Membaca Dzikir dan Surat al-Quran dalam Kondisi Menstruasi
Posted on December 9, 2010 by Hajjah Naziha Adil
oleh Arief Hamdan
Pertanyaan:
Salaam alaikum dan terima kasih atas respon Anda, Hajjah. Saya bertanya-tanya bolehkah saya membaca wirid harian dengan mulut dalam kondisi ini (mens) atau apakah saya harus melakukannya dalam hati. Saya menanyakan hal ini karena di dalam wirid tersebut terdapat Surat Surah Al-Ikhlas, Falaq dan Nas – apakah boleh membacanya dengan mulut selama menstruasi atau hanya dalam hati?
Jawaban Hajjah Nazihe Adil :
wa `alaykum salam, Apapun yang ingin Anda baca dalam kondisi mens, baik itu Quran atau wirid, darud, atau adzkar, semuanya BOLEH. Yang tidak boleh adalah melakukan salat, puasa dan memegang kitab suci Al-Qur'an dan membacanya secara langsung dari kitab itu. Tetapi membaca apa yang Anda ketahui dalam hati juga tidak masalah. Jangan duduk tanpa membaca (bacaan Quran, dsb) selama 7-8 hari, karena itu tidak bermanfaat.
Hajjah Naziha Adil
Reciting Quran During Menses
Posted on December 9, 2010 by Hajjah Naziha Adil
Question:
Salaam alaikum and thank you for your response, Sister Hajjah. I am wondering if I can recite my daily awrad by mouth during this time or if I have to do it silently in the heart. I am asking because the awrad contains Surah Ikhlas, Falaq and Nas – is it okay to recite these by mouth during menstruation or must it be by heart only?
Answer:
wa `alaykum salam, Anything you like to recite in menses, whether Quran or awrad, darood or adhkar is permissible. What is not accepted is to pray, fast and hold the Holy Qur’an and to read directly from it. But reciting from what you know by heart is no problem. Do not sit without recitation for 7-8 days as that is not beneficial.
Salaam, Hajjah Naziha Adil
Selasa, 25 Januari 2011
Kemurkaan yang Dahsyat dari Bulan Shafar Sultan al-Awliya
Kemurkaan yang Dahsyat dari Bulan Shafar
Sultan al-Awliya
Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani
14 Januari 2011 Lefke, Siprus
(Mawlana Syekh berdiri) Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, la ilaaha illa-Llah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillaahi 'l-hamd! Alfu shalaat, alfu salaam `alayka yaa Sayyidi 'l-Awwaliin wa ’l-`Akhiriin, Habiib ar-Rabbi 'l-`Alamiin, Nuur al-`Arsyillah, Sayyidi 'l-Awwaliin wa ’l-`Akhiriin. Yaa Rasuulullah! Yaa Rabbii! Zidhu `izzan wa syarafan nuuran wa suruuran, sulthaanan wa ridhwaana. A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim. (Mawlana Syekh duduk) Dastuur, yaa Sayyidii. Madad, yaa RijaalAllah.
As-salaamu `alaykum, para hadirin di sini, dari timur ke barat, dari utara ke selatan, setiap orang, di mana-mana. La hawla wa la quwatta illa billahi 'l-`Aliyyu 'l-`Azhiim.
Wahai manusia! Kita semua di planet ini dalam posisi yang mengerikan dan sekarang adalah saat di mana periode manusia di planet ini akan berakhir. wa li-kulli naqul haad, "Segala sesuatu ada batasnya." Di sini, di planet ini, periode manusia juga ada batasnya dan ketika ia berakhir mereka akan dimusnahkan. Dan kita telah mencapai titik akhir dari batas yang telah ditentukan oleh kekuasaan surgawi bagi planet ini, dan itu (dibandingkan) seperti sebuah atom, bukan hanya dunia ini saja, tetapi seluruh tata surya kita juga seperti sebuah atom. Lebih besar dari itu adalah galaksi kita, yang juga seperti atom. Dan bila kita melihat lebih dalam lagi, kita bisa bertafakur bahwa angkasa ini begitu luas. La hawla wa la quwatta illa billahi 'l-`Aliyyu 'l-`Azhiim. Di mana`abdul, hamba? Kalian berkata! Ketika saya mengatakan "angkasa", apa itu? Siapa yang tahu? Siapa yang tahu angkasa, di mana awal dan di mana akhirnya? Itu seperti sebuah atom, dan seluruh kehidupan di dalamnya juga seperti atom. Tidak ada yang benar-benar mengetahui tentang angkasa; kita melihat pada sesuatu, tetapi itu bukan angkasa yang sesungguhnya, itu adalah Wilayah Samudra Kebesaran Allah (swt) yang tak seorang pun mengetahuinya!
