Dunya Bergerak Menuju Akhirnya
Sultan al-Awliya Mawlana Shaykh Nazim al-Haqqani qs
8 January 2011 Lefke, Cyprus
http://sufilive.com/_Sohba-3024.htm
A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.
Sejak awal hingga sekarang, begitu banyak peristiwa terjadi sejak masanya Adam, semoga kedamaian tercurah kepadanya. Kini dunia semakin tua, tua, tua dan berakhir, kini ia tengah mencapai stasiun terakhirnya. 124,000 nabi telah datang dan berlalu. Kini adalah periode Nabi Penutup, Yang Terakhir, tidak ada lagi nabi setelahnya. Nabi (saw) bersabda bahwa periode beliau akan berlangsung selama seribu lima ratus tahun. Kini kalender Islam telah mencapai 1432 tahun; hanya enam puluh lima tahun lagi usia bumi yang tersisa. Oleh sebab itu, begitu banyak masalah yang mulai terlihat. Semoga Allah (swt) melindungi kalian.
Ini adalah bulan sabitnya bulan Shafar. Ini adalah bulan yang berat, kini ia datang dengan cepat. Sekarang adalah hari ketiga dan setelah hari keduapuluh bulan Muharram hal-hal yang aneh mulai terjadi, dan berbagai masalah dengan
cepat menimpa manusia. Setiap hari kejadian yang tak terduga terjadi. Tidak ada yang dapat membayangkan bahwa Australia dapat terendam air sedalam 12 meter!
Ini tidak pernah terjadi sebelumnya, tidak ada yang dapat tinggal di sana; jika mereka mengetahui hal ini sebelumnya, mereka akan pergi dari Australia. Di Amerika, Eropa, Islandia, Amerika Selatan, Asia Selatan, berbagai peristiwa yang
tak terduga terjadi setiap hari.
Setengah penduduk Bumi akan binasa; jika ada lima milyar, tiga milyar akan binasa. Begitu banyak peristiwa yang akan terjadi. Burung-burung jatuh dari langit dalam keadaan tewas, ikan-ikan mati di lautan, banjir, kebakaran, gempa
bumi, hujan lebat, salju yang tebal, dan kini orang-orang begitu ketakutan!!
(Doa)
© 2011 Sufilive. Transkrip ini dilindungi oleh Hak Cipta Internasional. Bila Anda ingin menyebarkan artikel ini, tuliskanlah sumbernya, yaitu Sufilive dan berikan alamat URL http://sufilive.com/_Sohba-3024.html. JazakAllahu khayr.
Sabtu, 15 Januari 2011
Bulan Syafar Bulan yang Sangat Berat (Shafar is The Heaviest Month)
Bulan Syafar Bulan yang Sangat Berat (Shafar is The Heaviest Month)
Bulan Syafar Bulan yang Sangat Berat
Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani (q)
Lefke, Siprus, Jumat, 7 Januari 2011
Diambil dari www.sufilive.com
http://www.eshaykh.com/
Dastuur yaa RijaalAllah, madad. As-salaamu alaykum.
(Mawlana Syekh berdiri)
Allahu Akbar, Allahu Akbar la ilaha ill Allah....Alfu shalaat, alfu salaam alaa Sayyidina Muhammad, wa ‘aalihi wa shahbihi....A’udzubillaahi minasy syaythaanir rajiim. Bismillaahir Rahmaanir Rahiim
(Mawlana Syekh duduk)
As-salaamu alaykum yaa ibaadAllah wa rahmatullahi wa barakatuh. Wahai manusia berusahalah selalu untuk mengucapkan "as-salaamu alaykum". Salam itu membawa keselamatan bagi kalian dan bagi semua orang. Kini orang lupa untuk mengucapkan as-salaamu alaykum. Nabi Penutup (saw) bersabda bahwa ad-diinu nasihah, agama adalah nasehat, agama yang dibawa dari langit melalui para nabi untuk manusia bertujuan untuk membuat manusia berada di jalan yang benar dan untuk menjadikan mereka orang-orang yang bersih, karena Allah (swt) ingin agar hamba-hamba-Nya bersih. Orang-orang yang bersih akan masuk ke Surga dan orang-orang yang kotor mereka akan masuk ke Neraka.
Wahai manusia, kini kita telah mendekati Hari Kiamat, Yaum al-Qiyamah, hari demi hari kita semakin dekat dengan Hari Kiamat. Hari Kiamat adalah suatu periode dari dunia ini dan orang-orang yang tinggal di planet ini akan dipanggil untuk
Penghisaban Terakhir. Atau Hari Perhitungan di mana Allah akan menanyakan apa yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya selama hidup mereka di planet ini.
Allah (swt) mengutus 124.000 Nabi sebagai pemberi peringatan, para nabi mengingatkan manusia, agar mengerti apa misi mereka di planet bumi ini. Segala sesuatu telah dikirim kepada manusia di setiap waktu selalu ada pemberi peringatan yang pertama dan juga seorang nabi atau utusan pertama bagi manusia adalah manusia pertama, kakek
moyang kita, Sayyidina Adam (as). Sejak zamannya hingga zaman Nabi Penutup (saw), Rasul Terakhir (Mawlana Syekh berdiri), Sayyidina Muhammad (saw), (Mawlana Syekh duduk)
Nabi Penutup (saw) sebagai Nabi terakhir, penutup para nabi, beliau saw adalah utusan terakhir untuk seluruh umat, dan sebagai yang terakhir untuk membuat manusia tahu posisi mereka dan belajar bagaimana mereka harus berurusan dengan Pencipta mereka, Tuhan Surgawi, Allah (swt).
Tetapi kini saya menyesal untuk mengatakan bahwa jumlah manusia kini telah mencapai kurang lebih lima milyar, dan mayoritas manusia yang tinggal di planet bumi ini mengatakan, “Kami telah mengetahui begitu banyak hal yang tidak
diketahui oleh leluhur kami, mereka tidak mencapai ilmu semacam itu.” Mereka pikir bahwa mempelajari teknologi adalah sesuatu yang memberikan kehormatan kepada kalian ketika kalian meninggalkan dunia ini, tidak!
Teknologi semacam itu tidak memberikan kehormatan bagi kalian ketika kalian meninggalkan dunia ini. Dan ketika kalian dipanggil, “Marilah wahai Manusia, datanglah untuk penghisaban kalian di Hadirat Ilahi.” Siapa yang membawa kalian? Karena kalian bukanlah apa-apa, dan kini kalian mengatakan bahwa “Kami adalah sesuatu.” Kalian mengaku sebagai sesuatu padahal dalam sekejap kalian akan menjadi debu, bukan apa-apa. Hanya tinggal sesuatu yang dianugerahkan kepada kalian dari langit, yaitu roh kalian.
Tubuh fisik kita tidak pernah bekerja, tidak pernah melakukan sesuatu, seperti halnya mobil, ia tidak bisa berjalan jika mereka tidak memasukkan bensin kedalamnya. Ketika bensinnya habis, mobil yang paling modernpun yang mereka katakan di tahun 2011 ini, mobil-mobil terbaru yang baru datang, dan mereka telah menantikannya di ruang pamer (showroom), tetapi mereka tidak akan bisa berjalan tanpa bensin. Kalian harus meletakkan sesuatu di dalamnya agar ia dapat berjalan, sehingga dapat membawa kalian dari satu tempat ke tempat yang lain.
Tubuh fisik kita tanpa ruh, ia tidak akan dapat bergerak. Dan ketika periode ruh mencapai titik terakhir, kemudian manusia akan jatuh tak berdaya dan ia meninggal. Lihatlah, kini manusia mengaku bahwa “Kami mengetahui segalanya.” Tetapi kalian tidak mengetahui hal tersebut, karena mereka berkata, “Jika kita tidak bisa melihat atau merabanya, maka kita tidak akan menerimanya bahwa itu ada.”
Itulah keputusan dan pemahaman yang salah dari mereka. Kini kita memohon hal itu dan Tuhan Surgawi akan memanggil setiap orang untuk diperhitungkan amal ibadahnya di Hari Kiamat dan orang-orang di masa sekarang, mereka mabuk, mereka tidak pernah tertarik dengan spiritual, dan ketika mereka tidak tertarik dengan berita-berita langit, maka mulailah beberapa tanda diturunkan kepada mereka untuk membuat mereka tersadar dan mulai berpikir tentang spiritual untuk pahamii atau setidaknya mau memikirkannya.
Kini manusia telah mencapai titik puncak teknologi, tetapi kini di masa ini akan datang begitu banyak peristiwa-peristiwa yang aneh. Orang-orang di bumi akan menjadi bagaikan semut ketika langti menutupi mereka dan mengirimkan sesuatu.
Mereka melarikan diri, tetapi ke mana mereka dapat berlari. Teknologi dan pengetahuan mereka tidak bisa memberikan solusi untuk menyelamatkan mereka.
Kini Eropa mengalami musim dingin yang yang sangat berat dan mereka melarikan diri, ke mana mereka berlari? Mereka tidak pernah memikirkannya dan ada beberapa orang yang mempunyai iraadah, kekuatan pikiran, yang mengirimkan awan tebal dengan jutaan ton salju, bagaimana ini dapat terjadi? Dan di beberapa tempat mereka mengalami banjir dan mereka tidak bisa menghentikannya. Mereka tidak tahu dari mana hal itu berasal dan ke mana mereka pergi, tetapi tetap saja orang lebih peduli untuk mabuk-mabukan di Tahun Baru, perbuatan apakah itu!
Orang-orang mengejar hal tersebut tetapi tidak memikirkan apa yang terjadi di sekeliling mereka sendiri dan setiap orang kini mendengar, melihat, menyaksikan hujan yang turun di benua mereka begitu dahsyat dan mereka tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan hujan itu. Hujan deras akan menjadi banjir, mereka juga tidak bisa menghentikannya, ia akan membawa segalanya. Australia baru saja mengalami hujan lebat padahal sebenarnya di tempat itu, saat ini adalah musim panas. Kami (di Lefke—penerj) sekarang berada di musim dingin tetapi mereka tidak pernah berpikir bahwa di musim panas, banjir tersebut bisa terjadi dan membawa segalanya. Tetapi lihatlah orang-orang ini semua tengah mabuk.
Wahai manusia! Kalian harus berusaha untuk berpikir, bertanya dan belajar untuk mengerti bagaimana peristiwa ini terjadi di planet ini. Tetapi orang-orang saat ini tengah mabuk, pemerintah juga mabuk, kepala pemerintahan mabuk, pria, wanita mabuk dan dunia binatang juga, mereka tidak tahu apa-apa mengenai apa yang akan mereka lakukan.
Wahai manusia! Datang dan dengarkan berita-berita langit dari Nabi (saw), datang dan berusahalah untuk mengerti dan datanglah untuk melakukan yang terbaik untuk diri kalian dan untuk seluruh alam dan makhluk hidup. Jika tidak, mereka semua akan habis. Kami memohon ampunanMu Yaa Robb.
Bulan ini adalah bulan Syafar, ini adalah bulan terberat di antara ke-12 bulan dalam setahun, dan ia sangat terkenal sebagai bulan terberat, mengandung begitu banyak peristiwa yang berat (bala bencana besar). Oleh sebab itu kita telah diperintahkan untuk paling tidak melakukan dua rakaat salat sunah setiap hari, bersujud kepada Tuhan kita untuk meminta ampunan, dan untuk mengucapkan 300 kali astaghfirullah (Ampunillah kami ya Allah).
Wahai Tuhan kami! Kami memohon ampunan-Mu, ampunilah kami agar kutukan itu dapat berubah, membuat kutukan itu
kembali. Jika tidak ada perintah, hari-hari yang akan datang pasti akan lebih jauh lebih sulit.
Wahai manusia! Datanglah dan mintalah ampunan dan letakkan dahi kalian di hadapan Hadirat Ilahi untuk menyelamatkan kalian di dunia dan akhirat. Ucapkan tiga kali, asyhadu an laa ilaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluh dan 300 kali astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah…. setiap hari dan berikan sedekah setiap hari, bahkan bila hanya seratus rupiah, satu paister, atau satu penny atau kurang dari itu, berikan untuk menyelamatkan kalian, untuk anak-anak kalian dan berikan sedekah kalian untuk setiap orang miskin, karena sedekah itu menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat.
Kita adalah hamba yang lemah dan kita berusaha untuk mencapai Timur dan Barat dari bumi ini untuk menyelamatkan manusia dari masa depan yang buruk dan kutukan yang buruk. Semoga Allah mengampuni kita.
Wahai manusia! Mintalah lebih banyak rahmat dari Allah untuk menempatkan kalian di bawah Perlindungan Ilahiah-Nya demi kehormatan Nabi Penutup (saw)
(Mawlana Syekh berdiri), zidhu yaa Rabbb.(Dua) Bi hurmatil fatihah. (Mawlana Syekh duduk kembali)
Wa min Allah at Tawfik
Bulan Syafar Bulan yang Sangat Berat
Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani (q)
Lefke, Siprus, Jumat, 7 Januari 2011
Diambil dari www.sufilive.com
http://www.eshaykh.com/
Dastuur yaa RijaalAllah, madad. As-salaamu alaykum.
(Mawlana Syekh berdiri)
Allahu Akbar, Allahu Akbar la ilaha ill Allah....Alfu shalaat, alfu salaam alaa Sayyidina Muhammad, wa ‘aalihi wa shahbihi....A’udzubillaahi minasy syaythaanir rajiim. Bismillaahir Rahmaanir Rahiim
(Mawlana Syekh duduk)
As-salaamu alaykum yaa ibaadAllah wa rahmatullahi wa barakatuh. Wahai manusia berusahalah selalu untuk mengucapkan "as-salaamu alaykum". Salam itu membawa keselamatan bagi kalian dan bagi semua orang. Kini orang lupa untuk mengucapkan as-salaamu alaykum. Nabi Penutup (saw) bersabda bahwa ad-diinu nasihah, agama adalah nasehat, agama yang dibawa dari langit melalui para nabi untuk manusia bertujuan untuk membuat manusia berada di jalan yang benar dan untuk menjadikan mereka orang-orang yang bersih, karena Allah (swt) ingin agar hamba-hamba-Nya bersih. Orang-orang yang bersih akan masuk ke Surga dan orang-orang yang kotor mereka akan masuk ke Neraka.
Wahai manusia, kini kita telah mendekati Hari Kiamat, Yaum al-Qiyamah, hari demi hari kita semakin dekat dengan Hari Kiamat. Hari Kiamat adalah suatu periode dari dunia ini dan orang-orang yang tinggal di planet ini akan dipanggil untuk
Penghisaban Terakhir. Atau Hari Perhitungan di mana Allah akan menanyakan apa yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya selama hidup mereka di planet ini.
Allah (swt) mengutus 124.000 Nabi sebagai pemberi peringatan, para nabi mengingatkan manusia, agar mengerti apa misi mereka di planet bumi ini. Segala sesuatu telah dikirim kepada manusia di setiap waktu selalu ada pemberi peringatan yang pertama dan juga seorang nabi atau utusan pertama bagi manusia adalah manusia pertama, kakek
moyang kita, Sayyidina Adam (as). Sejak zamannya hingga zaman Nabi Penutup (saw), Rasul Terakhir (Mawlana Syekh berdiri), Sayyidina Muhammad (saw), (Mawlana Syekh duduk)
Nabi Penutup (saw) sebagai Nabi terakhir, penutup para nabi, beliau saw adalah utusan terakhir untuk seluruh umat, dan sebagai yang terakhir untuk membuat manusia tahu posisi mereka dan belajar bagaimana mereka harus berurusan dengan Pencipta mereka, Tuhan Surgawi, Allah (swt).
Tetapi kini saya menyesal untuk mengatakan bahwa jumlah manusia kini telah mencapai kurang lebih lima milyar, dan mayoritas manusia yang tinggal di planet bumi ini mengatakan, “Kami telah mengetahui begitu banyak hal yang tidak
diketahui oleh leluhur kami, mereka tidak mencapai ilmu semacam itu.” Mereka pikir bahwa mempelajari teknologi adalah sesuatu yang memberikan kehormatan kepada kalian ketika kalian meninggalkan dunia ini, tidak!
Teknologi semacam itu tidak memberikan kehormatan bagi kalian ketika kalian meninggalkan dunia ini. Dan ketika kalian dipanggil, “Marilah wahai Manusia, datanglah untuk penghisaban kalian di Hadirat Ilahi.” Siapa yang membawa kalian? Karena kalian bukanlah apa-apa, dan kini kalian mengatakan bahwa “Kami adalah sesuatu.” Kalian mengaku sebagai sesuatu padahal dalam sekejap kalian akan menjadi debu, bukan apa-apa. Hanya tinggal sesuatu yang dianugerahkan kepada kalian dari langit, yaitu roh kalian.
