ada gunung berapi. Jika orang berada dalam ketakutan mendalam terhadap bom nuklir, apa itu? Itu adalah mainan untuk anak-anak (dibandingkan dengan apa yang Allah (swt) dapat kirimkan kepada mereka)! (Mawlana Syekh tertawa) Badai dapat mendatangi reaktor nuklir dan memusnahkan mereka. SubhaanAllah. Allah! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Hasbun Allah, RabbunAllah. HasbunAllah, RabbunAllah. HasbunAllah, RabbunAllah. (Mawlana Syekh berdiri dan duduk) Laa ilaaha illa-Llah. Subhaan Sen. Sultaan Sen.

Ayyuhal `ulama! ulama-ulama Arab, ulama-ulama Hind (India?), ulama-ulama Yaman, ulama-ulama Syam, ulama-ulama Baghdad, ulama-ulama Mesir, ulama-ulama Libya! Dengarlah, wahai ulama! Saya tidak mengatakan "ulama-ulama Salafi" sekarang, selesai! Ulama-ulama! Saya berusaha untuk menjadi rabbani, tetapi saya lemah. Saya berusaha untuk mengikuti mereka.

Wahai manusia! Berusahalah untuk mengikuti rabbaaniyiin, orang-orang yang berada di jalan Tuhan Surgawi! Masyaa-Allah, masyaa-Allah. Karuniakanlah kepada kami, yaa rijaalAllah! Dan saya bicara dua kata kepada seluruh manusia di dunia. Itu adalah wasiat, nasihat dari Nabi Penutup (s)!

SubhaanAllah! Bagaimana ini datang kepada saya? Saya tidak memikirkannya, karena setiap orang meminta perlindungan dan Nabi Penutup (s) memberikannya kepada manusia. Bagaimana itu bisa terjadi? Kaana Rasuul shalaat was salaam `alay, kaana ar-rasuul shalawaatullah wa salaamahu `alayh, maa naqatu wa raghu ibn `amuhu Sayyidina `Abbas. Hadiits syariif, itu melalui ulama-ulama kita, bahwa Rasulullah (s), (Mawlana Syekh berdiri dan duduk) telah siap dan berkata, "Wahai sepupuku! Kau meminta untuk berada di bawah lindungan Ilahi di dunia dan akhirat. Ahfizhillah yahfazhak, ‘Jagalah Allah, Allah akan menjagamu.' Kullu 'l-`uluum hunaak, ‘Setiap ilmu ada di sini.’ Jagalah kehormatan tertinggi kepada Allah (swt)! Hormatilah Allah (swt) dan Allah (swt) akan melindungi kalian di dunia dan akhirat. Jangan khawatir! Selesai!"

Wahai ulama-ulama! Katakan ini kepada para pengikut kalian di seluruh timur dan barat. Wahai Umat Kristen! Katakan hal ini kepada para pemimpin, Paus yang suci! Saya memintanya untuk menerjemahkan apa yang saya katakan, apakah itu benar atau tidak. Jika itu benar, mereka harus berkata kepada umat mereka, "Wahai manusia! Tetaplah berada di jalan yang benar, jalan yang aman, jalan yang bersih. Kalian harus meninggalkan gaya hidup yang sekarang kalian jalani, karena itu adalah gaya hidup terburuk. Jika kalian ingin selamat di dunia dan akhirat, hormatilah Tuhan kalian, Allah (swt)." Allahu Akbar. (Mawlana Syekh berdiri dan duduk).

Ayyuhal patriarkat (merujuk pada tokoh atau uskup agung--penerj.) dan juga orang-orang suci, rabbi kepala! Jika saya mengatakan sesuatu yang salah, katakan, "Syekh berbicara hal yang salah." Apa yang tertulis di Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru? Apakah mereka mengajarkan manusia? Seluruh kitab suci mengajarkan, "Wahai manusia! Jagalah kehormatan dan kepatuhan dalam Hadirat Ilahi. Orang-orang yang patuh akan selamat, dan bagi orang-orang yang tidak patuh, hanya akan mendapat ketakutan di dunia dan akhirat."