Kita ini bagaikan sesuatu yang sangat kecil dan segala sesuatu mempunyai batas yang ditentukan oleh Tuhan Sang Pencipta. Kapan Penciptaan itu dimulai? Ia dimulai sejak masa pra-Keabadian? Apakah pra-Keabadian itu? Apakah Keabadian itu? Tak ada yang tahu. Kini orang-orang hanya mengejar sesuatu yang tidak ada rasanya, bagi diri mereka, tidak menggunakan apa yang telah dianugerahkan oleh Allah (swt). Kita telah dikaruniai suatu pemahaman, tetapi kini manusia tidak pergi ke arah sana, untuk mengerti dan mengetahui. Mereka sepenuhnya mabuk, karena mereka telah kehilangan kesempatan yang hanya diberikan sekali kepada manusia. Di sini mereka datang untuk mengerti, tetapi yang lain menyibukkan diri mereka dengan mengejar kesenangan fisik. Kesenangan itu adalah milik sisi materi kita dan akhirnya jasad kita akan dikuburkan di tempat ia berasal dan akan dikembalikan ke bumi.
Sebuah mobil tidak dapat bergerak dengan sendirinya. Sebuah mobil terbaru keluaran 2011 tetapi ia masih berada di ruang pamer. Kita mengatakan, "Mengapa Anda tidak menjalankannya?" Mereka mengatakan, "Kami tidak bisa, karena kami perlu seorang sopir." Sama halnya, tubuh kita juga tidak dapat bergerak, tidak dapat bertindak, dan tidak dapat mengerti tanpa seorang komandan. Kita mengomandani sebuah mobil dan ia berfungsi dengan komndo seorang sopir. Sekarang kita juga memerlukan seorang sopir yang dapat memberi komando dan mengendalikan mobil sesuai dengan niatnya. Misalnya, jika saya ingin pergi dari sini ke London, Turki, Hijaz, atau ke Asia, mobil itu tidak bisa pergi dengan sendirinya, tetapi jika ada seseorang yang menjadi sopir, ia dapat memprogramnya untuk pergi ke manapun yang ia mau. Tanpa seorang sopir atau komandan, tubuh kita tidak dapat melakukan apa-apa. Kalian tahu bahwa seorang sopir atau komandan berbeda penciptaannya dengan sebuah mobil, mobil adalah satu hal dan jiwa kita adalah hal lain lagi. Jiwa kita berasal dari langit sementara tubuh kita berasal dari tanah. Kita harus meninggalkan tubuh kita di sini dan jiwa kita akan naik.
Wahai manusia! Cukuplah bahwa kalian mabuk, tetapi berusahalah agar tidak ditipu oleh Setan! Setan membuat orang tidak memikirkan realitas semacam itu, ia selalu berkata, "Minum, minum, minum, minum lagi lebih banyak dan tambah lagi kesenangannya!" Itulah misi Setan, yaitu berusaha untuk menipu. Itulah dirinya yang sesungguhnya, ketika ia diperintahkan untuk bersujud kepada Adam (a) ia malah pergi dan berkata, "Tidak! Aku tidak akan bersujud untuk orang itu." Allah (swt) berfirman, "Kau bebas, wahai yang terkutuk! Pergilah dan cobalah lakukan apa yang kau bisa terhadap mereka." Sejak hari itu Setan penuh kebencian dengan peritah itu dan berkata, "Aku akan membuat mereka masuk ke jalan yang salah. Aku akan melatih mereka agar tidak menjadi hamba-Mu, tetapi menjadi hambaku!" Dari awalnya bersama malaikat di surga, ia menjadi Demon, Setan, benar? Allah (swt) menjawab, "Lakukanlah apa yang kau inginkan! Aku adalah Tuhan dan perintah-Ku akan terus berlanjut, bukannya perintahmu!"
Memalukan bagi manusia bahwa mereka telah dikaruniai kehormatan itu, tetapi mereka tidak memikirkan Tuhan mereka. Mereka lebih menginginkan musuh terburuk mereka, yang paling terkutuk. Hingga sekarang, Setan berkata kepada manusia, "Kalian sangat kuat. Aku akan mengajari kalian segala macam teknologi dan bersama kalian ia akan menjadi sesuatu yang sangat kuat," dan ia diizinkan oleh Allah (swt) untuk mengajari manusia apa saja. Manusia mengejar teknologi setani, dan berpikir, "Kami mampu melakukan apapun yang kami inginkan. Kami tidak memerlukan perintah surgawi, kami dapat melakukan apa saja dengan teknologi kami." Agen-agen Setan tidak membiarkan manusia untuk belajar bahwa ada dua jenis kekuatan: dari langit dan dari bumi. Setan berkata, "Kekuatan kalian sekarang sempurna dan kalian dapat melakukan apa saja yang kalian inginkan, tidak ada kekuatan lain yang dapat menghentikan kalian!"