Tubuh fisik kita tidak pernah bekerja, tidak pernah melakukan sesuatu, seperti halnya mobil, ia tidak bisa berjalan jika mereka tidak memasukkan bensin kedalamnya. Ketika bensinnya habis, mobil yang paling modernpun yang mereka katakan di tahun 2011 ini, mobil-mobil terbaru yang baru datang, dan mereka telah menantikannya di ruang pamer (showroom), tetapi mereka tidak akan bisa berjalan tanpa bensin. Kalian harus meletakkan sesuatu di dalamnya agar ia dapat berjalan, sehingga dapat membawa kalian dari satu tempat ke tempat yang lain.
Tubuh fisik kita tanpa ruh, ia tidak akan dapat bergerak. Dan ketika periode ruh mencapai titik terakhir, kemudian manusia akan jatuh tak berdaya dan ia meninggal. Lihatlah, kini manusia mengaku bahwa “Kami mengetahui segalanya.” Tetapi kalian tidak mengetahui hal tersebut, karena mereka berkata, “Jika kita tidak bisa melihat atau merabanya, maka kita tidak akan menerimanya bahwa itu ada.”
Itulah keputusan dan pemahaman yang salah dari mereka. Kini kita memohon hal itu dan Tuhan Surgawi akan memanggil setiap orang untuk diperhitungkan amal ibadahnya di Hari Kiamat dan orang-orang di masa sekarang, mereka mabuk, mereka tidak pernah tertarik dengan spiritual, dan ketika mereka tidak tertarik dengan berita-berita langit, maka mulailah beberapa tanda diturunkan kepada mereka untuk membuat mereka tersadar dan mulai berpikir tentang spiritual untuk pahamii atau setidaknya mau memikirkannya.
Kini manusia telah mencapai titik puncak teknologi, tetapi kini di masa ini akan datang begitu banyak peristiwa-peristiwa yang aneh. Orang-orang di bumi akan menjadi bagaikan semut ketika langti menutupi mereka dan mengirimkan sesuatu.
Mereka melarikan diri, tetapi ke mana mereka dapat berlari. Teknologi dan pengetahuan mereka tidak bisa memberikan solusi untuk menyelamatkan mereka.
Kini Eropa mengalami musim dingin yang yang sangat berat dan mereka melarikan diri, ke mana mereka berlari? Mereka tidak pernah memikirkannya dan ada beberapa orang yang mempunyai iraadah, kekuatan pikiran, yang mengirimkan awan tebal dengan jutaan ton salju, bagaimana ini dapat terjadi? Dan di beberapa tempat mereka mengalami banjir dan mereka tidak bisa menghentikannya. Mereka tidak tahu dari mana hal itu berasal dan ke mana mereka pergi, tetapi tetap saja orang lebih peduli untuk mabuk-mabukan di Tahun Baru, perbuatan apakah itu!
Orang-orang mengejar hal tersebut tetapi tidak memikirkan apa yang terjadi di sekeliling mereka sendiri dan setiap orang kini mendengar, melihat, menyaksikan hujan yang turun di benua mereka begitu dahsyat dan mereka tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan hujan itu. Hujan deras akan menjadi banjir, mereka juga tidak bisa menghentikannya, ia akan membawa segalanya. Australia baru saja mengalami hujan lebat padahal sebenarnya di tempat itu, saat ini adalah musim panas. Kami (di Lefke—penerj) sekarang berada di musim dingin tetapi mereka tidak pernah berpikir bahwa di musim panas, banjir tersebut bisa terjadi dan membawa segalanya. Tetapi lihatlah orang-orang ini semua tengah mabuk.
Wahai manusia! Kalian harus berusaha untuk berpikir, bertanya dan belajar untuk mengerti bagaimana peristiwa ini terjadi di planet ini. Tetapi orang-orang saat ini tengah mabuk, pemerintah juga mabuk, kepala pemerintahan mabuk, pria, wanita mabuk dan dunia binatang juga, mereka tidak tahu apa-apa mengenai apa yang akan mereka lakukan.
Wahai manusia! Datang dan dengarkan berita-berita langit dari Nabi (saw), datang dan berusahalah untuk mengerti dan datanglah untuk melakukan yang terbaik untuk diri kalian dan untuk seluruh alam dan makhluk hidup. Jika tidak, mereka semua akan habis. Kami memohon ampunanMu Yaa Robb.
Bulan ini adalah bulan Syafar, ini adalah bulan terberat di antara ke-12 bulan dalam setahun, dan ia sangat terkenal sebagai bulan terberat, mengandung begitu banyak peristiwa yang berat (bala bencana besar). Oleh sebab itu kita telah diperintahkan untuk paling tidak melakukan dua rakaat salat sunah setiap hari, bersujud kepada Tuhan kita untuk meminta ampunan, dan untuk mengucapkan 300 kali astaghfirullah (Ampunillah kami ya Allah).
Wahai Tuhan kami! Kami memohon ampunan-Mu, ampunilah kami agar kutukan itu dapat berubah, membuat kutukan itu
kembali. Jika tidak ada perintah, hari-hari yang akan datang pasti akan lebih jauh lebih sulit.
Wahai manusia! Datanglah dan mintalah ampunan dan letakkan dahi kalian di hadapan Hadirat Ilahi untuk menyelamatkan kalian di dunia dan akhirat. Ucapkan tiga kali, asyhadu an laa ilaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluh dan 300 kali astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah…. setiap hari dan berikan sedekah setiap hari, bahkan bila hanya seratus rupiah, satu paister, atau satu penny atau kurang dari itu, berikan untuk menyelamatkan kalian, untuk anak-anak kalian dan berikan sedekah kalian untuk setiap orang miskin, karena sedekah itu menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat.
Kita adalah hamba yang lemah dan kita berusaha untuk mencapai Timur dan Barat dari bumi ini untuk menyelamatkan manusia dari masa depan yang buruk dan kutukan yang buruk. Semoga Allah mengampuni kita.
Wahai manusia! Mintalah lebih banyak rahmat dari Allah untuk menempatkan kalian di bawah Perlindungan Ilahiah-Nya demi kehormatan Nabi Penutup (saw)
(Mawlana Syekh berdiri), zidhu yaa Rabbb.(Dua) Bi hurmatil fatihah. (Mawlana Syekh duduk kembali)
Wa min Allah at Tawfik
Minggu, 19 Desember 2010
Dialog Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan Iblis
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad yang ummi (tidak bisa membaca-menulis), dan kepada keluarganya yang suci dan semua sahabatnya.
Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal r.a., dari Ibn Abbas ra, berkata: Kami bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba ada orang menyeru: “Wahai penghuni rumah, apakah kamu mengizinkanku masuk karena kamu membutuhkanku?” Rasulullah berkata, “Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu?” Para sahabat menjawab, “Allah dan RasuINya lebih mengetahui.” Rasulullah berkata, ‘Dia adalah Iblis yang dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Umar bin Khattab na berkata, “Apakah engkau mengizinkanku untuk membunuhnya wahai Rasulullah’ Nabi berkata pelan, “Apakah kamu tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang menunggu sampai waktu yang ditentukan (hari kiamat)? Bukakan pintu untuknya karena dia sedang diperintahkan Allah. Mengertilah tentang apa yang dia ucapkan, dan dengarkanlah apa yang dia sampaikan”
Ibn Abbas berkata: maka dibukalah pintu, kemudian dia masuk kepada kami (ke dalam rumah), ternyata dia adalah seorang tua buta dan di dagunya terdapat tujuh helai rambut seperti rambut kuda, kedua matanya (masyquqatani) memanjang, kepalanya seperti kepala gajah yang besar, belalainya keluar seperti belalai babi, kedua bibirnya seperti bibir macan (tsur). Dia berkata, “Salam untukmu wahai Muhammad, salam untuk kalian semua wahai golongan muslimin.” Nabi berkata, “Salam bagi Allah, wahai yang terlanat, aku telah mendengar (mengetahui) keperluanmu.”
Iblis berkata, “Wahai Muhammad, aku datang bukan karena usahaku (keinginanku), tapi aku datang karena terpaksa (diperintah).” Nabi berkata, “Apa yang memaksamu, wahai terlanat?” Iblis berkata, “Aku didatangi oleh malaikat utusan Tuhan, dan berkata kepadaku, Allah menyuruhmu untuk mendatangi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam keadaan hina dan bersahaja dan memberitahunya bagaimana tipu muslihat dan godaanmu terhadap bani Adam, dan menjawab dengan benar apa saja yang ditanyatakan kepadamu. Di katakan oleh Allah, “Demi kemuliaan dan keagungan~Ku, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu pasir yang dihempas oleh angin, dan aku puaskan musuhmu karena bencana menimpamu.”
Maka aku datang kepadamu, wahai Muhammad, sebagaimana aku diperintah. Tanyalah kepadaku tentang apa yang kau kehendaki. Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku niscaya musuh akan puas dengan bencanaku. Tiada sesuatu yang lebih menyedihkan dari pada leganya para musuh.”
Rasulullah berkata, “jika kamu-benar, beritahukan kepadaku siapa orang yang paling kamu benci”? Iblis menjawab, “Engkau, wahai Muhammad, adalah makhluk Allah yang paling aku benci, dan mereka yang (bersikap) sama dengan kamu terhadapku.”
Rasulullah: “Siapa lagi yang kamu benci?” Iblis. ‘Anak muda yang bertakwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah: “Lalu siapa lagi?” Iblis: “Orang alim dan wara, yang saya tahu dia. adalah penyabar.”
Rasulullah: “Lalu siapa lagi?” Iblis : “Orang yang terus menerus dalam keadaan suci.”
Rasulullah: “Lalu siapa?” Iblis: “Orang miskin (fakir) yang sabar, yang tidak menceritakan kefakirannya kepada orang lain, dan tidak mengadukan keluh-kesahnya.”
Rasulullah : Bagaimana kamu tahu bahwa dia penyabar?” Iblis: “Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya kepada makhluk sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar.”
Rasulullah: “Lalu siapa?” Iblis : “Orang kaya yang bersyukur.
Rasulullah : Bagaimana kamu tahu bahwa dia bersyukur?” Iblis: “Jika aku melihatnya mengambil dari dan meletakkannya pada tempat yang halal.”
Rasulullah: Bagaimana keadaanmu jika kamu melihat umatku mengerjakan shalat?” “Aku merasa panas (demam) dan gemetar.”
‘Kenapa, wahai terlaknat?” Iblis: “Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat.”
Rasulullah: “Jika mereka puasa?” Iblis: “Saya terbelenggu (terpenjara) sampai mereka berbuka puasa.
‘Jika mereka berhaji” Iblis: “Saya menjadi gila.”
Rasulullah: “jika mereka membaca Qur’an?” Iblis: “Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api.”
Rasulullah: ‘Dan jika mereka berzakat’ “Sekan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji dan memotongku menjadi dua,” jawab Iblis.
Rasulullah : “Mengapa begitu, wahai Abu Murrah?”
Iblis: ‘Sesungguhnya ada empat sifat (manfaat) dalam zakat itu. Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang berzakat disenangi makh1uk-Nya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dan api neraka. Keempat, dengan zakat Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya.”
Rasulullah: “Apa pendapatmu tentang Abu Bakar? Iblis: “Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah dia tidak taat padaku, bagaimana mungkin dia akan menaatiku pada masa Islam’
Rasulullah: “Apa pendapatmu tentang Umar?. ‘Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya kecuali aku lari darinya.”
Rasulullah : “Apa pendapatmu tentang Usman’. Iblis: “Aku malu dengan orang yang para malaikat malu kepadanya.”
Rasulullah : “Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Talib?” ‘Andai saja aku dapat menukar darinya kepala dengan kepala, dan meninggalkanku dan aku meninggalkannya, tapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu.”
Rasulullah : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari yang diketahui (kiamat).
Iblis yang dilanat berkata kepada Muhammad: Hayhata-hayhata (tidak mungkin, tidak mungkin). Mana bisa umatmu bahagia sementara aku hidup dan tidak mati sampai hari yang diketahui (kiamat). Bagaimana kamu senang dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka lewat aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka dibangkitkan, akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh maupun yang pandai, yang buta huruf dan yang melek huruf, yang kafir dan yang suka beribadah, kecuali para hamba Tuhan yang ikhlas.”
Rasulullah : “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?” Iblis : “Apakah engkau tidak tahu, wahai Muhammad? Barang siapa cinta dirham dan dinar (harta), dia tidak termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu ikhlas demi Allah, maka aku tinggalkan dia. Sesungguhrtya hamba yang mencintai harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu (syahwat) dunia, dia lebih rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu. Tak tahukah engkau bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar? Wahai Muhammad, tak tahukah engkau bahwa cinta kedudukan (riyasah) termasuk dosa besar? dan bahwa sombong juga termasuk dosa besar?”
Wahai Muhammad, apakah engkau tidak tahu bahwa aku punya tujupuluh ribu anak . Setiap anak dari mereka punya tujupuluh ribu syetan. Di antara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama, dan sebagain lagi menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda orang-orang tua, dan sebagian lagi menggoda orang lemah. Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka, sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa yang mereka kehendaki bersamanya.
Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yang rajin beribadah, sebagian lagi untuk kaum yang menjauhi dunia (zuhud). Setan masuk ke dalam dan keluar dari diri mereka. Dari satu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi (manusia) dengan satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu setan mengambil keikhlasan dari mereka. Mereka menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa rasa ikhlas, tapi mereka tidak merasakan. Apakah engkau tidak tahu tentang Barshisha sang pendeta yang (beribadah secara) ikhlas kepada Allah selama tujupuluh tahun sehingga setiap orang yang sakit menjadi sehat berkat dakwahnya. Aku tidak akan meninggalkannya sampai dia berzina, membunuh, dan ingkar (kafir). Dialah yang disebut oleh Allah dalam Qur’an dengan firmanNya:
“(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia. “Kafirlah kamu! ” Maka tatkala manusi itu telah kafir ia berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. al-Hasyr: 16)
Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu berasal dariku. Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa bersumpah bohong dengan Allah, dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa, ‘Demi Allah, aku adalah penasihat kamu berdua. “Maka sumpah paIsu merupakan kesenangan hatiku, membicarakan kejelekan orang lain (ghibah) dan adu domba (namimah) adalah buah kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku.
Barangsiapa bersumpah untuk cerai (thalaq) dia mendekati berbuat dosa, meskipun hanya sekali, dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan lisannya dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka masih memiliki keturunan sampai hari kiamat, maka anak mereka semuanya adalah anak-anak hasil zina. Mereka masuk neraka hanya karena satu kata saja.
Wahai Muhammad, sesungguhnya di antara umatmu ada yang mengakhirkan shalat satu dua jam. Setiap kali dia mau shalat aku temani dia, dan aku goda dia. Kemudian, aku katakan kepadanya, ‘Masih ada waktu, sementara kamu masih sibuk,’ sehingga dia mengakhirkan shalatnya dan (mengerjakan)nya tidak pada waktunya. Maka Tuhan memukul wajahnya.
Jika dia menang atasku, maka aku kirim satu setan yang membuatnya lupa waktu shalat. Jika dia menang atasku, aku tinggalkan dia, sampai ketika ia mengerjakan shalat, aku katakan kepadanya, ‘Lihatlah (tengoklah) kiri kanan,’ lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya, dan aku katakan padanya: ‘Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya.’ Dan engkau sendiri tahu, wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.
Jika ia menang atasku dalam shalat, ketika shalat sendirian, aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa. Maka dia mencucuk shalat (dalam sujud) seperti ayam mencucuk bijian dengan tergesa-gesa (cepat-cepat). Jika dia menang atasku, maka ketika shalat berjamaah, aku sabet dia dengan pecut (Iijam) lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya. Aku letakkan dia mendahului imam. Kamu tahu bahwa siapa yang melakukan itu, batal-lah shalatnya, dan Allah akan mengubah kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiamat nanti.
Jika dia menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan jari-jarinya ketika shalat, sehingga dia mensucikan aku ketika dia shalat. Jika dia menang atasku, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika dia tidak menaruh tangannya di mulutnya (menutup mulutnya) syetan masuk ke dalam perutnya, dengan begitu dia bertambah rakus di dunia dan cinta dunia. Dia menjadi pendengar kami yang setia.
Bagaimana umatmu bahagia, sementara aku menyuruh orang miskin untuk meninggalkan shalat. Aku katakan kepadanya, ‘Shalat tidak wajib atas kamu. Shalat hanya diwajibkan atas orang~orang yang mendapatkan nikmat dari Allah.’ Aku katakan kepada orang yang sakit, ‘Tinggalkanlah shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas orang yang sehat, karena Allah berkata: “Tidak ada dosa bagi atas orang yang. sakit,” jika kamu sembuh, kamu harus shalat yang diwajibkan,’ sampai dia mati dalam keadaan kafir. Dan jika mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu Tuhan dan Tuhan marah kepadanya.