Ini, saya pikir, waaridun min as-samaa, inspirasi Ilahiah ini baru saja masuk ke dalam kalbu saya. Dapatkah seseorang mengatakan tentang hal ini? Tidak bisa! Tidak bisa! Seluruh agama memanggil manusia dan seluruh nabi berseru kepada manusia, "Wahai manusia! Jadilah hamba yang patuh terhadap Tuhan Surgawi dan kalian akan memperoleh hidup yang manis di dunia dan Kehidupan yang abadi di akhirat. Jagalah kehormatan terhadap Tuhan kalian dan berusahalah untuk menjadi hamba-hamba yang patuh, dan waspadalah jangan sampai menjadi tidak patuh. Setiap masalah, azaab, segala macam hukuman akan menimpa mereka yang tidak patuh!"

Wahai orang-orang terpelajar! Kalian harus mendengarkan hal ini dan kalian harus berusaha untuk membuat para pengikut kalian menjadi hamba yang patuh! Jika kalian bersikeras ingin menjadi oang yang tidak patuh, kalian akan selalu berada dalam hidup yang penuh ketakutan. Ketika hukuman datang kepada kalian, kalian akan ketakutan, dan tidak ada lagi hidup yang manis bagi mereka. Tetapi bagi orang-orang yang patuh, mereka dapat tidur, dan tidak pernah berpikir bahwa gempa bumi akan menimpa mereka, atau banjir, atau kebakaran atau angin topan, karena itu tidak akan menyentuh mereka.

Wahai manusia! Peganglah nasihat ini. Kalian tahu, saya berusaha untuk menjadi orang yang patuh. Jangan biarkan orang-orang yang tidak patuh menjadi pemimpin kalian; ini juga sangat penting. Wahai manusia! Jangan biarkan orang-orang yang tidak patuh, dan orang-orang kafir menjadi penguasa kalian. Jika kalian merasa takut terhadap mereka, kalian harus mengucapkan,

RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.
RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.
RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.
RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.

Jika semua orang yang hidup, misalnya di suatu negeri mengucapkan, RabbunAllah HasbunAllah, para tiran, penindas di sana pasti akan jatuh! Jika ahl 'usy-syaam (orang-orang Damaskus) mengucapkan, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah selama empat puluh hari, jabaabira itu, tiran itu akan jatuh! Jika ahlu 'l-Iraq (orang-orang Irak) mengucapkan, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah; selama empat puluh hari, pasti akan terjadi perubahan. Jika ahlu 'fars (orang-orang Persia) mengucapkan RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah, RabbunAllah HasbunAllah, Allah akan mengubahkan dalam empat puluh hari, di mana-mana!

Wahai manusia! Kami memberi kalian suatu kekuatan yang tidak disangka-sangka! Kekuatan ini melebihi kekuatan nuklir mereka! Yaa Rabbii, syukr. Jika orang-orang Turki ingin selamat dan menghilangkan jabaabira, tiran, seluruh bangsa harus mengucapkan:

RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.
RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.
RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.
RabbunAllah HasbunAllah. RabbunAllah HasbunAllah.

Ay Rabbimiz! Anta `alam bi haalana, “Wahai Tuhan kami! Engkau Mahamengetahui keadaan kami.”
Yaa musabbib al-haal wa 'l-ahwaal qawwiyy da`fana hatta nakuun mujtahidiin fii tha`atika wa `ibadatik, “Wahai Pengirim Sebab! Kuatkanlah kelemahan kami hingga kami menjadi pekerja keras dalam kepatuhan dan peribadatan kepada-Mu."

Yaa Rabbi 'l-`izzat wa 'l-`azhamat bi jaahi nabbiyina, nabi ar-rahmah, Sayyidi 'l-Awwaliin wa ’l-Akhiriin, bi hurmati 'l-Fatihah.