Tetapi sekarang mereka sampai pada suatu titik di mana banjir dan bencana alam mulai terjadi di seluruh dunia. Para malaikat berkata kepada manusia, "Di mana kekuatan kalian? Ke mana kalian pergi? Itu hanyalah banjir yang sangat kecil, hanya satu tetesan surgawi membuat kalian terendam di bawah air. Kami tidak memerintahkan, 'Wahai Benua! Turunlah sedikit.' Itu tidak perlu, tetapi sekarang kami menggunakan beberapa tetes dari kekuatan surgawi dan banjir dahsyat pun datang.” Itu akan seperti Atlantis, tenggelam di dasar laut. Tetap saja orang tidak mengambil hikmah dari situ. Mereka berkata, "Kami dapat melakukan ini." Kalian tidak dapat melakukan apa-apa! Hanya satu tetes dari Surga datang untuk menunjukkan kepada manusia bahwa, “Semua kekuatan yang sempurna dan semua kehendak yang sempurna adalah dari Kami, bukan bersama kalian!” Satu malaikat dapat melakukan hal ini tetapi manusia tidak berusaha untuk menghentikan banjir, mereka hanya melarikan diri untuk mencari sesuatu yang dapat dimakan dan diminum. Mereka tidak berkata, "Wahai Tuhan kami! Hanya Engkau yang dapat melakukannya, dan hanya Engkau yang dapat mengampuni kami. Engkau Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Mu yang lemah. Wahai Tuhan kami! Kami adalah hamba yang lemah, jadi anugerahkanlah kami ampunan-Mu.”
Apa yang kami katakan kini terjadi. Sekali lagi gunung Etna meletus di Italia. Api berkata, "Wahai manusia! Banjir datang kepada kalian. Waspadalah! Di bawah kalian ada api dan di atas kalian air!" namun mereka tetap tidak berpikir. Tidak ada orang yang mengatakan sesuatu, tetapi itu adalah suatu peringatan bagi seluruh bangsa yang tidak dapat disangkal oleh siapa pun. Tidak ada orang yang pergi ke Masjid untuk berkata, "Hentikanlah wahai Tuhan kami!" Tak seorang pun yang pergi ke gereja untuk berkata, "Wahai Tuhan kami! Hentikanlah kutukan pada kami" Di mana orang-orang suci? Di mana para agamawan? Mengapa mereka tidak mengatakan apa-apa? Sekarang, dunia Muslim hanya berfokus untuk mengatakan, "Kita harus menyelamatkan Palestina!" Apa itu? Apakah perlu seluruh bangsa untuk membebaskan Palestina? Mereka bebas!! Mengapa kalian tidak melihat dari timur ke barat, dan dari utara ke selatan? Setan membuat perhatian mereka hanya pada tanah seluas satu kaki persegi. Ada lima milyar orang dan kalian hanya memfokuskan pada satu juta orang! Apa itu? Di mana Islam? Apakah tidak ada hikmah dari Islam? Di mana orang-orang religius kita, dan orang-orang suci dari Kristen, dan rabbi suci dari Jerusalem? Apa yang mereka lakukan? Orang-orang begitu bangga dan berkata, "Kami memiliki kekuatan." Gunakan kekuatan kalian sekarang! "Ya, kami menggunakan tenaga nuklir kami." Ya, gunakan apa yang kalian bisa (jika kalian punya begitu banyak kekuatan)! Semoga Allah mengampuni kita.
Wahai manusia! Datanglah pada pemahaman sejati kalian, jangan mengejar Setan. Setan memanggil kalian untuk dihancurkan di dalam api di sini dan di Akhirat. Semoga Allah mengampuni kita.
Wahai manusia! Shafar adalah bulan yang mengerikan, ia datang dengan kekuatan. Dari kedua belas bulan, ialah yang paling mengerikan. Banyak peristiwa yang akan terjadi, dan ia baru berjalan seminggu dan kekuatan ini datang; saya tidak tahu apa yang akan datang berikutnya. Semoga Allah (swt) mengampuni kita, dan mengirimkan kita seorang Sultan untuk menghancurkan kerajaan Setan, demi kehormatan Nabi Penutup, Sayyidina Muhammad (s)! (Mawlana Syekh berdiri dan duduk).