Wahai Muhammad, jika aku bohong dan ngawur, maka mintalah kepada Tuhan untuk membuatku jadi pasir.
Wahai Muhammad, bagaimana engkau bahagia melihat umatmu, sementara aku mengeluarkan seperenam umatmu dari Islam.
Nabi berkata, “Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu?” Pemakan riba.”
Nabi: “Siapa teman kepercayaanmu (shadiq)?”
Iblis: Penzina’
Nabi: “Siapa teman tidurmu?” Iblis: “Orang yang suka mabuk.”
Nabi: “Siapa tamumu?” Iblis: Pencuri
Nabi: “Siapa utusanmu?” Iblis: “Tukang sihir.”
Nabi: “Apa kesukaanmu?. Iblis: “Orang yang bersumpah cerai.”
Nabi: “Siapa kekasihmu.? Iblis: “Orang yang meninggalkan shalat jumat.”
Nabi : “Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu? Iblis: “Ringkikan kuda di jalan Allah.”
Nabi: “Apa yang melelehkan badanmu?” Iblis: ‘Tobatnya orang yang bertobat.”
Nabi: “Apa yang menggosongkan hatimu?” Iblis: Istighfar (minta ampun) yang banyak kepada Allah siang malam.”
Nabi: “Apa yang memurarnkan wajahmu?” Iblis: Zakat secara sembunyi-sembunyi (rahasia).”
Nabi: “Apa yang membutakan matamu?” Iblis : ‘Shalat menjelang subuh.
Nabi: “Apa yang memukul kepalamu?” Iblis Banyak shalat berjamaah.”
Nabi “Siapa manusia yang paling bahagia menurutmu?” Iblis : “Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja.”
Nabi: “Siapa manusia yang paling sengsara menurutmu?” Iblis: “Orang pelit.”
Nabi: “Siapa yang paling menyibukkanmu?” Iblis: “Majlis-majlis ulama.”
Nabi: Bagaimana kamu makan?”. Iblis: ‘Dengan tangan kiriku, dan dengan jari-jariku.”
Nabi : ‘Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas?” Iblis: ‘Di bawah (balik) kuku-kuku manusia.”
Nabi : “Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah?.” Iblis: “Sepuluh perkara.”
Apa itu, wahai terlaknat?”
Iblis : “Aku minta kepadaNya untuk menyertaiku dalam diri bani Adam, dalam harta dan anak-anak mereka. Dia menyertaiku dalam diri mereka. Tuhan berfirman:
“… dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri, janjinlah, mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka” (QS. al-Isra’ 64)
Setiap harta yang tidak disucikan, aku adalah pemakan harta itu. Aku adalah pemakan setiap makanan yang kecampur riba dan yang haram, dan pernakan setiap harta yang tidak dimintakan perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Siapa saja yang tidak minta perlindungan kepada Allah ketika bersetubuh dengan istrinya, setan ikut bersetubuh bersamanya. Lahirlah anak yang mau mendengar dan taat (kepada setan). Dan siapa yang mengendarai kendaraan untuk mencari sesuatu, yang tidak halal, akulah teman perjalanannya. Allah berfirman:
“… dan kerahkanlah kepada mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki…” (QS. al-Isra’: 64)
Aku minta kepada Tuhan untuk membuatkan rumah bagiku, tapi Allah membuatkan kamar mandi. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan masjid bagiku, tapi Dia membuatkan pasar. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan Qur’an bagiku, tapi Dia membuatkan syair. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan azan bagiku, tapi Dia membuatkan nyanyian. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan teman bagiku, tapi Dia memberiku pemabok. Aku minta kepadaNya untuk memberikan pembantu-pernbantu bagiku, tapi memberiku qadariyah. Aku minta kepadaNya untuk memberi saudara untukku, Tuhan berfirman: “mereka yang menafkahkan hartanya untuk maksiat.” Kemudian Tuhan berkata:
“Sesungguhnya pemboros-pemboros (mubadzir) itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al-Isra’ : 27)
Nabi berkata, “jika kau tidak membuktikan setiap ucapanmu dengan pembenaran dari ayat dalam kitab Allah, niscaya aku tidak mempercayaimu.”
Iblis: “Wahai Muhammad, aku minta kepada Allah untuk bisa melihat anak Adam dan mereka tidak bisa melihatku. Dia menjalankanku di atas darah mereka melalui pembuluh darah, lalu aku berjalan sendiri sesukaku, jika aku mau, aku lakukan setiap saat. Tuhan berfirman: “Aku penuhi permintaanmu.”
Aku bangga dengan semuanya itu sampai hari kiamat. Sesungguhnya pengikutku lebih banyak daripada pengikutmu. Kebanyakan anak Adam (ikut) bersamaku sampai hari kiamat. Aku punya anak yang kuberi nama Atmah, yang kencing di telinga manusia agar lupa dari shalat shubuh. Jika tidak karena itu, manusia tidak akan tidur sampai mereka shalat. Aku juga punya anak yang bernama mutaqadhi (yang memperkarakan). Jika hamba berlaku takwa secara diam-diam dan ingin menyembunyikannya, ia masih menggunjingkannya di antara sesama manusia sampai ia memberitahukannya kepada manusia. Maka Allah menghapus 99 pahala dari seratus pahala, dan tinggallah satu pahala saja. Karena dia punya 100 pahala setiap perbuatan baik yang dia kerjakan secara sembunyi.
Aku juga punya anak bernama Kahilan (celak). Dialah yang mencelaki mata manusia di majlis-majlis ulama, dan pada saat khatib berkhutbah, hingga dia tertidur saat mendengarkan uraian ulama. Dia tidak akan pernah mendapatkan pahala.
Jika seorang perempuan keluar, maka satu setan selalu membuntuti di belakangnya, dan satu setan lagi duduk di kamarnya dan mendandaninya untuk orang-orang yang memandangnya. Dua setan itu berkata kepadanya: “Keluarkan tanganmu.” Maka perempuan itu mengeluarkan’ tangannya, dan nampaklah kukunya.”
Iblis kemudian berkata: “Wahai Muhammad, aku tidak punya kemampuan menyesatkan. Aku hanya penggoda dan penghias. Jika aku punya kemampuan untuk menyesatkan, niscaya tidak aku tinggalkan seorangpun di muka bumi ini yang berkata Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, orang yang puasa, yang shalat.
Kamu tidak punya kewenangan untuk memberikan petunjuk (hidayah). Kau hanya utusan (rasul) dan penyampai (muballigh). Jika kamu punya wewenang memberi hidayah, niscaya tidak kau tinggalkan seorang kafir pun di muka bumi. Engkau hanyalah bukti Allah atas ciptaanNya, dan aku adalah penyebab bagi orang-orang yang sudah lebih dahulu sengsara. Orang yang bahagia ialah yang dibahagiakan oleh Allah (sejak) dalam perut ibunya, dan orang yang sengsara ialah yang disengsarakan oleh Allah (sejak) dalam perut ibunya.”
Kemudian Rasulullah membaca firman Allah:
“…tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.” (QS. Hud: 118 – 119)
Setelah itu, Rasulullah membacakan firmanNya yang lain: “Dan perintah Allah adalah ketentuan (qadar) yang telah ditetapkan.” (QS. al-Ahzab: 38)
Selanjutnya, Rasulullah berkata, “Wahai Abu Murrah, tidakkah kamu mau bertobat, dan kembali kepada Allah, dan aku akan menjadi jaminanmu masuk surga?”
Iblis berkata, “Wahai Rasulullah, telah ditetapkan perintah, dan pena telah mengering dengan apa yang ada sudah ditentukan sampai hari kiamat. Maha Suci Allah yang menjadikanmu tuan para nabi, pengkhutbah ahli surga di dalam surga, menjadikanmu istimewa dan memilihmu. Sebaliknya, Dia menjadikanku tuan orang-orang yang sengsara dan pengkhutbah ahli neraka. Aku sengsara dan diusir.”
Demikianlah akhir dari cerita yang kusampaikan kepadamu untuk kamu percayai. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, yang Maha Awal, Maha Akhir, Maha Lahir Maha Batin. Semoga Allah memberikan shalawat kepada tuan kita nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, keluarganya, dan para sahabatnya, amin. Selamat sejahtera untuk seluruh utusan (rasul), dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. akhirzaman.info
Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal r.a., dari Ibn Abbas ra, berkata: Kami bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba ada orang menyeru: “Wahai penghuni rumah, apakah kamu mengizinkanku masuk karena kamu membutuhkanku?” Rasulullah berkata, “Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu?” Para sahabat menjawab, “Allah dan RasuINya lebih mengetahui.” Rasulullah berkata, ‘Dia adalah Iblis yang dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Umar bin Khattab na berkata, “Apakah engkau mengizinkanku untuk membunuhnya wahai Rasulullah’ Nabi berkata pelan, “Apakah kamu tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang menunggu sampai waktu yang ditentukan (hari kiamat)? Bukakan pintu untuknya karena dia sedang diperintahkan Allah. Mengertilah tentang apa yang dia ucapkan, dan dengarkanlah apa yang dia sampaikan”
Ibn Abbas berkata: maka dibukalah pintu, kemudian dia masuk kepada kami (ke dalam rumah), ternyata dia adalah seorang tua buta dan di dagunya terdapat tujuh helai rambut seperti rambut kuda, kedua matanya (masyquqatani) memanjang, kepalanya seperti kepala gajah yang besar, belalainya keluar seperti belalai babi, kedua bibirnya seperti bibir macan (tsur). Dia berkata, “Salam untukmu wahai Muhammad, salam untuk kalian semua wahai golongan muslimin.” Nabi berkata, “Salam bagi Allah, wahai yang terlanat, aku telah mendengar (mengetahui) keperluanmu.”
Iblis berkata, “Wahai Muhammad, aku datang bukan karena usahaku (keinginanku), tapi aku datang karena terpaksa (diperintah).” Nabi berkata, “Apa yang memaksamu, wahai terlanat?” Iblis berkata, “Aku didatangi oleh malaikat utusan Tuhan, dan berkata kepadaku, Allah menyuruhmu untuk mendatangi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam keadaan hina dan bersahaja dan memberitahunya bagaimana tipu muslihat dan godaanmu terhadap bani Adam, dan menjawab dengan benar apa saja yang ditanyatakan kepadamu. Di katakan oleh Allah, “Demi kemuliaan dan keagungan~Ku, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu pasir yang dihempas oleh angin, dan aku puaskan musuhmu karena bencana menimpamu.”
Maka aku datang kepadamu, wahai Muhammad, sebagaimana aku diperintah. Tanyalah kepadaku tentang apa yang kau kehendaki. Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku niscaya musuh akan puas dengan bencanaku. Tiada sesuatu yang lebih menyedihkan dari pada leganya para musuh.”
Rasulullah berkata, “jika kamu-benar, beritahukan kepadaku siapa orang yang paling kamu benci”? Iblis menjawab, “Engkau, wahai Muhammad, adalah makhluk Allah yang paling aku benci, dan mereka yang (bersikap) sama dengan kamu terhadapku.”
Rasulullah: “Siapa lagi yang kamu benci?” Iblis. ‘Anak muda yang bertakwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah: “Lalu siapa lagi?” Iblis: “Orang alim dan wara, yang saya tahu dia. adalah penyabar.”
Rasulullah: “Lalu siapa lagi?” Iblis : “Orang yang terus menerus dalam keadaan suci.”
Rasulullah: “Lalu siapa?” Iblis: “Orang miskin (fakir) yang sabar, yang tidak menceritakan kefakirannya kepada orang lain, dan tidak mengadukan keluh-kesahnya.”
Rasulullah : Bagaimana kamu tahu bahwa dia penyabar?” Iblis: “Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya kepada makhluk sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar.”
Rasulullah: “Lalu siapa?” Iblis : “Orang kaya yang bersyukur.
Rasulullah : Bagaimana kamu tahu bahwa dia bersyukur?” Iblis: “Jika aku melihatnya mengambil dari dan meletakkannya pada tempat yang halal.”
Rasulullah: Bagaimana keadaanmu jika kamu melihat umatku mengerjakan shalat?” “Aku merasa panas (demam) dan gemetar.”
‘Kenapa, wahai terlaknat?” Iblis: “Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat.”
Rasulullah: “Jika mereka puasa?” Iblis: “Saya terbelenggu (terpenjara) sampai mereka berbuka puasa.
‘Jika mereka berhaji” Iblis: “Saya menjadi gila.”
Rasulullah: “jika mereka membaca Qur’an?” Iblis: “Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api.”
Rasulullah: ‘Dan jika mereka berzakat’ “Sekan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji dan memotongku menjadi dua,” jawab Iblis.
Rasulullah : “Mengapa begitu, wahai Abu Murrah?”
Iblis: ‘Sesungguhnya ada empat sifat (manfaat) dalam zakat itu. Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang berzakat disenangi makh1uk-Nya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dan api neraka. Keempat, dengan zakat Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya.”
Rasulullah: “Apa pendapatmu tentang Abu Bakar? Iblis: “Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah dia tidak taat padaku, bagaimana mungkin dia akan menaatiku pada masa Islam’
Rasulullah: “Apa pendapatmu tentang Umar?. ‘Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya kecuali aku lari darinya.”
Rasulullah : “Apa pendapatmu tentang Usman’. Iblis: “Aku malu dengan orang yang para malaikat malu kepadanya.”
Rasulullah : “Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Talib?” ‘Andai saja aku dapat menukar darinya kepala dengan kepala, dan meninggalkanku dan aku meninggalkannya, tapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu.”
Rasulullah : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari yang diketahui (kiamat).
Iblis yang dilanat berkata kepada Muhammad: Hayhata-hayhata (tidak mungkin, tidak mungkin). Mana bisa umatmu bahagia sementara aku hidup dan tidak mati sampai hari yang diketahui (kiamat). Bagaimana kamu senang dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka lewat aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka dibangkitkan, akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh maupun yang pandai, yang buta huruf dan yang melek huruf, yang kafir dan yang suka beribadah, kecuali para hamba Tuhan yang ikhlas.”
Rasulullah : “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?” Iblis : “Apakah engkau tidak tahu, wahai Muhammad? Barang siapa cinta dirham dan dinar (harta), dia tidak termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu ikhlas demi Allah, maka aku tinggalkan dia. Sesungguhrtya hamba yang mencintai harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu (syahwat) dunia, dia lebih rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu. Tak tahukah engkau bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar? Wahai Muhammad, tak tahukah engkau bahwa cinta kedudukan (riyasah) termasuk dosa besar? dan bahwa sombong juga termasuk dosa besar?”
Wahai Muhammad, apakah engkau tidak tahu bahwa aku punya tujupuluh ribu anak . Setiap anak dari mereka punya tujupuluh ribu syetan. Di antara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama, dan sebagain lagi menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda orang-orang tua, dan sebagian lagi menggoda orang lemah. Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka, sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa yang mereka kehendaki bersamanya.
Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yang rajin beribadah, sebagian lagi untuk kaum yang menjauhi dunia (zuhud). Setan masuk ke dalam dan keluar dari diri mereka. Dari satu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi (manusia) dengan satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu setan mengambil keikhlasan dari mereka. Mereka menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa rasa ikhlas, tapi mereka tidak merasakan. Apakah engkau tidak tahu tentang Barshisha sang pendeta yang (beribadah secara) ikhlas kepada Allah selama tujupuluh tahun sehingga setiap orang yang sakit menjadi sehat berkat dakwahnya. Aku tidak akan meninggalkannya sampai dia berzina, membunuh, dan ingkar (kafir). Dialah yang disebut oleh Allah dalam Qur’an dengan firmanNya:
“(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia. “Kafirlah kamu! ” Maka tatkala manusi itu telah kafir ia berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. al-Hasyr: 16)
Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu berasal dariku. Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa bersumpah bohong dengan Allah, dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa, ‘Demi Allah, aku adalah penasihat kamu berdua. “Maka sumpah paIsu merupakan kesenangan hatiku, membicarakan kejelekan orang lain (ghibah) dan adu domba (namimah) adalah buah kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku.
Barangsiapa bersumpah untuk cerai (thalaq) dia mendekati berbuat dosa, meskipun hanya sekali, dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan lisannya dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka masih memiliki keturunan sampai hari kiamat, maka anak mereka semuanya adalah anak-anak hasil zina. Mereka masuk neraka hanya karena satu kata saja.