Fatihah.
Sultan al-Awliya
Mawlana Syekh Nazim al-Haqqani
14 Januari 2011 Lefke, Siprus
(Mawlana Syekh berdiri) Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, la ilaaha illa-Llah, Allahu Akbar, Allahu Akbar, wa lillaahi 'l-hamd! Alfu shalaat, alfu salaam `alayka yaa Sayyidi 'l-Awwaliin wa ’l-`Akhiriin, Habiib ar-Rabbi 'l-`Alamiin, Nuur al-`Arsyillah, Sayyidi 'l-Awwaliin wa ’l-`Akhiriin. Yaa Rasuulullah! Yaa Rabbii! Zidhu `izzan wa syarafan nuuran wa suruuran, sulthaanan wa ridhwaana. A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim. (Mawlana Syekh duduk) Dastuur, yaa Sayyidii. Madad, yaa RijaalAllah.
As-salaamu `alaykum, para hadirin di sini, dari timur ke barat, dari utara ke selatan, setiap orang, di mana-mana. La hawla wa la quwatta illa billahi 'l-`Aliyyu 'l-`Azhiim.
Wahai manusia! Kita semua di planet ini dalam posisi yang mengerikan dan sekarang adalah saat di mana periode manusia di planet ini akan berakhir. wa li-kulli naqul haad, "Segala sesuatu ada batasnya." Di sini, di planet ini, periode manusia juga ada batasnya dan ketika ia berakhir mereka akan dimusnahkan. Dan kita telah mencapai titik akhir dari batas yang telah ditentukan oleh kekuasaan surgawi bagi planet ini, dan itu (dibandingkan) seperti sebuah atom, bukan hanya dunia ini saja, tetapi seluruh tata surya kita juga seperti sebuah atom. Lebih besar dari itu adalah galaksi kita, yang juga seperti atom. Dan bila kita melihat lebih dalam lagi, kita bisa bertafakur bahwa angkasa ini begitu luas. La hawla wa la quwatta illa billahi 'l-`Aliyyu 'l-`Azhiim. Di mana`abdul, hamba? Kalian berkata! Ketika saya mengatakan "angkasa", apa itu? Siapa yang tahu? Siapa yang tahu angkasa, di mana awal dan di mana akhirnya? Itu seperti sebuah atom, dan seluruh kehidupan di dalamnya juga seperti atom. Tidak ada yang benar-benar mengetahui tentang angkasa; kita melihat pada sesuatu, tetapi itu bukan angkasa yang sesungguhnya, itu adalah Wilayah Samudra Kebesaran Allah (swt) yang tak seorang pun mengetahuinya!
Kita ini bagaikan sesuatu yang sangat kecil dan segala sesuatu mempunyai batas yang ditentukan oleh Tuhan Sang Pencipta. Kapan Penciptaan itu dimulai? Ia dimulai sejak masa pra-Keabadian? Apakah pra-Keabadian itu? Apakah Keabadian itu? Tak ada yang tahu. Kini orang-orang hanya mengejar sesuatu yang tidak ada rasanya, bagi diri mereka, tidak menggunakan apa yang telah dianugerahkan oleh Allah (swt). Kita telah dikaruniai suatu pemahaman, tetapi kini manusia tidak pergi ke arah sana, untuk mengerti dan mengetahui. Mereka sepenuhnya mabuk, karena mereka telah kehilangan kesempatan yang hanya diberikan sekali kepada manusia. Di sini mereka datang untuk mengerti, tetapi yang lain menyibukkan diri mereka dengan mengejar kesenangan fisik. Kesenangan itu adalah milik sisi materi kita dan akhirnya jasad kita akan dikuburkan di tempat ia berasal dan akan dikembalikan ke bumi.
Sebuah mobil tidak dapat bergerak dengan sendirinya. Sebuah mobil terbaru keluaran 2011 tetapi ia masih berada di ruang pamer. Kita mengatakan, "Mengapa Anda tidak menjalankannya?" Mereka mengatakan, "Kami tidak bisa, karena kami perlu seorang sopir." Sama halnya, tubuh kita juga tidak dapat bergerak, tidak dapat bertindak, dan tidak dapat mengerti tanpa seorang komandan. Kita mengomandani sebuah mobil dan ia berfungsi dengan komndo seorang sopir. Sekarang kita juga memerlukan seorang sopir yang dapat memberi komando dan mengendalikan mobil sesuai dengan niatnya. Misalnya, jika saya ingin pergi dari sini ke London, Turki, Hijaz, atau ke Asia, mobil itu tidak bisa pergi dengan sendirinya, tetapi jika ada seseorang yang menjadi sopir, ia dapat memprogramnya untuk pergi ke manapun yang ia mau. Tanpa seorang sopir atau komandan, tubuh kita tidak dapat melakukan apa-apa. Kalian tahu bahwa seorang sopir atau komandan berbeda penciptaannya dengan sebuah mobil, mobil adalah satu hal dan jiwa kita adalah hal lain lagi. Jiwa kita berasal dari langit sementara tubuh kita berasal dari tanah. Kita harus meninggalkan tubuh kita di sini dan jiwa kita akan naik.
Wahai manusia! Cukuplah bahwa kalian mabuk, tetapi berusahalah agar tidak ditipu oleh Setan! Setan membuat orang tidak memikirkan realitas semacam itu, ia selalu berkata, "Minum, minum, minum, minum lagi lebih banyak dan tambah lagi kesenangannya!" Itulah misi Setan, yaitu berusaha untuk menipu. Itulah dirinya yang sesungguhnya, ketika ia diperintahkan untuk bersujud kepada Adam (a) ia malah pergi dan berkata, "Tidak! Aku tidak akan bersujud untuk orang itu." Allah (swt) berfirman, "Kau bebas, wahai yang terkutuk! Pergilah dan cobalah lakukan apa yang kau bisa terhadap mereka." Sejak hari itu Setan penuh kebencian dengan peritah itu dan berkata, "Aku akan membuat mereka masuk ke jalan yang salah. Aku akan melatih mereka agar tidak menjadi hamba-Mu, tetapi menjadi hambaku!" Dari awalnya bersama malaikat di surga, ia menjadi Demon, Setan, benar? Allah (swt) menjawab, "Lakukanlah apa yang kau inginkan! Aku adalah Tuhan dan perintah-Ku akan terus berlanjut, bukannya perintahmu!"
Memalukan bagi manusia bahwa mereka telah dikaruniai kehormatan itu, tetapi mereka tidak memikirkan Tuhan mereka. Mereka lebih menginginkan musuh terburuk mereka, yang paling terkutuk. Hingga sekarang, Setan berkata kepada manusia, "Kalian sangat kuat. Aku akan mengajari kalian segala macam teknologi dan bersama kalian ia akan menjadi sesuatu yang sangat kuat," dan ia diizinkan oleh Allah (swt) untuk mengajari manusia apa saja. Manusia mengejar teknologi setani, dan berpikir, "Kami mampu melakukan apapun yang kami inginkan. Kami tidak memerlukan perintah surgawi, kami dapat melakukan apa saja dengan teknologi kami." Agen-agen Setan tidak membiarkan manusia untuk belajar bahwa ada dua jenis kekuatan: dari langit dan dari bumi. Setan berkata, "Kekuatan kalian sekarang sempurna dan kalian dapat melakukan apa saja yang kalian inginkan, tidak ada kekuatan lain yang dapat menghentikan kalian!"
Tetapi sekarang mereka sampai pada suatu titik di mana banjir dan bencana alam mulai terjadi di seluruh dunia. Para malaikat berkata kepada manusia, "Di mana kekuatan kalian? Ke mana kalian pergi? Itu hanyalah banjir yang sangat kecil, hanya satu tetesan surgawi membuat kalian terendam di bawah air. Kami tidak memerintahkan, 'Wahai Benua! Turunlah sedikit.' Itu tidak perlu, tetapi sekarang kami menggunakan beberapa tetes dari kekuatan surgawi dan banjir dahsyat pun datang.” Itu akan seperti Atlantis, tenggelam di dasar laut. Tetap saja orang tidak mengambil hikmah dari situ. Mereka berkata, "Kami dapat melakukan ini." Kalian tidak dapat melakukan apa-apa! Hanya satu tetes dari Surga datang untuk menunjukkan kepada manusia bahwa, “Semua kekuatan yang sempurna dan semua kehendak yang sempurna adalah dari Kami, bukan bersama kalian!” Satu malaikat dapat melakukan hal ini tetapi manusia tidak berusaha untuk menghentikan banjir, mereka hanya melarikan diri untuk mencari sesuatu yang dapat dimakan dan diminum. Mereka tidak berkata, "Wahai Tuhan kami! Hanya Engkau yang dapat melakukannya, dan hanya Engkau yang dapat mengampuni kami. Engkau Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Mu yang lemah. Wahai Tuhan kami! Kami adalah hamba yang lemah, jadi anugerahkanlah kami ampunan-Mu.”