Wahai Muhammad, sesungguhnya di antara umatmu ada yang mengakhirkan shalat satu dua jam. Setiap kali dia mau shalat aku temani dia, dan aku goda dia. Kemudian, aku katakan kepadanya, ‘Masih ada waktu, sementara kamu masih sibuk,’ sehingga dia mengakhirkan shalatnya dan (mengerjakan)nya tidak pada waktunya. Maka Tuhan memukul wajahnya.
Jika dia menang atasku, maka aku kirim satu setan yang membuatnya lupa waktu shalat. Jika dia menang atasku, aku tinggalkan dia, sampai ketika ia mengerjakan shalat, aku katakan kepadanya, ‘Lihatlah (tengoklah) kiri kanan,’ lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya, dan aku katakan padanya: ‘Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya.’ Dan engkau sendiri tahu, wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.
Jika ia menang atasku dalam shalat, ketika shalat sendirian, aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa. Maka dia mencucuk shalat (dalam sujud) seperti ayam mencucuk bijian dengan tergesa-gesa (cepat-cepat). Jika dia menang atasku, maka ketika shalat berjamaah, aku sabet dia dengan pecut (Iijam) lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya. Aku letakkan dia mendahului imam. Kamu tahu bahwa siapa yang melakukan itu, batal-lah shalatnya, dan Allah akan mengubah kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiamat nanti.
Jika dia menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan jari-jarinya ketika shalat, sehingga dia mensucikan aku ketika dia shalat. Jika dia menang atasku, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika dia tidak menaruh tangannya di mulutnya (menutup mulutnya) syetan masuk ke dalam perutnya, dengan begitu dia bertambah rakus di dunia dan cinta dunia. Dia menjadi pendengar kami yang setia.
Bagaimana umatmu bahagia, sementara aku menyuruh orang miskin untuk meninggalkan shalat. Aku katakan kepadanya, ‘Shalat tidak wajib atas kamu. Shalat hanya diwajibkan atas orang~orang yang mendapatkan nikmat dari Allah.’ Aku katakan kepada orang yang sakit, ‘Tinggalkanlah shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas orang yang sehat, karena Allah berkata: “Tidak ada dosa bagi atas orang yang. sakit,” jika kamu sembuh, kamu harus shalat yang diwajibkan,’ sampai dia mati dalam keadaan kafir. Dan jika mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu Tuhan dan Tuhan marah kepadanya.
Wahai Muhammad, jika aku bohong dan ngawur, maka mintalah kepada Tuhan untuk membuatku jadi pasir.
Wahai Muhammad, bagaimana engkau bahagia melihat umatmu, sementara aku mengeluarkan seperenam umatmu dari Islam.
Nabi berkata, “Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu?” Pemakan riba.”
Nabi: “Siapa teman kepercayaanmu (shadiq)?”
Iblis: Penzina’
Nabi: “Siapa teman tidurmu?” Iblis: “Orang yang suka mabuk.”
Nabi: “Siapa tamumu?” Iblis: Pencuri
Nabi: “Siapa utusanmu?” Iblis: “Tukang sihir.”
Nabi: “Apa kesukaanmu?. Iblis: “Orang yang bersumpah cerai.”
Nabi: “Siapa kekasihmu.? Iblis: “Orang yang meninggalkan shalat jumat.”
Nabi : “Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu? Iblis: “Ringkikan kuda di jalan Allah.”
Nabi: “Apa yang melelehkan badanmu?” Iblis: ‘Tobatnya orang yang bertobat.”
Nabi: “Apa yang menggosongkan hatimu?” Iblis: Istighfar (minta ampun) yang banyak kepada Allah siang malam.”
Nabi: “Apa yang memurarnkan wajahmu?” Iblis: Zakat secara sembunyi-sembunyi (rahasia).”
Nabi: “Apa yang membutakan matamu?” Iblis : ‘Shalat menjelang subuh.
Nabi: “Apa yang memukul kepalamu?” Iblis Banyak shalat berjamaah.”
Nabi “Siapa manusia yang paling bahagia menurutmu?” Iblis : “Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja.”
Nabi: “Siapa manusia yang paling sengsara menurutmu?” Iblis: “Orang pelit.”
Nabi: “Siapa yang paling menyibukkanmu?” Iblis: “Majlis-majlis ulama.”
Nabi: Bagaimana kamu makan?”. Iblis: ‘Dengan tangan kiriku, dan dengan jari-jariku.”
Nabi : ‘Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas?” Iblis: ‘Di bawah (balik) kuku-kuku manusia.”
Nabi : “Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah?.” Iblis: “Sepuluh perkara.”
Apa itu, wahai terlaknat?”
Iblis : “Aku minta kepadaNya untuk menyertaiku dalam diri bani Adam, dalam harta dan anak-anak mereka. Dia menyertaiku dalam diri mereka. Tuhan berfirman:
“… dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri, janjinlah, mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka” (QS. al-Isra’ 64)
Setiap harta yang tidak disucikan, aku adalah pemakan harta itu. Aku adalah pemakan setiap makanan yang kecampur riba dan yang haram, dan pernakan setiap harta yang tidak dimintakan perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Siapa saja yang tidak minta perlindungan kepada Allah ketika bersetubuh dengan istrinya, setan ikut bersetubuh bersamanya. Lahirlah anak yang mau mendengar dan taat (kepada setan). Dan siapa yang mengendarai kendaraan untuk mencari sesuatu, yang tidak halal, akulah teman perjalanannya. Allah berfirman:
“… dan kerahkanlah kepada mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki…” (QS. al-Isra’: 64)
Aku minta kepada Tuhan untuk membuatkan rumah bagiku, tapi Allah membuatkan kamar mandi. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan masjid bagiku, tapi Dia membuatkan pasar. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan Qur’an bagiku, tapi Dia membuatkan syair. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan azan bagiku, tapi Dia membuatkan nyanyian. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan teman bagiku, tapi Dia memberiku pemabok. Aku minta kepadaNya untuk memberikan pembantu-pernbantu bagiku, tapi memberiku qadariyah. Aku minta kepadaNya untuk memberi saudara untukku, Tuhan berfirman: “mereka yang menafkahkan hartanya untuk maksiat.” Kemudian Tuhan berkata:
“Sesungguhnya pemboros-pemboros (mubadzir) itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al-Isra’ : 27)
Nabi berkata, “jika kau tidak membuktikan setiap ucapanmu dengan pembenaran dari ayat dalam kitab Allah, niscaya aku tidak mempercayaimu.”
Iblis: “Wahai Muhammad, aku minta kepada Allah untuk bisa melihat anak Adam dan mereka tidak bisa melihatku. Dia menjalankanku di atas darah mereka melalui pembuluh darah, lalu aku berjalan sendiri sesukaku, jika aku mau, aku lakukan setiap saat. Tuhan berfirman: “Aku penuhi permintaanmu.”
Aku bangga dengan semuanya itu sampai hari kiamat. Sesungguhnya pengikutku lebih banyak daripada pengikutmu. Kebanyakan anak Adam (ikut) bersamaku sampai hari kiamat. Aku punya anak yang kuberi nama Atmah, yang kencing di telinga manusia agar lupa dari shalat shubuh. Jika tidak karena itu, manusia tidak akan tidur sampai mereka shalat. Aku juga punya anak yang bernama mutaqadhi (yang memperkarakan). Jika hamba berlaku takwa secara diam-diam dan ingin menyembunyikannya, ia masih menggunjingkannya di antara sesama manusia sampai ia memberitahukannya kepada manusia. Maka Allah menghapus 99 pahala dari seratus pahala, dan tinggallah satu pahala saja. Karena dia punya 100 pahala setiap perbuatan baik yang dia kerjakan secara sembunyi.
Aku juga punya anak bernama Kahilan (celak). Dialah yang mencelaki mata manusia di majlis-majlis ulama, dan pada saat khatib berkhutbah, hingga dia tertidur saat mendengarkan uraian ulama. Dia tidak akan pernah mendapatkan pahala.
Jika seorang perempuan keluar, maka satu setan selalu membuntuti di belakangnya, dan satu setan lagi duduk di kamarnya dan mendandaninya untuk orang-orang yang memandangnya. Dua setan itu berkata kepadanya: “Keluarkan tanganmu.” Maka perempuan itu mengeluarkan’ tangannya, dan nampaklah kukunya.”
Iblis kemudian berkata: “Wahai Muhammad, aku tidak punya kemampuan menyesatkan. Aku hanya penggoda dan penghias. Jika aku punya kemampuan untuk menyesatkan, niscaya tidak aku tinggalkan seorangpun di muka bumi ini yang berkata Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, orang yang puasa, yang shalat.
Kamu tidak punya kewenangan untuk memberikan petunjuk (hidayah). Kau hanya utusan (rasul) dan penyampai (muballigh). Jika kamu punya wewenang memberi hidayah, niscaya tidak kau tinggalkan seorang kafir pun di muka bumi. Engkau hanyalah bukti Allah atas ciptaanNya, dan aku adalah penyebab bagi orang-orang yang sudah lebih dahulu sengsara. Orang yang bahagia ialah yang dibahagiakan oleh Allah (sejak) dalam perut ibunya, dan orang yang sengsara ialah yang disengsarakan oleh Allah (sejak) dalam perut ibunya.”
Kemudian Rasulullah membaca firman Allah:
“…tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.” (QS. Hud: 118 – 119)
Setelah itu, Rasulullah membacakan firmanNya yang lain: “Dan perintah Allah adalah ketentuan (qadar) yang telah ditetapkan.” (QS. al-Ahzab: 38)
Selanjutnya, Rasulullah berkata, “Wahai Abu Murrah, tidakkah kamu mau bertobat, dan kembali kepada Allah, dan aku akan menjadi jaminanmu masuk surga?”
Iblis berkata, “Wahai Rasulullah, telah ditetapkan perintah, dan pena telah mengering dengan apa yang ada sudah ditentukan sampai hari kiamat. Maha Suci Allah yang menjadikanmu tuan para nabi, pengkhutbah ahli surga di dalam surga, menjadikanmu istimewa dan memilihmu. Sebaliknya, Dia menjadikanku tuan orang-orang yang sengsara dan pengkhutbah ahli neraka. Aku sengsara dan diusir.”
Demikianlah akhir dari cerita yang kusampaikan kepadamu untuk kamu percayai. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, yang Maha Awal, Maha Akhir, Maha Lahir Maha Batin. Semoga Allah memberikan shalawat kepada tuan kita nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, keluarganya, dan para sahabatnya, amin. Selamat sejahtera untuk seluruh utusan (rasul), dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. akhirzaman.info
Permata Lapuk
Merajut serat-serat kusut cahaya sunyi
Sbg pelindung dingin malam
Sebongkah permata yang bimbang
Dalam hantaman badai
Bersandar lapuk penyangga
Harta hanyut terbawa badai,
Tiada tersisa…
Kecuali sepenggal asa yg ringkih dgn senyum yg terpaksa
Bertahun tahun hidup “sia-sia”
Mengabdi pada tirani
Kini lantang berteriak ditengah deras arus waktu
Hanya lirih yang terdengar
Dengan sisa-sisa hasrat yg terseok
Memintal keheningan dan kesunyian
Menjadi seuntai pelindung permata yang tersisa
Sbg pelindung dingin malam
Sebongkah permata yang bimbang
Dalam hantaman badai
Bersandar lapuk penyangga
Harta hanyut terbawa badai,
Tiada tersisa…
Kecuali sepenggal asa yg ringkih dgn senyum yg terpaksa
Bertahun tahun hidup “sia-sia”
Mengabdi pada tirani
Kini lantang berteriak ditengah deras arus waktu
Hanya lirih yang terdengar
Dengan sisa-sisa hasrat yg terseok
Memintal keheningan dan kesunyian
Menjadi seuntai pelindung permata yang tersisa
Rabu, 15 Desember 2010
Obat Cinta
Obat Cinta
oleh Kiai Budi pada 15 Desember 2010 jam 11:33
Sedulurku tercinta,cinta itu sebenarnya adalah suatu penyakit,tetapi justru ia menyelamatkan penderitanya dari setiap penyakit--menjadi obat,jadi bila seseorang menderita penyakit cinta maka ia tidak akan pernah mengalami penyakit lain.
Rumi sampai menyatakan:aku telah mati tetapi hidup kembali,aku adalah tangis tetapi kini aku tersenyum,Cinta datang dan mengubahku menjadi keagungan kekal.Bila melihat kenyataan ini bebarti cinta adalah kesehatan rohani,bahkan hakekat kesehatan,dimana para penggila kenikmatan akan membelinya,meskipun dengan mengorbankan seluruh kesenangan dan kenyamanan mereka,sekiranya para penguasa mengetahuinya niscaya mereka akan menghunuskan pedangnya demi meraih cinta itu.
Lagi, Rumi lebih lantang bicara:Sungguh cinta tidak butuh alam.Jika terpikat dengan sang Kekasih dan meniadakan yang lainNya dianggap suatu kegilaan,maka aku adalah pemim[in orang-orang yang gila.Semua penderita sakit pasti berharap sembuh,kecuali penyakit cinta yang justru berharap agar penyakitnya semakin "parah".Mereka suka bila kepedihan dan derita mereka semakin bertambah.Dalam cinta,kedengkian mencair sebagaimana garam dalam air.Cinta abadi adalah tongkat sihir,cinta bisa menyihit hati yang membatu dan kering serta karakter-karakter yang membangkang dan culas,lalu menggiringnya ke arah yang dikehendakiNya.Cinta yang murni akan mengubah musuh bebuyutan menjadi sahabat yang setia dan mengubah kebencian dan permusuhan menjadi kasih dan persahabatan.
Cinta mampu membentuk dua kubu yang saling bertarung dan berperang menjadi satu kesatuan dan satu hati,jika ada anggota tubuh yang merasa sakit maka semuanya juga merasa sakit.Bila kita cermati keadaan yang sedemikian dilematis pada berbagai sudut,maka satu hal yang dilupakan adalah berkurangnya cinta yang tidak ditebar di antara manusia.Cinta di hati ini adalah amanat langit yang bisa mensucikan segala yang kotor,tanah liat itu juga mengandung air tetapi tidak bisa dipakai membasuh ke dua tanganmu.Jangan dikira bahwa sesuatu yang berdebar di dada kita adalah hati.Sungguh hati lebih tinggi daripada langit yang tinggi,seperti hati para Nabi dan orang-orang pilihan.Persamaan antara hati yang mati dan hidup hanya dalam kata [penamaan] dan kemiripan fisikal,keduanya dinamakan hati.Seperti penamaan air yang mengalir pada mata air yang jernih dengan air yang mengalir di sungai,keduanya dinamakan air.Begitu juga air yang bercampur tanah dan lumpur serta air yang ada di rawa-rawa,semuanya dinamakan air.
Namun air yang pertama dapat memuaskan dahaga dan mensucikan pakaian,sedangkan yang kedua tidak dapat digunakan bahkan untuk cuci tangan atau menghilangkan kotoran dari pakaian.Dari sinilah Rumi menyatakan:Kalian jangan tertipu oleh kata "hati"[jantung],hati bukan organ yang berdebar di dadamu tempat berkumpulnya syahwat dan ambisi.Bukanlah hati,sesuatu yang tidak merasakan cinta dan tidak mengenal makna "yakin" serta tidak memiliki kerinduan.......Kawan-kawan,rasakanlah itu,kalau sudah merasakan maka apa pun peraturan dariNya kita taati lalu akan membawa hati dari alam yang sempit ke alam yang lebih luas,dari cinta ke makhluk menjadi cinta kepada Khaliq,dari sini Cinta akan menjadi obat semua penyakit itu.....Reguklah Cinta,wahai kamu: diriku
oleh Kiai Budi pada 15 Desember 2010 jam 11:33
Sedulurku tercinta,cinta itu sebenarnya adalah suatu penyakit,tetapi justru ia menyelamatkan penderitanya dari setiap penyakit--menjadi obat,jadi bila seseorang menderita penyakit cinta maka ia tidak akan pernah mengalami penyakit lain.
Rumi sampai menyatakan:aku telah mati tetapi hidup kembali,aku adalah tangis tetapi kini aku tersenyum,Cinta datang dan mengubahku menjadi keagungan kekal.Bila melihat kenyataan ini bebarti cinta adalah kesehatan rohani,bahkan hakekat kesehatan,dimana para penggila kenikmatan akan membelinya,meskipun dengan mengorbankan seluruh kesenangan dan kenyamanan mereka,sekiranya para penguasa mengetahuinya niscaya mereka akan menghunuskan pedangnya demi meraih cinta itu.