Apa yang kami katakan kini terjadi. Sekali lagi gunung Etna meletus di Italia. Api berkata, "Wahai manusia! Banjir datang kepada kalian. Waspadalah! Di bawah kalian ada api dan di atas kalian air!" namun mereka tetap tidak berpikir. Tidak ada orang yang mengatakan sesuatu, tetapi itu adalah suatu peringatan bagi seluruh bangsa yang tidak dapat disangkal oleh siapa pun. Tidak ada orang yang pergi ke Masjid untuk berkata, "Hentikanlah wahai Tuhan kami!" Tak seorang pun yang pergi ke gereja untuk berkata, "Wahai Tuhan kami! Hentikanlah kutukan pada kami" Di mana orang-orang suci? Di mana para agamawan? Mengapa mereka tidak mengatakan apa-apa? Sekarang, dunia Muslim hanya berfokus untuk mengatakan, "Kita harus menyelamatkan Palestina!" Apa itu? Apakah perlu seluruh bangsa untuk membebaskan Palestina? Mereka bebas!! Mengapa kalian tidak melihat dari timur ke barat, dan dari utara ke selatan? Setan membuat perhatian mereka hanya pada tanah seluas satu kaki persegi. Ada lima milyar orang dan kalian hanya memfokuskan pada satu juta orang! Apa itu? Di mana Islam? Apakah tidak ada hikmah dari Islam? Di mana orang-orang religius kita, dan orang-orang suci dari Kristen, dan rabbi suci dari Jerusalem? Apa yang mereka lakukan? Orang-orang begitu bangga dan berkata, "Kami memiliki kekuatan." Gunakan kekuatan kalian sekarang! "Ya, kami menggunakan tenaga nuklir kami." Ya, gunakan apa yang kalian bisa (jika kalian punya begitu banyak kekuatan)! Semoga Allah mengampuni kita.
Wahai manusia! Datanglah pada pemahaman sejati kalian, jangan mengejar Setan. Setan memanggil kalian untuk dihancurkan di dalam api di sini dan di Akhirat. Semoga Allah mengampuni kita.
Wahai manusia! Shafar adalah bulan yang mengerikan, ia datang dengan kekuatan. Dari kedua belas bulan, ialah yang paling mengerikan. Banyak peristiwa yang akan terjadi, dan ia baru berjalan seminggu dan kekuatan ini datang; saya tidak tahu apa yang akan datang berikutnya. Semoga Allah (swt) mengampuni kita, dan mengirimkan kita seorang Sultan untuk menghancurkan kerajaan Setan, demi kehormatan Nabi Penutup, Sayyidina Muhammad (s)! (Mawlana Syekh berdiri dan duduk).
Fatihah.
Sabtu, 15 Januari 2011
Dunya Bergerak Menuju Akhirnya
Dunya Bergerak Menuju Akhirnya
Sultan al-Awliya Mawlana Shaykh Nazim al-Haqqani qs
8 January 2011 Lefke, Cyprus
http://sufilive.com/_Sohba-3024.htm
A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.
Sejak awal hingga sekarang, begitu banyak peristiwa terjadi sejak masanya Adam, semoga kedamaian tercurah kepadanya. Kini dunia semakin tua, tua, tua dan berakhir, kini ia tengah mencapai stasiun terakhirnya. 124,000 nabi telah datang dan berlalu. Kini adalah periode Nabi Penutup, Yang Terakhir, tidak ada lagi nabi setelahnya. Nabi (saw) bersabda bahwa periode beliau akan berlangsung selama seribu lima ratus tahun. Kini kalender Islam telah mencapai 1432 tahun; hanya enam puluh lima tahun lagi usia bumi yang tersisa. Oleh sebab itu, begitu banyak masalah yang mulai terlihat. Semoga Allah (swt) melindungi kalian.
Ini adalah bulan sabitnya bulan Shafar. Ini adalah bulan yang berat, kini ia datang dengan cepat. Sekarang adalah hari ketiga dan setelah hari keduapuluh bulan Muharram hal-hal yang aneh mulai terjadi, dan berbagai masalah dengan
cepat menimpa manusia. Setiap hari kejadian yang tak terduga terjadi. Tidak ada yang dapat membayangkan bahwa Australia dapat terendam air sedalam 12 meter!
Ini tidak pernah terjadi sebelumnya, tidak ada yang dapat tinggal di sana; jika mereka mengetahui hal ini sebelumnya, mereka akan pergi dari Australia. Di Amerika, Eropa, Islandia, Amerika Selatan, Asia Selatan, berbagai peristiwa yang
tak terduga terjadi setiap hari.
Setengah penduduk Bumi akan binasa; jika ada lima milyar, tiga milyar akan binasa. Begitu banyak peristiwa yang akan terjadi. Burung-burung jatuh dari langit dalam keadaan tewas, ikan-ikan mati di lautan, banjir, kebakaran, gempa
bumi, hujan lebat, salju yang tebal, dan kini orang-orang begitu ketakutan!!
(Doa)
© 2011 Sufilive. Transkrip ini dilindungi oleh Hak Cipta Internasional. Bila Anda ingin menyebarkan artikel ini, tuliskanlah sumbernya, yaitu Sufilive dan berikan alamat URL http://sufilive.com/_Sohba-3024.html. JazakAllahu khayr.
Sultan al-Awliya Mawlana Shaykh Nazim al-Haqqani qs
8 January 2011 Lefke, Cyprus
http://sufilive.com/_Sohba-3024.htm
A`uudzu billahi min asy-Syaythani 'r-rajiim. Bismillahi 'r-Rahmani 'r-Rahiim.
Sejak awal hingga sekarang, begitu banyak peristiwa terjadi sejak masanya Adam, semoga kedamaian tercurah kepadanya. Kini dunia semakin tua, tua, tua dan berakhir, kini ia tengah mencapai stasiun terakhirnya. 124,000 nabi telah datang dan berlalu. Kini adalah periode Nabi Penutup, Yang Terakhir, tidak ada lagi nabi setelahnya. Nabi (saw) bersabda bahwa periode beliau akan berlangsung selama seribu lima ratus tahun. Kini kalender Islam telah mencapai 1432 tahun; hanya enam puluh lima tahun lagi usia bumi yang tersisa. Oleh sebab itu, begitu banyak masalah yang mulai terlihat. Semoga Allah (swt) melindungi kalian.
Ini adalah bulan sabitnya bulan Shafar. Ini adalah bulan yang berat, kini ia datang dengan cepat. Sekarang adalah hari ketiga dan setelah hari keduapuluh bulan Muharram hal-hal yang aneh mulai terjadi, dan berbagai masalah dengan
cepat menimpa manusia. Setiap hari kejadian yang tak terduga terjadi. Tidak ada yang dapat membayangkan bahwa Australia dapat terendam air sedalam 12 meter!
Ini tidak pernah terjadi sebelumnya, tidak ada yang dapat tinggal di sana; jika mereka mengetahui hal ini sebelumnya, mereka akan pergi dari Australia. Di Amerika, Eropa, Islandia, Amerika Selatan, Asia Selatan, berbagai peristiwa yang
tak terduga terjadi setiap hari.
Setengah penduduk Bumi akan binasa; jika ada lima milyar, tiga milyar akan binasa. Begitu banyak peristiwa yang akan terjadi. Burung-burung jatuh dari langit dalam keadaan tewas, ikan-ikan mati di lautan, banjir, kebakaran, gempa
bumi, hujan lebat, salju yang tebal, dan kini orang-orang begitu ketakutan!!
(Doa)
© 2011 Sufilive. Transkrip ini dilindungi oleh Hak Cipta Internasional. Bila Anda ingin menyebarkan artikel ini, tuliskanlah sumbernya, yaitu Sufilive dan berikan alamat URL http://sufilive.com/_Sohba-3024.html. JazakAllahu khayr.
Bulan Syafar Bulan yang Sangat Berat (Shafar is The Heaviest Month)
Bulan Syafar Bulan yang Sangat Berat (Shafar is The Heaviest Month)
Bulan Syafar Bulan yang Sangat Berat
Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani (q)
Lefke, Siprus, Jumat, 7 Januari 2011
Diambil dari www.sufilive.com
http://www.eshaykh.com/
Dastuur yaa RijaalAllah, madad. As-salaamu alaykum.
(Mawlana Syekh berdiri)
Allahu Akbar, Allahu Akbar la ilaha ill Allah....Alfu shalaat, alfu salaam alaa Sayyidina Muhammad, wa ‘aalihi wa shahbihi....A’udzubillaahi minasy syaythaanir rajiim. Bismillaahir Rahmaanir Rahiim
(Mawlana Syekh duduk)
As-salaamu alaykum yaa ibaadAllah wa rahmatullahi wa barakatuh. Wahai manusia berusahalah selalu untuk mengucapkan "as-salaamu alaykum". Salam itu membawa keselamatan bagi kalian dan bagi semua orang. Kini orang lupa untuk mengucapkan as-salaamu alaykum. Nabi Penutup (saw) bersabda bahwa ad-diinu nasihah, agama adalah nasehat, agama yang dibawa dari langit melalui para nabi untuk manusia bertujuan untuk membuat manusia berada di jalan yang benar dan untuk menjadikan mereka orang-orang yang bersih, karena Allah (swt) ingin agar hamba-hamba-Nya bersih. Orang-orang yang bersih akan masuk ke Surga dan orang-orang yang kotor mereka akan masuk ke Neraka.