Lagi, Rumi lebih lantang bicara:Sungguh cinta tidak butuh alam.Jika terpikat dengan sang Kekasih dan meniadakan yang lainNya dianggap suatu kegilaan,maka aku adalah pemim[in orang-orang yang gila.Semua penderita sakit pasti berharap sembuh,kecuali penyakit cinta yang justru berharap agar penyakitnya semakin "parah".Mereka suka bila kepedihan dan derita mereka semakin bertambah.Dalam cinta,kedengkian mencair sebagaimana garam dalam air.Cinta abadi adalah tongkat sihir,cinta bisa menyihit hati yang membatu dan kering serta karakter-karakter yang membangkang dan culas,lalu menggiringnya ke arah yang dikehendakiNya.Cinta yang murni akan mengubah musuh bebuyutan menjadi sahabat yang setia dan mengubah kebencian dan permusuhan menjadi kasih dan persahabatan.
Cinta mampu membentuk dua kubu yang saling bertarung dan berperang menjadi satu kesatuan dan satu hati,jika ada anggota tubuh yang merasa sakit maka semuanya juga merasa sakit.Bila kita cermati keadaan yang sedemikian dilematis pada berbagai sudut,maka satu hal yang dilupakan adalah berkurangnya cinta yang tidak ditebar di antara manusia.Cinta di hati ini adalah amanat langit yang bisa mensucikan segala yang kotor,tanah liat itu juga mengandung air tetapi tidak bisa dipakai membasuh ke dua tanganmu.Jangan dikira bahwa sesuatu yang berdebar di dada kita adalah hati.Sungguh hati lebih tinggi daripada langit yang tinggi,seperti hati para Nabi dan orang-orang pilihan.Persamaan antara hati yang mati dan hidup hanya dalam kata [penamaan] dan kemiripan fisikal,keduanya dinamakan hati.Seperti penamaan air yang mengalir pada mata air yang jernih dengan air yang mengalir di sungai,keduanya dinamakan air.Begitu juga air yang bercampur tanah dan lumpur serta air yang ada di rawa-rawa,semuanya dinamakan air.
Namun air yang pertama dapat memuaskan dahaga dan mensucikan pakaian,sedangkan yang kedua tidak dapat digunakan bahkan untuk cuci tangan atau menghilangkan kotoran dari pakaian.Dari sinilah Rumi menyatakan:Kalian jangan tertipu oleh kata "hati"[jantung],hati bukan organ yang berdebar di dadamu tempat berkumpulnya syahwat dan ambisi.Bukanlah hati,sesuatu yang tidak merasakan cinta dan tidak mengenal makna "yakin" serta tidak memiliki kerinduan.......Kawan-kawan,rasakanlah itu,kalau sudah merasakan maka apa pun peraturan dariNya kita taati lalu akan membawa hati dari alam yang sempit ke alam yang lebih luas,dari cinta ke makhluk menjadi cinta kepada Khaliq,dari sini Cinta akan menjadi obat semua penyakit itu.....Reguklah Cinta,wahai kamu: diriku
Created in Light but Living in Darkness
Dastuur ya Rijaal-Allah, Dastuur ya Sayyidii madad
Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaha ill-Allah. Allahu akbar, Allahu akbar wa lillah al-hamd.
Engkau adalah Pencipta kami, Engkau adalah Penguasa kami. Kami memohon pertolongan dan dukungan Surgawi-Mu . Wahai Penguasa kami, karuniakanlah kami, demi kehormatan dia yang paling Engkau hormati, yang paling terhormat dan paling agung dan paling anggun, Sayyidina Muhammad Sallallahu Alayhi Wasallam, kami memohon dukungan surgawi untuk menghancurkan setiap kepalsuan, setiap hal buruk, dari dunia dan membuangnya dan untuk mendatangkan apa yang baik, apa yang terbaik untuk umat manusia. Sebagaimana seharusnya mereka nantinya berada di hadirat Tuhan mereka pada Hari Kebangkitan Kembali.
Wahai manusia, as-salaam `alaykum wa rahmatullahi barakatuh. Dengar dan ucapkan bersama saya: alfu ’sh-shalaat alfu ’s-salaam `ala sayyid al-awwaliin wa ’l-akhiriin Sayyidina Muhammad Sallallahu Alayhi Wasallam dan kami memohon syafaatmu di dalam bulan yang suci ini dan mohon berkah, keagungan dan kehormatan bulan suci ini.
Wahai manusia! Dengar dan perhatikan dan patuhi Tuhan mu, Pencipta kita. Allah, Allah, Allahu Akbar wa lillahi ’l-hamd.
Wahai manusia! Ucapkan: a`udzu billahi min asy-syaythani 'r-rajiim. Katakan kita bertobat dari langkah buruk, kita bertobat dari perbuatan/amal buruk. Kita menyesali amal dan kegiatan buruk kita. Dan ucapkan: a`udzu billahi min asy-syaythani 'r-rajiim – Wahai Tuhan kami, kami berlari kepada-Mu dari Setan dan para pembantunya. Dan kami memohon pedang surgawi Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim untuk membuat pertahanan terhadap Setan dan para pembantunya. Semoga Allah menyingkirkan mereka.
Kita, wahai manusia, mengatakan dastuur ya RijaalAllah. Madad Ya Sultan al-Awliya. Kita memohon Penguasa dunia ini, untuk menolong kita, dan memberi kita dukungan surgawi karena kita lemah dan kita memerlukan dukungan surgawi dan dukungan surgawi tidak akan datang, kecuali melalui Penguasa dunia ini.
Kita harus belajar, kita harus berusaha untuk memberikan yang terbaik dari kita untuk Hadirat Ilahiah. Setiap harinya, setiap hari kita harus berusaha untuk sedikit lebih baik dari pada kemarin. Hari ini kita harus sedikit lebih jauh, menuju ke mana? Menuju samudra cahaya. Lautan cahaya, lautan cahaya surgawi. Kita harus berusaha mendekati sedikit lebih ke alam cahaya, maqam cahaya surgawi, untuk menjadi cahaya. Nikmatilah! Itu sangat penting.
Kita di sini hidup dalam kegelapan, kegelapan dari hidup ini. Kita hidup melalui kegelapan dan kekotoran dunia ini. Kegelapan. Kita diciptakan melalui Cahaya Surgawi yang tak berakhir. Kita diciptakan melalui alam penuh cahaya, melalui wilayah bercahaya dari Tuhan Sang Pencipta, Tuhan bagi seluruh ciptaan.
Berhati-hatilah melalui wilayah bercahaya dari Allah Subhanahu wa Ta`ala ini dan untuk beberapa alasan yang terkenal dan itu adalah untuk sebuah tabayyun yang jujur, yang terkenal melalui kitab-kitab suci, alasannya kita telah diusir dari alam penuh cahaya itu ke dunia gelap dan kini kita di sini berada di dalam kegelapan.
Ya. Kalian melihat, memandang matahari bersinar gemilang dan rembulan juga bercahaya, namun dalam hakikatnya kita berada di dalam dunia yang gelap. Kita sekarang, telah diusir dari wilayah bercahaya dan turun ke dunia yang gelap ini, dunia liar, dunia yang tak diketahui, dan kita telah mendarat di sana. Dan kita harus berusaha untuk keluar dari dunia gelap ini, dari wilayah kegelapan ini, untuk kembali ke wilayah bercahaya, wilayah Surgawi. Dan wilayah-Nya ini tidak pernah berakhir.
Dan kegiatan paling penting atau upaya atau amalan paling penting, upaya kita hendaknya berusaha untuk keluar dari wilayah gelap menuju kepada wilayah bercahaya.
Kita telah mendarat di sini untuk beberapa alasan dan alasan yang membuat leluhur kita Nabi Adam Alayhissalam dan Hawa, untuk turun dari alam yang penuh cahaya ke dunia kegelapan ini, apakah itu? Itu harusnya sangat dikenal. Itu sangatlah penting. Temukan, itulah yang pertama harus kita pelajari. Sebelum belajar begitu banyak hal yang tidak berguna, kita harus belajar mengapa kita telah dikirim atau mengapa kita telah diusir dari surga yang bercahaya. Apakah alasan itu?
Jika kalian tidak tahu alasannya kalian tidak dapat menyelamatkan diri kalian sebagaimana seorang dokter jika dia tidak tahu alasan penyakitnya, dia tidak dapat melakukan penanganan (tadawi), apapun. Tidak dapat ditangani, tidak. Karena dia tidak tahu alasannya. Jika setiap orang tahu tentang ini, tidaklah diperlukan begitu banyak dokter untuk melakukan penanganan– Setiap orang dapat melakukan penyembuhan sendiri. Namun tidak semua orang mengerti. Beberapa orang mengerti dan beberapa orang dikaruniai (kemampuan) menyembuhkan penyakit umat manusia.
Dan kini kita juga, makhluk hidup, hidup di antara begitu banyak makhluk. Perhatikan wahai manusia! Kita pernah di Surga. Kita diciptakan di sana. Dan itu adalah kampung halaman kita. Segala sesuatunya indah; segala sesuatu memberikan berkahnya kepada Adam Alayhissalam dan Hawa. Tak satu pun, melukai mereka. Segala sesuatu memberikan kenikmatan kepada Nabi Adam Alayhissalam dan Hawa. Jadi apakah sebabnya mereka diusir turun dari Surga ke sebuah dunia liar yang penuh dengan begitu banyak makhluk, yang setiap mereka, begitu marah kepada Hawa, kepada Nabi Adam Alayhissalam. Mereka sangat tidak bahagia dari perlakuan para makhluk itu. Dan tak satu pun memberi salam kepada Nabi Adam Alayhissalam dan Hawa di sini, tidak.
Di Surga segala sesuatu memberi salam kepada Nabi Adam Alayhissalam dan Hawa dan memberikan kenikmatan kepada keduanya. Segala macam kenikmatan, makan, minum, pemandangan. Namun mereka berdua hanya mendarat di planet gelap ini. Mereka diusir dari Surga yang terang dan jatuh ke dunia ini, planet dan itu adalah muwajaha pertama, mula mula mereka datang ke di hadapan mereka hanya sebuah kegelapan. Mereka mendarat pada sebuah dunia yang tidak diketahui dan dunia itu dalam kegelapan. Gelapnya kegelapan.
Dan tangisan Nabi Adam Alayhissalam dan Hawa, mereka menangis karena mereka diusir dari Surga yang terang. Dan kemudian Penguasa Surga memberi mereka sebuah cahaya, nur dan matahari terbit dan mereka ambruk bersujud kepada Penguasa Surga sambil berkata “Wahai Tuhan kami! Ini adalah karunia-Mu kepada hamba-Mu yang membangkang. Kami telah membangkang, wahai Tuhan kami. Namun Engkau mengaruniai kami sebuah cahaya, meskipun itu tidak seperti cahaya yang di Surga. Namun kami begitu bahagia karena adanya cahaya ini, bahwa matahari terbit dan memberi kami cahaya, wahai Tuhan kami.” Mereka bersujud, menyembah Penguasa Surga.
Namun, wahai manusia! Mereka memahami alasan yang menyebabkan mereka diusir dari Surga yang terang – dilempar keluar, dan mereka menangis. Kemudian, wahai manusia. Sebagai gantinya Surga di mana mereka semua begitu mencintai Adam Alayhissalam dan Hawa, begitu bersahabat, begitu baik, begitu hormat, semuanya di mana-mana, namun ketika sampai di sini mereka mendapati dunia yang liar, dalam kegelapan, penuh dengan makhluk.
Namun semua makhluk itu begitu marah kepada mereka. Bukannya memberi salam, tetapi begitu marah dan mengutuk. Mengutuk. Mereka berkata, “Seorang pembangkang datang, mendarat di antara kita dan mereka akan membuat keonaran kepada kita, karena mereka telah diusir dan dikutuk” dan mereka gemetar (ketakutan). Tak satu pun yang menyambut Adam Alayhissalam dan Hawa, yang mengatakan” as salamun alaykum!”, tidak. Bahkan semut berkata (kepada sesamanya), “Larilah.” Pohon berkata, “Larilah. Ada pembangkang - larilah!” Dan semua binatang liar melarikan diri dari mereka berdua, bukannya mendekat untuk memberi salam namun menjauh dan berkata bahwa “kutukan yang jatuh kepeda mereka mungkin akan menyentuh kita. Tinggalkan mereka.” Dan mereka melarikan diri.
Dan pepohonan dan buah buahan memberikan buah tetapi tanpa rasa. Tidak ada rasa dari buah dan mereka mencapai daratan, dunia. Datang ke dunia mereka begitu menyesal, begitu sedih. Dan Adam Alayhissalam, dia menangis, tidak makan, tidak minum, hanya menangis di atas puncak Gunung Serendip, dia berdiri di atas satu kaki dan menangis dan menangis.
Dia tidak makan tidak minum apa pun selama 30 hari. Itu adalah puasanya. Puasa dan menangis sampai Tuhan mereka menerima tobat mereka dan memberikan Rahmat-Nya dan berkata, “Wahai Adam! Aku menerima tobatmu, tobat, tobat. Dan dia mulai membuat dunia ini untuk tempat tinggal dirinya dan anak-anaknya. Atau kita akan menjadikan diri kita generasi Surgawi. Jika tidak maka Adam Alayhissalam dan Hawa akan menjadi berada di Surga tanpa keluar dari sana.
Maka, wahai manusia perhatikanlah! Pertama kita harus tahu apakah alasan kita berada di planet ini. Apakah alasannya Adam Alayhissalam dan Hawa mendarat di dunia ini? Itu adalah masalah terpenting dalam seluruh Kitab Suci untuk diketahui dan diajarkan. Itu adalah pelajaran pertama untuk Adam Alayhissalam dan Hawa dan para keturunan mereka.
Apa yang kalian pikirkan sekarang di masa kita ini? Siapa yang telah bertanya mengapa Adam Alayhissalam dan Hawa mendarat di sini? Dan mereka juga tidak bertanya, tentang apakah kutukan yang datang kepada manusia di abad ke-21? Manusia saling memangsa (saling menyakiti). Apakah alasannya?
SubhanAllah itu tertulis dalam semua kitab lama, sebuah kisah yang memberi pelajaran, bukan dongeng, tetapi sebuah kisah yang memberi pelajaran.
Suatu waktu seorang dari antara para alim, dia berada di dalam sebuah perahu, sebuah kapal, bepergian dan dia memperhatikan dan melihat laut itu dan melihat bahwa ikan-ikan saling memakan dan melihat sedang terjadi sebuah perang besar (muharaba), dan dia berkata, “Wahai Tuhan kami, Engkau mengetahui segala sesuatu. Aku begitu heran (aja’ib). Aja’ib. Aku merenung apa kiranya alasan (perang ini)?” Dan datanglah suara dari langit yang berbunyi “Wahai hamba-Ku. Barusan telah lewat di situ seorang hamba yang membangkang dan ia meludah ke laut. Ludahnya itulah yang membuat ikan-ikan itu saling berkelahi.”
Kalau ludah seorang hamba yang membangkang yang bisa membuat onar seperti itu, bagaimana dengan kita sendiri. Itu merupakan kisah yang baik sekali untuk mengajari manusia alasan adanya krisis, alasan adanya kerusuhan, alasan adanya perkelahian, alasan untuk membuat begitu banyak bom nuklir. Segala sesuatu, yang membuat manusia begitu saling bermusuhan. Itulah alasannya.
Nah wahai manusia! Jika hamba yang membangkang itu membuat kerusuhan di antara ikan di lautan, apa yang dapat kita katakan sekarang?
Setiap diri kita adalah pembangkang dan tidak lagi menghormati Perintah Suci dari Penguasa Langit. Kita tidak memberikan hormat yang tinggi dan pengabdian tinggi kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala. Itulah alasan dari seluruh kesukaran. Wahai manusia! Pikirkanlah hal itu dan jika tidak, maka akan datang kutukan lainnya yang akan membuat tidak akan ada lagi manusia atau hewan atau tetumbuhan yang hidup di bumi ini.
Saya hanyalah seorang yang lemah yang (hanya bisa) memberi peringatan. Peringatan? Saya seorang yang lemah. Saya berkata kepada orang-orang, “Peliharalah dirimu!” Itu adalah peringatan.
Itu artinya alasan mengapa Adam Alayhissalam dan Hawa telah diusir dari Surga dan dilemparkan keluar hingga mendarat di dunia ini. Dunia ini yang tidak ada nilainya di Hadirat Ilahiah. Dan manusia saling memangsa dan saling bunuh dan melakukan begitu banyak hal buruk.
Itulah alasannya. Dan apa pun pemahaman kalian dari (pelajaran) ini adalah sumber dari kerusuhan dan krisis, kita harus bertanya “Apa yang ditulis di dalam Perjanjian Lama?” “Apa yang tertulis di dalam Perjanjian Baru?” “Dan apa yang tertulis di dalam Alquran Suci?” Apa yang dikatakannya? Dan tak seorang pun mencari tahu apa yang dikatakan (dalam kitab-kitab itu) dan yang menyebabkan situasi seperti ini dan untuk mencari tahu suatu cara menyelamatkan diri kita.
Kalian tidak akan menemukan satu cara untuk menyelamatkan diri kalian sampai kalian mencari di kitab-kitab suci. Kalian harus mengerti di mana Adam Alayhissalam dan Hawa berada di Surganya. Mereka begitu dimuliakan dan segala sesuatu memberikan mereka kenikmatan. Namun apa alasannya mereka diusir? Alasannya adalah karena mereka membangkang, menolak perintah suci, Perintah Suci Allah, Dia berkata, “Jangan makan!” Dan mereka tidak membungkuk kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala sambil mengatakan “Apa pun yang Engkau perintahkan (kami lakukan) ya Allah, Tuhan kami!” Mereka tidak mengatakan ini dan akhirnya mereka berlari mendekati dan makan buah terlarang dan segala sesuatu langsung berubah dan segala macam kesukaran mendatangi Adam Alayhissalam dan Hawa dan anak cucu mereka. Dan hingga sekarang kutukan itu tetap berlangsung, karena manusia tidak bertanya alasan (pengusiran itu). Alasannya adalah dalam pembangkangan kepada Penguasa Surga. Selama kalian dalam pembangkangan, kutukan itu tetap mendatangi, di sini dan di hari akhir nanti.
Pikirkanlah hal itu, wahai patriarkat (pendeta Yahudi), wahai orang-orang gereja, wahai orang-orang sinagoga (tempat ibadah Yahudi), wahai orang-orang masjid, wahai orang yang terpelajar, wahai para pemimpin agama!
Saya tidak suka para pemimpin agama, bila mereka tidak memahami kesukaran yang dialami umat manusia. Saya seorang hamba Allah yang lemah yang sederhana dan kini membuat saya untuk menyampaikan kepada seluruh dunia dalam bulan ini, dari Timur ke Barat dan untuk merubah jalan kita untuk datang pada jalan yang benar. Dan kalian tidak dapat berada di jalan yang benar jika kamu tidak mengikuti mereka yang benar. Bertanyalah kepada mereka yang benar, jangan bertanya kepada orang yang memberikan julukan (nama besar) yang kosong kepada diri mereka sendiri. Itu tidak penting. Carilah dan perhatikanlah seorang yang sungguh beriman dan seorang hamba yang patuh kepada Tuhannya dan mengikuti-Nya. Jika tidak, seluruh dunia ini akan berakhir karena Hari Pengadilan telah berada di ambang pintu. Wahai Tuhan kami! Kirimkanlah seseorang yang mampu merubah jalan kami dari jalan buruk ke jalan yang menuju kepada-Mu!
Wahai Tuhan kami. Tawbat, tawbat, tawbat istaghfirullah. Tidak ada yang akan menyelamatkan kalian, apakah kalian Kristen, Ortodoks, Muslim, Syiah, Wahabi atau apa pun. Kalian tidak dapat berubah. Kalian tidak dapat menyelamatkan diri kalian sendiri jika kalian tidak merubah jalan kalian. Wahai manusia! Janganlah saling membunuh namun berusahalah mengusir setan dalam diri kalian! Semoga Allah mengampuni saya.
Tawbat ya Rabbii, tawbat. Fatiha.
Allahu akbar, Allahu akbar, la ilaha ill-Allah. Allahu akbar, Allahu akbar wa lillah al-hamd.
Engkau adalah Pencipta kami, Engkau adalah Penguasa kami. Kami memohon pertolongan dan dukungan Surgawi-Mu . Wahai Penguasa kami, karuniakanlah kami, demi kehormatan dia yang paling Engkau hormati, yang paling terhormat dan paling agung dan paling anggun, Sayyidina Muhammad Sallallahu Alayhi Wasallam, kami memohon dukungan surgawi untuk menghancurkan setiap kepalsuan, setiap hal buruk, dari dunia dan membuangnya dan untuk mendatangkan apa yang baik, apa yang terbaik untuk umat manusia. Sebagaimana seharusnya mereka nantinya berada di hadirat Tuhan mereka pada Hari Kebangkitan Kembali.
Wahai manusia, as-salaam `alaykum wa rahmatullahi barakatuh. Dengar dan ucapkan bersama saya: alfu ’sh-shalaat alfu ’s-salaam `ala sayyid al-awwaliin wa ’l-akhiriin Sayyidina Muhammad Sallallahu Alayhi Wasallam dan kami memohon syafaatmu di dalam bulan yang suci ini dan mohon berkah, keagungan dan kehormatan bulan suci ini.
Wahai manusia! Dengar dan perhatikan dan patuhi Tuhan mu, Pencipta kita. Allah, Allah, Allahu Akbar wa lillahi ’l-hamd.
Wahai manusia! Ucapkan: a`udzu billahi min asy-syaythani 'r-rajiim. Katakan kita bertobat dari langkah buruk, kita bertobat dari perbuatan/amal buruk. Kita menyesali amal dan kegiatan buruk kita. Dan ucapkan: a`udzu billahi min asy-syaythani 'r-rajiim – Wahai Tuhan kami, kami berlari kepada-Mu dari Setan dan para pembantunya. Dan kami memohon pedang surgawi Bismillahi 'r-Rahmaani 'r-Rahiim untuk membuat pertahanan terhadap Setan dan para pembantunya. Semoga Allah menyingkirkan mereka.
Kita, wahai manusia, mengatakan dastuur ya RijaalAllah. Madad Ya Sultan al-Awliya. Kita memohon Penguasa dunia ini, untuk menolong kita, dan memberi kita dukungan surgawi karena kita lemah dan kita memerlukan dukungan surgawi dan dukungan surgawi tidak akan datang, kecuali melalui Penguasa dunia ini.
Kita harus belajar, kita harus berusaha untuk memberikan yang terbaik dari kita untuk Hadirat Ilahiah. Setiap harinya, setiap hari kita harus berusaha untuk sedikit lebih baik dari pada kemarin. Hari ini kita harus sedikit lebih jauh, menuju ke mana? Menuju samudra cahaya. Lautan cahaya, lautan cahaya surgawi. Kita harus berusaha mendekati sedikit lebih ke alam cahaya, maqam cahaya surgawi, untuk menjadi cahaya. Nikmatilah! Itu sangat penting.
Kita di sini hidup dalam kegelapan, kegelapan dari hidup ini. Kita hidup melalui kegelapan dan kekotoran dunia ini. Kegelapan. Kita diciptakan melalui Cahaya Surgawi yang tak berakhir. Kita diciptakan melalui alam penuh cahaya, melalui wilayah bercahaya dari Tuhan Sang Pencipta, Tuhan bagi seluruh ciptaan.
Berhati-hatilah melalui wilayah bercahaya dari Allah Subhanahu wa Ta`ala ini dan untuk beberapa alasan yang terkenal dan itu adalah untuk sebuah tabayyun yang jujur, yang terkenal melalui kitab-kitab suci, alasannya kita telah diusir dari alam penuh cahaya itu ke dunia gelap dan kini kita di sini berada di dalam kegelapan.
Ya. Kalian melihat, memandang matahari bersinar gemilang dan rembulan juga bercahaya, namun dalam hakikatnya kita berada di dalam dunia yang gelap. Kita sekarang, telah diusir dari wilayah bercahaya dan turun ke dunia yang gelap ini, dunia liar, dunia yang tak diketahui, dan kita telah mendarat di sana. Dan kita harus berusaha untuk keluar dari dunia gelap ini, dari wilayah kegelapan ini, untuk kembali ke wilayah bercahaya, wilayah Surgawi. Dan wilayah-Nya ini tidak pernah berakhir.
Dan kegiatan paling penting atau upaya atau amalan paling penting, upaya kita hendaknya berusaha untuk keluar dari wilayah gelap menuju kepada wilayah bercahaya.
Kita telah mendarat di sini untuk beberapa alasan dan alasan yang membuat leluhur kita Nabi Adam Alayhissalam dan Hawa, untuk turun dari alam yang penuh cahaya ke dunia kegelapan ini, apakah itu? Itu harusnya sangat dikenal. Itu sangatlah penting. Temukan, itulah yang pertama harus kita pelajari. Sebelum belajar begitu banyak hal yang tidak berguna, kita harus belajar mengapa kita telah dikirim atau mengapa kita telah diusir dari surga yang bercahaya. Apakah alasan itu?
Jika kalian tidak tahu alasannya kalian tidak dapat menyelamatkan diri kalian sebagaimana seorang dokter jika dia tidak tahu alasan penyakitnya, dia tidak dapat melakukan penanganan (tadawi), apapun. Tidak dapat ditangani, tidak. Karena dia tidak tahu alasannya. Jika setiap orang tahu tentang ini, tidaklah diperlukan begitu banyak dokter untuk melakukan penanganan– Setiap orang dapat melakukan penyembuhan sendiri. Namun tidak semua orang mengerti. Beberapa orang mengerti dan beberapa orang dikaruniai (kemampuan) menyembuhkan penyakit umat manusia.
Dan kini kita juga, makhluk hidup, hidup di antara begitu banyak makhluk. Perhatikan wahai manusia! Kita pernah di Surga. Kita diciptakan di sana. Dan itu adalah kampung halaman kita. Segala sesuatunya indah; segala sesuatu memberikan berkahnya kepada Adam Alayhissalam dan Hawa. Tak satu pun, melukai mereka. Segala sesuatu memberikan kenikmatan kepada Nabi Adam Alayhissalam dan Hawa. Jadi apakah sebabnya mereka diusir turun dari Surga ke sebuah dunia liar yang penuh dengan begitu banyak makhluk, yang setiap mereka, begitu marah kepada Hawa, kepada Nabi Adam Alayhissalam. Mereka sangat tidak bahagia dari perlakuan para makhluk itu. Dan tak satu pun memberi salam kepada Nabi Adam Alayhissalam dan Hawa di sini, tidak.
Di Surga segala sesuatu memberi salam kepada Nabi Adam Alayhissalam dan Hawa dan memberikan kenikmatan kepada keduanya. Segala macam kenikmatan, makan, minum, pemandangan. Namun mereka berdua hanya mendarat di planet gelap ini. Mereka diusir dari Surga yang terang dan jatuh ke dunia ini, planet dan itu adalah muwajaha pertama, mula mula mereka datang ke di hadapan mereka hanya sebuah kegelapan. Mereka mendarat pada sebuah dunia yang tidak diketahui dan dunia itu dalam kegelapan. Gelapnya kegelapan.
Dan tangisan Nabi Adam Alayhissalam dan Hawa, mereka menangis karena mereka diusir dari Surga yang terang. Dan kemudian Penguasa Surga memberi mereka sebuah cahaya, nur dan matahari terbit dan mereka ambruk bersujud kepada Penguasa Surga sambil berkata “Wahai Tuhan kami! Ini adalah karunia-Mu kepada hamba-Mu yang membangkang. Kami telah membangkang, wahai Tuhan kami. Namun Engkau mengaruniai kami sebuah cahaya, meskipun itu tidak seperti cahaya yang di Surga. Namun kami begitu bahagia karena adanya cahaya ini, bahwa matahari terbit dan memberi kami cahaya, wahai Tuhan kami.” Mereka bersujud, menyembah Penguasa Surga.
Namun, wahai manusia! Mereka memahami alasan yang menyebabkan mereka diusir dari Surga yang terang – dilempar keluar, dan mereka menangis. Kemudian, wahai manusia. Sebagai gantinya Surga di mana mereka semua begitu mencintai Adam Alayhissalam dan Hawa, begitu bersahabat, begitu baik, begitu hormat, semuanya di mana-mana, namun ketika sampai di sini mereka mendapati dunia yang liar, dalam kegelapan, penuh dengan makhluk.
Namun semua makhluk itu begitu marah kepada mereka. Bukannya memberi salam, tetapi begitu marah dan mengutuk. Mengutuk. Mereka berkata, “Seorang pembangkang datang, mendarat di antara kita dan mereka akan membuat keonaran kepada kita, karena mereka telah diusir dan dikutuk” dan mereka gemetar (ketakutan). Tak satu pun yang menyambut Adam Alayhissalam dan Hawa, yang mengatakan” as salamun alaykum!”, tidak. Bahkan semut berkata (kepada sesamanya), “Larilah.” Pohon berkata, “Larilah. Ada pembangkang - larilah!” Dan semua binatang liar melarikan diri dari mereka berdua, bukannya mendekat untuk memberi salam namun menjauh dan berkata bahwa “kutukan yang jatuh kepeda mereka mungkin akan menyentuh kita. Tinggalkan mereka.” Dan mereka melarikan diri.
Dan pepohonan dan buah buahan memberikan buah tetapi tanpa rasa. Tidak ada rasa dari buah dan mereka mencapai daratan, dunia. Datang ke dunia mereka begitu menyesal, begitu sedih. Dan Adam Alayhissalam, dia menangis, tidak makan, tidak minum, hanya menangis di atas puncak Gunung Serendip, dia berdiri di atas satu kaki dan menangis dan menangis.
Dia tidak makan tidak minum apa pun selama 30 hari. Itu adalah puasanya. Puasa dan menangis sampai Tuhan mereka menerima tobat mereka dan memberikan Rahmat-Nya dan berkata, “Wahai Adam! Aku menerima tobatmu, tobat, tobat. Dan dia mulai membuat dunia ini untuk tempat tinggal dirinya dan anak-anaknya. Atau kita akan menjadikan diri kita generasi Surgawi. Jika tidak maka Adam Alayhissalam dan Hawa akan menjadi berada di Surga tanpa keluar dari sana.
Maka, wahai manusia perhatikanlah! Pertama kita harus tahu apakah alasan kita berada di planet ini. Apakah alasannya Adam Alayhissalam dan Hawa mendarat di dunia ini? Itu adalah masalah terpenting dalam seluruh Kitab Suci untuk diketahui dan diajarkan. Itu adalah pelajaran pertama untuk Adam Alayhissalam dan Hawa dan para keturunan mereka.
Apa yang kalian pikirkan sekarang di masa kita ini? Siapa yang telah bertanya mengapa Adam Alayhissalam dan Hawa mendarat di sini? Dan mereka juga tidak bertanya, tentang apakah kutukan yang datang kepada manusia di abad ke-21? Manusia saling memangsa (saling menyakiti). Apakah alasannya?
SubhanAllah itu tertulis dalam semua kitab lama, sebuah kisah yang memberi pelajaran, bukan dongeng, tetapi sebuah kisah yang memberi pelajaran.
Suatu waktu seorang dari antara para alim, dia berada di dalam sebuah perahu, sebuah kapal, bepergian dan dia memperhatikan dan melihat laut itu dan melihat bahwa ikan-ikan saling memakan dan melihat sedang terjadi sebuah perang besar (muharaba), dan dia berkata, “Wahai Tuhan kami, Engkau mengetahui segala sesuatu. Aku begitu heran (aja’ib). Aja’ib. Aku merenung apa kiranya alasan (perang ini)?” Dan datanglah suara dari langit yang berbunyi “Wahai hamba-Ku. Barusan telah lewat di situ seorang hamba yang membangkang dan ia meludah ke laut. Ludahnya itulah yang membuat ikan-ikan itu saling berkelahi.”
Kalau ludah seorang hamba yang membangkang yang bisa membuat onar seperti itu, bagaimana dengan kita sendiri. Itu merupakan kisah yang baik sekali untuk mengajari manusia alasan adanya krisis, alasan adanya kerusuhan, alasan adanya perkelahian, alasan untuk membuat begitu banyak bom nuklir. Segala sesuatu, yang membuat manusia begitu saling bermusuhan. Itulah alasannya.
Nah wahai manusia! Jika hamba yang membangkang itu membuat kerusuhan di antara ikan di lautan, apa yang dapat kita katakan sekarang?
Setiap diri kita adalah pembangkang dan tidak lagi menghormati Perintah Suci dari Penguasa Langit. Kita tidak memberikan hormat yang tinggi dan pengabdian tinggi kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala. Itulah alasan dari seluruh kesukaran. Wahai manusia! Pikirkanlah hal itu dan jika tidak, maka akan datang kutukan lainnya yang akan membuat tidak akan ada lagi manusia atau hewan atau tetumbuhan yang hidup di bumi ini.
Saya hanyalah seorang yang lemah yang (hanya bisa) memberi peringatan. Peringatan? Saya seorang yang lemah. Saya berkata kepada orang-orang, “Peliharalah dirimu!” Itu adalah peringatan.
Itu artinya alasan mengapa Adam Alayhissalam dan Hawa telah diusir dari Surga dan dilemparkan keluar hingga mendarat di dunia ini. Dunia ini yang tidak ada nilainya di Hadirat Ilahiah. Dan manusia saling memangsa dan saling bunuh dan melakukan begitu banyak hal buruk.
Itulah alasannya. Dan apa pun pemahaman kalian dari (pelajaran) ini adalah sumber dari kerusuhan dan krisis, kita harus bertanya “Apa yang ditulis di dalam Perjanjian Lama?” “Apa yang tertulis di dalam Perjanjian Baru?” “Dan apa yang tertulis di dalam Alquran Suci?” Apa yang dikatakannya? Dan tak seorang pun mencari tahu apa yang dikatakan (dalam kitab-kitab itu) dan yang menyebabkan situasi seperti ini dan untuk mencari tahu suatu cara menyelamatkan diri kita.
Kalian tidak akan menemukan satu cara untuk menyelamatkan diri kalian sampai kalian mencari di kitab-kitab suci. Kalian harus mengerti di mana Adam Alayhissalam dan Hawa berada di Surganya. Mereka begitu dimuliakan dan segala sesuatu memberikan mereka kenikmatan. Namun apa alasannya mereka diusir? Alasannya adalah karena mereka membangkang, menolak perintah suci, Perintah Suci Allah, Dia berkata, “Jangan makan!” Dan mereka tidak membungkuk kepada Allah Subhanahu wa Ta`ala sambil mengatakan “Apa pun yang Engkau perintahkan (kami lakukan) ya Allah, Tuhan kami!” Mereka tidak mengatakan ini dan akhirnya mereka berlari mendekati dan makan buah terlarang dan segala sesuatu langsung berubah dan segala macam kesukaran mendatangi Adam Alayhissalam dan Hawa dan anak cucu mereka. Dan hingga sekarang kutukan itu tetap berlangsung, karena manusia tidak bertanya alasan (pengusiran itu). Alasannya adalah dalam pembangkangan kepada Penguasa Surga. Selama kalian dalam pembangkangan, kutukan itu tetap mendatangi, di sini dan di hari akhir nanti.
Pikirkanlah hal itu, wahai patriarkat (pendeta Yahudi), wahai orang-orang gereja, wahai orang-orang sinagoga (tempat ibadah Yahudi), wahai orang-orang masjid, wahai orang yang terpelajar, wahai para pemimpin agama!
Saya tidak suka para pemimpin agama, bila mereka tidak memahami kesukaran yang dialami umat manusia. Saya seorang hamba Allah yang lemah yang sederhana dan kini membuat saya untuk menyampaikan kepada seluruh dunia dalam bulan ini, dari Timur ke Barat dan untuk merubah jalan kita untuk datang pada jalan yang benar. Dan kalian tidak dapat berada di jalan yang benar jika kamu tidak mengikuti mereka yang benar. Bertanyalah kepada mereka yang benar, jangan bertanya kepada orang yang memberikan julukan (nama besar) yang kosong kepada diri mereka sendiri. Itu tidak penting. Carilah dan perhatikanlah seorang yang sungguh beriman dan seorang hamba yang patuh kepada Tuhannya dan mengikuti-Nya. Jika tidak, seluruh dunia ini akan berakhir karena Hari Pengadilan telah berada di ambang pintu. Wahai Tuhan kami! Kirimkanlah seseorang yang mampu merubah jalan kami dari jalan buruk ke jalan yang menuju kepada-Mu!
Wahai Tuhan kami. Tawbat, tawbat, tawbat istaghfirullah. Tidak ada yang akan menyelamatkan kalian, apakah kalian Kristen, Ortodoks, Muslim, Syiah, Wahabi atau apa pun. Kalian tidak dapat berubah. Kalian tidak dapat menyelamatkan diri kalian sendiri jika kalian tidak merubah jalan kalian. Wahai manusia! Janganlah saling membunuh namun berusahalah mengusir setan dalam diri kalian! Semoga Allah mengampuni saya.
Tawbat ya Rabbii, tawbat. Fatiha.
Rabu, 08 Desember 2010
Kebesaran Sayyidina Muhammad (saw) Tidak Terlukiskan
Kebesaran Sayyidina Muhammad (saw) Tidak Terlukiskan
Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
25 June 2010 Lefke, Cyprus
Jumu`ah Khutbah
Allahuma shalli `alayk yaa Sayyidii, yaa Rasuulullah wa narjuu an nakuuna m`ak fii al-akhira. (Semoga Allah mencurahkan berkah kepadamu, wahai junjungan kami, wahai Nabi Allah, dan kami memohon agar kami kelak bersamamu di akhirat).
Wahai Muslim, wahai Mukmin! Allah (swt) menyebutkan dalam ayat suci ini bahwa Allah (swt) dan para malaikat-Nya memuji dan berselawat atas Nabi (s). Lalu pertanyaannya muncul karena itu adalah Firman Suci Allah, “sejak kapan?” Ketika Dia memuji kekasih-Nya dan mengirimkan para malaikat-Nya untuk memujinya, tidak ada yang tertinggal dan Allah (swt) tidak menyebutkan jumlah malaikat tersebut. Pada saat itu berapa banyak yang memujinya? Tak seorang pun dapat memberikan jumlahnya, jika kalian memberikan angka tertentu, berarti kalian membatasi Keagungan-Nya, membatasi `Azhaamat
Allah.
Dan jangan berpikir bahwa pujian malaikat itu sama satu sama lain. Setiap pujian malaikat berbeda dan tidak berulang seperti kita; malaikat tidak mempunyai pengulangan. Setiap malaikat, masing-masing memuji Allah (swt) dengan pujian yang berbeda kepada Nabi (s) daripada yang lain. Dan selawat yang mereka buat pertama kali tidak diulangi lagi kedua kalinya. Setiap saat Allah (swt) menciptakan pujian baru yang berbeda dengan yang lainnya.
Wahai Muslim! Kebesaran Sayyidina Muhammad (s) tidak dapat dilukiskan. Dan saya akan mengutip untuk kalian sebuah hadis dari Jabir ibn Abdullah (r), yang diriwayatkan dalam al-Musannaf oleh `Abdur Razzaq dan dalam al-Mawahabi al-Laduniyya, yang ditulis oleh Syekh Muhammad Isma`iil al-Burhani. Dan ia menanyakan satu pertanyaan kepada Nabi (s), sebagaimana Sahabat, Ashaab (r) bertanya kepada Nabi (s) atau seperti seorang murid bertanya kepada Syekh:
رواه عبد الرزاق بسنده عن جابر بن عبد الله بلفظ قال قلت: يا رسول الله، بأبي أنت وأمي، أخبرني عن أول شيء خلقه الله قبل الأشياء. قال: يا جابر، إن الله تعالى خلق قبل الأشياء نور نبيك من نوره، فجعل ذلك النور يدور بالقُدرة حيث شاء الله، ولم يكن في ذلك الوقت لوح ولا قلم ولا جنة ولا نار ولا ملك ولا سماء ولا أرض ولا شمس ولا قمر ولا جِنِّيٌ ولا إنسي، فلما أراد الله أن يخلق الخلق قسم ذلك النور أربعة أجزاء: فخلق من الجزء الأول القلم، ومن الثاني اللوح، ومن الثالث العرش، ثم قسم الجزء الرابع أربعة أجزاء، فخلق من الجزء الأول حَمَلَة العرش، ومن الثاني الكرسي، ومن الثالث باقي الملائكة، ثم قسم الجزء الرابع أربعة أجزاء: فخلق من الأول السماوات، ومن الثاني الأرضين، ومن الثالث الجنة والنار، ثم قسم الرابع أربعة أجزاء، فخلق من الأول نور أبصار المؤمنين، ومن الثاني نور قلوبهم وهى المعرفة بالله، ومن الثالث نور إنسهم وهو التوحيد لا إله إلا الله محمد رسول الله.
Jadi ia berkata, bi abii anta wa ummii, “Aku mengorbankan diriku dan ayahku dan ibuku kepadamu, tetapi katakan padaku,” karena ia menginginkan jawabannya, “Yaa Muhammad! Apakah yang pertama kali Allah (swt) ciptakan al-ashya, sebelum Dia menciptakan yang lain?” Itu bukanlah pertanyaan yang mudah dan tidak sederhana.
Lihatlah apa yang Allah (swt) berikan kepada Sayyidina Muhamad (s) dari Kebesaran-Nya! Nabi (s) bersabda, qala yaa Jabir inna Allah khalaqa qabl al-ashya nur nabiyyih, “Wahai Jabir! Apa yang Allah ciptakan sebelum menciptakan makhluk yang lain adalah cahaya Nabi Muhammad, sebelum Dia menciptakan apa pun dari Cahaya-Nya.” Nabi (s) melanjutkan, “Kemudian cahaya ini mulai berputar, cahaya di dalam Samudra Kekuasaan Allah, al-Qudrah." Segala sesuatu berputar dari sana, ia bagaikan generator. Sebuah pesawat tidak bisa terbang tanpa turbin. Cahaya itu bergerak dengan kecepatan yang tidak dapat terlukiskan, tidak seperti cahaya kita yang bergerak dengan kecepatan 300km /detik. Cahaya itu berputar, berputar, dan berputar dan ketika berputar ia menciptakan banyak, begitu banyak hal hingga kita sampai kepada hadis tersebut. Dan ketika ia berputar, ia berputar dalam Samudra Kekuasaan Allah. Dan pada saat itu belum ada Loh Mahfuz dan belum ada Qalam dan belum ada Surga dan Neraka, tidak ada malaikat, tidak ada langit, tidak ada alam semesta, tidak ada bumi, tidak ada matahari, wa laa qamarun, dan bahkan tidak ada bulan, wa laa jinniyyun wa laa insiyyun, dan tidak ada jin dan tidak ada manusia.
Dan ketika Allah (swt) bermaksud untuk menciptakan ciptaan-Nya, Dia mengambil dari cahaya yang diberikan kepada Muhammad (s), berputar dalam Samudra Kekuasaan (Qudrah), dan membaginya ke dalam empat bagian: dari bagian pertama, Dia menciptakan Qalam dan itulah di mana kita tahu, dari hadis Nabi (s), bahwa ketika Allah (swt) meminta Qalam untuk menulis, apa yang Dia perintahkan untuk ditulis? Dia telah menciptakan Qalam dari nur an-nabi dan Dia memerintahkannya untuk menulis, Laa ilaaha illa-Llah, lalu ia menuliskannya selama 70,000 tahun, kemudian berhenti. Lalu Dia memerintahkan Qalam untuk menulis, Muhammadur Rasuulullah, dan Qalam bertanya, “Siapakah Muhammad? Siapakah dia?” dan Dia berkata kepada Qalam, “Diam! Jika bukan untuk Muhammad, Aku tidak akan menciptakan satu makhluk pun.” Jadi dari bagian pertama diciptakan Qalam, dari bagian kedua cahaya itu Dia menciptakan Loh Mahfuz dan dari bagian ketiga, Dia menciptakan Arasy. Bagian terakhir, Dia membaginya ke dalam empat bagian: dari kelompok pertama dari bagian keempat itu, Dia menciptakan hamalat al-`arsh, para malaikat yang membawa Arasy, dan dari bagian kedua diciptakan Kursi, dan dari bagian ketiga Dia menciptakan malaikat yang lain dan sampai sekarang malaikat ini masih terus diciptakan setiap saat, dan tidak ada yang tahu berapa banyak Allah (swt) menciptakannya dari cahaya Nabi (s) tersebut.
Dan kemudian satu bagian yang tersisa Allah (swt) membagi cahaya itu menjadi empat bagian: dari yang pertama Dia menciptakan langit, dari yang kedua alam semesta. Dan Dia tidak mengatakan ardh, Dia mengatakan ardhiin, dua atau lebih, banyak bumi. Dari bagian ketiga Surga dan Neraka. Kemudian Dia membagi bagian keempat, bagian terakhir dari bagian tersebut menjadi empat bagian: dari bagian pertama Dia menciptakan cahaya umat Mukmin, visi orang-orang yang beriman, awliyaullah, para salaatiin, sultan dunia ini, para syuyuukh. Dan dari bagian kedua Dia menciptakannuura quluubihim, cahaya qalbu mereka, dan itu adalah m`arifatullah, ilmu tentang cahaya Hadirat Ilahiah Allah. Dan dari bagian ketiga, Dia menciptakan cahaya keakraban mereka, cinta mereka dan kelembutan mereka. Awliyaa tidak kasar; mereka lembut, damai dan pasrah pada kehendak Allah. Mereka pasrah, mereka tidak mengontrol seperti yang kalian suka, atau seperti yang ia suka. Mereka meninggalkan semua orang pada diri mereka sendiri, mereka tidak campur tangan, dan mereka menjaga qalbu mereka agar tetap terhubung dengan Allah (swt) dan Nabi-Nya (s). Dan dari bagian keempat, itu artinya jantung dari kelompok orang ini, para awliyaullah. Keakraban itu adalah Tawhiid-Nya, sebagaimana Dia berfirman, La ilaaha illa-Llah Muhammadur Rasuulullah, dan di mana Allah (swt) telah meletakkan realitas Keesaan-Nya dan realitas cinta kepada Nabi (s) dan Ahlu ‘l-Bayt. Dan cinta terhadap Ahlu ‘l-Bayt, keluarga Nabi (s) begitu penting dan mereka begitu penting bagi-Nya! Dia meletakkan cinta terhada Nabi (s) di dalam hati mereka. Allah (swt) Mahabesar dan Dia telah menciptakan sesuai dengan hadis ini.
Wahai Muslim! Allah (swt) memperlihatkan kebesaran dari Sayyidina Muhammad (s). Dan dari Ibn Abbas (r), bahwa Quraysy adalah cahaya. Di sini "Quraysy" mewakili Muhammad (s); beliau dan keluarganya adalah cahaya dalam tangan Allah sebelum Dia menciptakan Adam (a) 2,000 tahun sebelumnya, dan cahaya Muhammad (s) itu melakukan tasbiih, memuji Allah (swt) secara terus-menerus. Dan para malaikat melakukan tasbih, mengikuti apa yang diucapkan oleh Nabi (s) dan mereka memuji Nabi (s). Jadi pemimpin, junjungan dan orang yang memuji dan menunjukkan kepemimpinannya kepada para malaikat adalah Sayyidina Muhammad (s)! Dan kemudian Allah (swt) menciptakan Adam (a) dan meletakkan nuuritu, cahaya di kening Sayyidina Adam (a).
عن أبي سعيد الخدري قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إني قد تركت فيكم ما إن أخذتم به لن تضلوا بعدي الثقلين أحدهما أكبر من الآخر كتاب الله حبل ممدود من السماء إلى الأرض وعترتي أهل بيتي...
Wahai Muslim! Nabi (s) bersabda, `an abi sa`iid al-khudrii, qala rasuulullah, innii taraktu fiikum ma in aakhadhtum bihi lan tadilluu bihi ba`dii abada, ats-tsaqalayn, ahadahum akbar min al-aakhir, kitabullah hablun mamduud min as-sama ila al-ardh
,
“Aku akan meninggalkan kalian dengan sesuatu di mana kalian tidak akan menyimpang setelah itu. Yang satu lebih besar dari yang lain: Kitab Suci Al-Qur’an, dan rahasia Kitab Suci Al-Qur’an, yang Allah (swt) Mahatahu. Qur’an Allah adalah jalan yang lurus seperti tali dari langit ke bumi.” Itu selalu terhubung, tidak pernah terputus. Wa `itratii, “Dan keluargaku, ahlu ‘l-baytii. Aku mencintai mereka, dan kalian harus mencintai mereka.” Allah (swt) berfirman dalam Kitab Suci Al-Qur’an dan Nabi (s) bersabda, sebagaimana Allah (swt) mewahyukan kepadanya:
قُل لَّا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى
Qul laa asalukum `alayhi ajra ill al-mawadata fi 'l-qurba, Katakan: Wahai manusia! Aku tidak meminta apapun darimu, tidak ajar, tidak kekayaan (atas seruanku), tetapi cintailah keluargaku.(42:23)
Dan mencintai keluarga Nabi (s) adalah sangat penting dan itulah sebabnya pada saat itu, Nabi (s) melindungi mereka dan mereka adalah Sayyidina ‘Ali (r), Sayyida Fatimat az-Zahra (r), Sayyidina 'l-Hasan (r) dan Sayyidina 'l-Husayn (r). Para Syuyuukh mewarisi dari rahasia tersebut: mencintai mereka dan mencintai keluarga mereka. Gembirakan mereka dengan bergembira dan tidak memerangi dan mengkritik dan menyumpahi mereka. Berpergangteguhlah kepada tali Allah (swt) dan jangan bercerai berai. Dan Allah (swt) menurunkan ayat ini:
فَمَنْ حَآجَّكَ فِيهِ مِن بَعْدِ مَا جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْاْ نَدْعُ أَبْنَاءنَا وَأَبْنَاءكُمْ وَنِسَاءنَا وَنِسَاءكُمْ وَأَنفُسَنَا وأَنفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَل لَّعْنَةُ اللّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ
Faman haajjaka fiihi min ba`di maa jaaka mina al-`ilmi faqul ta`alaw nad`u abnaana wa abnaakum wa nisaana wa nisaakum wa anfusana wa anfusakum tsumma nabtahil fanaj`al la`nata Allahi `ala alkaadzibiin
Jika seseorang berselisih mengenai soal ini denganmu, kini setelah datang pengetahuan (penuh) kepadamu, katakan: “Marilah! Mari kita berkumpul bersama-sama, anak-anak kami dan anak-anak kamu, wanita kami dan wanita kamu, diri kami dan diri kamu. Kalau begitu, marilah kita bersungguh-sungguh berdoa dan meminta agar Allah melaknat orang yang berdusta." (3:61)
Ayat tersebut turun karena apa? Karena Allah (swt) ingin memperlihatkan bahwa Ahlu ‘l-Bayt, bahwa Nabi (saw) akan membawa mereka ke tempat di mana orang-orang kafir berkata, “Nabi (s) tidak benar. Aku bilang, ‘Bawa keluargamu dan aku akan membawa keluargaku dan siapa yang sukses akan baik-baik saja dan yang lain akan lenyap. Mereka akan gagal.’” Mereka tidak datang; mereka takut dan mereka tidak memperlihatkan diri. Karena Nabi (saw) membawa Sayyidina ‘Ali (ra) dan Sayyida Fatima (ra), Sayyidina ‘l-Hasan (ra) dan Sayyidina ‘l-Husayn (r).
Wahai Muslim! Kita memerlukan paspor ke Surga dan kita memerlukan tiket. Itu adalah syuyuukh kita, yang membawa kita ke hadirat Nabi (saw)!
Mawlana Shaykh Hisham Kabbani
25 June 2010 Lefke, Cyprus
Jumu`ah Khutbah
Allahuma shalli `alayk yaa Sayyidii, yaa Rasuulullah wa narjuu an nakuuna m`ak fii al-akhira. (Semoga Allah mencurahkan berkah kepadamu, wahai junjungan kami, wahai Nabi Allah, dan kami memohon agar kami kelak bersamamu di akhirat).
Wahai Muslim, wahai Mukmin! Allah (swt) menyebutkan dalam ayat suci ini bahwa Allah (swt) dan para malaikat-Nya memuji dan berselawat atas Nabi (s). Lalu pertanyaannya muncul karena itu adalah Firman Suci Allah, “sejak kapan?” Ketika Dia memuji kekasih-Nya dan mengirimkan para malaikat-Nya untuk memujinya, tidak ada yang tertinggal dan Allah (swt) tidak menyebutkan jumlah malaikat tersebut. Pada saat itu berapa banyak yang memujinya? Tak seorang pun dapat memberikan jumlahnya, jika kalian memberikan angka tertentu, berarti kalian membatasi Keagungan-Nya, membatasi `Azhaamat
Allah.
Dan jangan berpikir bahwa pujian malaikat itu sama satu sama lain. Setiap pujian malaikat berbeda dan tidak berulang seperti kita; malaikat tidak mempunyai pengulangan. Setiap malaikat, masing-masing memuji Allah (swt) dengan pujian yang berbeda kepada Nabi (s) daripada yang lain. Dan selawat yang mereka buat pertama kali tidak diulangi lagi kedua kalinya. Setiap saat Allah (swt) menciptakan pujian baru yang berbeda dengan yang lainnya.
Wahai Muslim! Kebesaran Sayyidina Muhammad (s) tidak dapat dilukiskan. Dan saya akan mengutip untuk kalian sebuah hadis dari Jabir ibn Abdullah (r), yang diriwayatkan dalam al-Musannaf oleh `Abdur Razzaq dan dalam al-Mawahabi al-Laduniyya, yang ditulis oleh Syekh Muhammad Isma`iil al-Burhani. Dan ia menanyakan satu pertanyaan kepada Nabi (s), sebagaimana Sahabat, Ashaab (r) bertanya kepada Nabi (s) atau seperti seorang murid bertanya kepada Syekh:
رواه عبد الرزاق بسنده عن جابر بن عبد الله بلفظ قال قلت: يا رسول الله، بأبي أنت وأمي، أخبرني عن أول شيء خلقه الله قبل الأشياء. قال: يا جابر، إن الله تعالى خلق قبل الأشياء نور نبيك من نوره، فجعل ذلك النور يدور بالقُدرة حيث شاء الله، ولم يكن في ذلك الوقت لوح ولا قلم ولا جنة ولا نار ولا ملك ولا سماء ولا أرض ولا شمس ولا قمر ولا جِنِّيٌ ولا إنسي، فلما أراد الله أن يخلق الخلق قسم ذلك النور أربعة أجزاء: فخلق من الجزء الأول القلم، ومن الثاني اللوح، ومن الثالث العرش، ثم قسم الجزء الرابع أربعة أجزاء، فخلق من الجزء الأول حَمَلَة العرش، ومن الثاني الكرسي، ومن الثالث باقي الملائكة، ثم قسم الجزء الرابع أربعة أجزاء: فخلق من الأول السماوات، ومن الثاني الأرضين، ومن الثالث الجنة والنار، ثم قسم الرابع أربعة أجزاء، فخلق من الأول نور أبصار المؤمنين، ومن الثاني نور قلوبهم وهى المعرفة بالله، ومن الثالث نور إنسهم وهو التوحيد لا إله إلا الله محمد رسول الله.
Jadi ia berkata, bi abii anta wa ummii, “Aku mengorbankan diriku dan ayahku dan ibuku kepadamu, tetapi katakan padaku,” karena ia menginginkan jawabannya, “Yaa Muhammad! Apakah yang pertama kali Allah (swt) ciptakan al-ashya, sebelum Dia menciptakan yang lain?” Itu bukanlah pertanyaan yang mudah dan tidak sederhana.
Lihatlah apa yang Allah (swt) berikan kepada Sayyidina Muhamad (s) dari Kebesaran-Nya! Nabi (s) bersabda, qala yaa Jabir inna Allah khalaqa qabl al-ashya nur nabiyyih, “Wahai Jabir! Apa yang Allah ciptakan sebelum menciptakan makhluk yang lain adalah cahaya Nabi Muhammad, sebelum Dia menciptakan apa pun dari Cahaya-Nya.” Nabi (s) melanjutkan, “Kemudian cahaya ini mulai berputar, cahaya di dalam Samudra Kekuasaan Allah, al-Qudrah." Segala sesuatu berputar dari sana, ia bagaikan generator. Sebuah pesawat tidak bisa terbang tanpa turbin. Cahaya itu bergerak dengan kecepatan yang tidak dapat terlukiskan, tidak seperti cahaya kita yang bergerak dengan kecepatan 300km /detik. Cahaya itu berputar, berputar, dan berputar dan ketika berputar ia menciptakan banyak, begitu banyak hal hingga kita sampai kepada hadis tersebut. Dan ketika ia berputar, ia berputar dalam Samudra Kekuasaan Allah. Dan pada saat itu belum ada Loh Mahfuz dan belum ada Qalam dan belum ada Surga dan Neraka, tidak ada malaikat, tidak ada langit, tidak ada alam semesta, tidak ada bumi, tidak ada matahari, wa laa qamarun, dan bahkan tidak ada bulan, wa laa jinniyyun wa laa insiyyun, dan tidak ada jin dan tidak ada manusia.
Dan ketika Allah (swt) bermaksud untuk menciptakan ciptaan-Nya, Dia mengambil dari cahaya yang diberikan kepada Muhammad (s), berputar dalam Samudra Kekuasaan (Qudrah), dan membaginya ke dalam empat bagian: dari bagian pertama, Dia menciptakan Qalam dan itulah di mana kita tahu, dari hadis Nabi (s), bahwa ketika Allah (swt) meminta Qalam untuk menulis, apa yang Dia perintahkan untuk ditulis? Dia telah menciptakan Qalam dari nur an-nabi dan Dia memerintahkannya untuk menulis, Laa ilaaha illa-Llah, lalu ia menuliskannya selama 70,000 tahun, kemudian berhenti. Lalu Dia memerintahkan Qalam untuk menulis, Muhammadur Rasuulullah, dan Qalam bertanya, “Siapakah Muhammad? Siapakah dia?” dan Dia berkata kepada Qalam, “Diam! Jika bukan untuk Muhammad, Aku tidak akan menciptakan satu makhluk pun.” Jadi dari bagian pertama diciptakan Qalam, dari bagian kedua cahaya itu Dia menciptakan Loh Mahfuz dan dari bagian ketiga, Dia menciptakan Arasy. Bagian terakhir, Dia membaginya ke dalam empat bagian: dari kelompok pertama dari bagian keempat itu, Dia menciptakan hamalat al-`arsh, para malaikat yang membawa Arasy, dan dari bagian kedua diciptakan Kursi, dan dari bagian ketiga Dia menciptakan malaikat yang lain dan sampai sekarang malaikat ini masih terus diciptakan setiap saat, dan tidak ada yang tahu berapa banyak Allah (swt) menciptakannya dari cahaya Nabi (s) tersebut.
Dan kemudian satu bagian yang tersisa Allah (swt) membagi cahaya itu menjadi empat bagian: dari yang pertama Dia menciptakan langit, dari yang kedua alam semesta. Dan Dia tidak mengatakan ardh, Dia mengatakan ardhiin, dua atau lebih, banyak bumi. Dari bagian ketiga Surga dan Neraka. Kemudian Dia membagi bagian keempat, bagian terakhir dari bagian tersebut menjadi empat bagian: dari bagian pertama Dia menciptakan cahaya umat Mukmin, visi orang-orang yang beriman, awliyaullah, para salaatiin, sultan dunia ini, para syuyuukh. Dan dari bagian kedua Dia menciptakannuura quluubihim, cahaya qalbu mereka, dan itu adalah m`arifatullah, ilmu tentang cahaya Hadirat Ilahiah Allah. Dan dari bagian ketiga, Dia menciptakan cahaya keakraban mereka, cinta mereka dan kelembutan mereka. Awliyaa tidak kasar; mereka lembut, damai dan pasrah pada kehendak Allah. Mereka pasrah, mereka tidak mengontrol seperti yang kalian suka, atau seperti yang ia suka. Mereka meninggalkan semua orang pada diri mereka sendiri, mereka tidak campur tangan, dan mereka menjaga qalbu mereka agar tetap terhubung dengan Allah (swt) dan Nabi-Nya (s). Dan dari bagian keempat, itu artinya jantung dari kelompok orang ini, para awliyaullah. Keakraban itu adalah Tawhiid-Nya, sebagaimana Dia berfirman, La ilaaha illa-Llah Muhammadur Rasuulullah, dan di mana Allah (swt) telah meletakkan realitas Keesaan-Nya dan realitas cinta kepada Nabi (s) dan Ahlu ‘l-Bayt. Dan cinta terhadap Ahlu ‘l-Bayt, keluarga Nabi (s) begitu penting dan mereka begitu penting bagi-Nya! Dia meletakkan cinta terhada Nabi (s) di dalam hati mereka. Allah (swt) Mahabesar dan Dia telah menciptakan sesuai dengan hadis ini.
Wahai Muslim! Allah (swt) memperlihatkan kebesaran dari Sayyidina Muhammad (s). Dan dari Ibn Abbas (r), bahwa Quraysy adalah cahaya. Di sini "Quraysy" mewakili Muhammad (s); beliau dan keluarganya adalah cahaya dalam tangan Allah sebelum Dia menciptakan Adam (a) 2,000 tahun sebelumnya, dan cahaya Muhammad (s) itu melakukan tasbiih, memuji Allah (swt) secara terus-menerus. Dan para malaikat melakukan tasbih, mengikuti apa yang diucapkan oleh Nabi (s) dan mereka memuji Nabi (s). Jadi pemimpin, junjungan dan orang yang memuji dan menunjukkan kepemimpinannya kepada para malaikat adalah Sayyidina Muhammad (s)! Dan kemudian Allah (swt) menciptakan Adam (a) dan meletakkan nuuritu, cahaya di kening Sayyidina Adam (a).
عن أبي سعيد الخدري قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إني قد تركت فيكم ما إن أخذتم به لن تضلوا بعدي الثقلين أحدهما أكبر من الآخر كتاب الله حبل ممدود من السماء إلى الأرض وعترتي أهل بيتي...
Wahai Muslim! Nabi (s) bersabda, `an abi sa`iid al-khudrii, qala rasuulullah, innii taraktu fiikum ma in aakhadhtum bihi lan tadilluu bihi ba`dii abada, ats-tsaqalayn, ahadahum akbar min al-aakhir, kitabullah hablun mamduud min as-sama ila al-ardh
,
“Aku akan meninggalkan kalian dengan sesuatu di mana kalian tidak akan menyimpang setelah itu. Yang satu lebih besar dari yang lain: Kitab Suci Al-Qur’an, dan rahasia Kitab Suci Al-Qur’an, yang Allah (swt) Mahatahu. Qur’an Allah adalah jalan yang lurus seperti tali dari langit ke bumi.” Itu selalu terhubung, tidak pernah terputus. Wa `itratii, “Dan keluargaku, ahlu ‘l-baytii. Aku mencintai mereka, dan kalian harus mencintai mereka.” Allah (swt) berfirman dalam Kitab Suci Al-Qur’an dan Nabi (s) bersabda, sebagaimana Allah (swt) mewahyukan kepadanya:
قُل لَّا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا إِلَّا الْمَوَدَّةَ فِي الْقُرْبَى
Qul laa asalukum `alayhi ajra ill al-mawadata fi 'l-qurba, Katakan: Wahai manusia! Aku tidak meminta apapun darimu, tidak ajar, tidak kekayaan (atas seruanku), tetapi cintailah keluargaku.(42:23)
Dan mencintai keluarga Nabi (s) adalah sangat penting dan itulah sebabnya pada saat itu, Nabi (s) melindungi mereka dan mereka adalah Sayyidina ‘Ali (r), Sayyida Fatimat az-Zahra (r), Sayyidina 'l-Hasan (r) dan Sayyidina 'l-Husayn (r). Para Syuyuukh mewarisi dari rahasia tersebut: mencintai mereka dan mencintai keluarga mereka. Gembirakan mereka dengan bergembira dan tidak memerangi dan mengkritik dan menyumpahi mereka. Berpergangteguhlah kepada tali Allah (swt) dan jangan bercerai berai. Dan Allah (swt) menurunkan ayat ini:
فَمَنْ حَآجَّكَ فِيهِ مِن بَعْدِ مَا جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْاْ نَدْعُ أَبْنَاءنَا وَأَبْنَاءكُمْ وَنِسَاءنَا وَنِسَاءكُمْ وَأَنفُسَنَا وأَنفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَل لَّعْنَةُ اللّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ
Faman haajjaka fiihi min ba`di maa jaaka mina al-`ilmi faqul ta`alaw nad`u abnaana wa abnaakum wa nisaana wa nisaakum wa anfusana wa anfusakum tsumma nabtahil fanaj`al la`nata Allahi `ala alkaadzibiin
Jika seseorang berselisih mengenai soal ini denganmu, kini setelah datang pengetahuan (penuh) kepadamu, katakan: “Marilah! Mari kita berkumpul bersama-sama, anak-anak kami dan anak-anak kamu, wanita kami dan wanita kamu, diri kami dan diri kamu. Kalau begitu, marilah kita bersungguh-sungguh berdoa dan meminta agar Allah melaknat orang yang berdusta." (3:61)
Ayat tersebut turun karena apa? Karena Allah (swt) ingin memperlihatkan bahwa Ahlu ‘l-Bayt, bahwa Nabi (saw) akan membawa mereka ke tempat di mana orang-orang kafir berkata, “Nabi (s) tidak benar. Aku bilang, ‘Bawa keluargamu dan aku akan membawa keluargaku dan siapa yang sukses akan baik-baik saja dan yang lain akan lenyap. Mereka akan gagal.’” Mereka tidak datang; mereka takut dan mereka tidak memperlihatkan diri. Karena Nabi (saw) membawa Sayyidina ‘Ali (ra) dan Sayyida Fatima (ra), Sayyidina ‘l-Hasan (ra) dan Sayyidina ‘l-Husayn (r).
Wahai Muslim! Kita memerlukan paspor ke Surga dan kita memerlukan tiket. Itu adalah syuyuukh kita, yang membawa kita ke hadirat Nabi (saw)!
Langganan:
Postingan (Atom)