Wahai manusia, kini kita telah mendekati Hari Kiamat, Yaum al-Qiyamah, hari demi hari kita semakin dekat dengan Hari Kiamat. Hari Kiamat adalah suatu periode dari dunia ini dan orang-orang yang tinggal di planet ini akan dipanggil untuk
Penghisaban Terakhir. Atau Hari Perhitungan di mana Allah akan menanyakan apa yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya selama hidup mereka di planet ini.
Allah (swt) mengutus 124.000 Nabi sebagai pemberi peringatan, para nabi mengingatkan manusia, agar mengerti apa misi mereka di planet bumi ini. Segala sesuatu telah dikirim kepada manusia di setiap waktu selalu ada pemberi peringatan yang pertama dan juga seorang nabi atau utusan pertama bagi manusia adalah manusia pertama, kakek
moyang kita, Sayyidina Adam (as). Sejak zamannya hingga zaman Nabi Penutup (saw), Rasul Terakhir (Mawlana Syekh berdiri), Sayyidina Muhammad (saw), (Mawlana Syekh duduk)
Nabi Penutup (saw) sebagai Nabi terakhir, penutup para nabi, beliau saw adalah utusan terakhir untuk seluruh umat, dan sebagai yang terakhir untuk membuat manusia tahu posisi mereka dan belajar bagaimana mereka harus berurusan dengan Pencipta mereka, Tuhan Surgawi, Allah (swt).
Tetapi kini saya menyesal untuk mengatakan bahwa jumlah manusia kini telah mencapai kurang lebih lima milyar, dan mayoritas manusia yang tinggal di planet bumi ini mengatakan, “Kami telah mengetahui begitu banyak hal yang tidak
diketahui oleh leluhur kami, mereka tidak mencapai ilmu semacam itu.” Mereka pikir bahwa mempelajari teknologi adalah sesuatu yang memberikan kehormatan kepada kalian ketika kalian meninggalkan dunia ini, tidak!
Teknologi semacam itu tidak memberikan kehormatan bagi kalian ketika kalian meninggalkan dunia ini. Dan ketika kalian dipanggil, “Marilah wahai Manusia, datanglah untuk penghisaban kalian di Hadirat Ilahi.” Siapa yang membawa kalian? Karena kalian bukanlah apa-apa, dan kini kalian mengatakan bahwa “Kami adalah sesuatu.” Kalian mengaku sebagai sesuatu padahal dalam sekejap kalian akan menjadi debu, bukan apa-apa. Hanya tinggal sesuatu yang dianugerahkan kepada kalian dari langit, yaitu roh kalian.
Tubuh fisik kita tidak pernah bekerja, tidak pernah melakukan sesuatu, seperti halnya mobil, ia tidak bisa berjalan jika mereka tidak memasukkan bensin kedalamnya. Ketika bensinnya habis, mobil yang paling modernpun yang mereka katakan di tahun 2011 ini, mobil-mobil terbaru yang baru datang, dan mereka telah menantikannya di ruang pamer (showroom), tetapi mereka tidak akan bisa berjalan tanpa bensin. Kalian harus meletakkan sesuatu di dalamnya agar ia dapat berjalan, sehingga dapat membawa kalian dari satu tempat ke tempat yang lain.
Tubuh fisik kita tanpa ruh, ia tidak akan dapat bergerak. Dan ketika periode ruh mencapai titik terakhir, kemudian manusia akan jatuh tak berdaya dan ia meninggal. Lihatlah, kini manusia mengaku bahwa “Kami mengetahui segalanya.” Tetapi kalian tidak mengetahui hal tersebut, karena mereka berkata, “Jika kita tidak bisa melihat atau merabanya, maka kita tidak akan menerimanya bahwa itu ada.”
Itulah keputusan dan pemahaman yang salah dari mereka. Kini kita memohon hal itu dan Tuhan Surgawi akan memanggil setiap orang untuk diperhitungkan amal ibadahnya di Hari Kiamat dan orang-orang di masa sekarang, mereka mabuk, mereka tidak pernah tertarik dengan spiritual, dan ketika mereka tidak tertarik dengan berita-berita langit, maka mulailah beberapa tanda diturunkan kepada mereka untuk membuat mereka tersadar dan mulai berpikir tentang spiritual untuk pahamii atau setidaknya mau memikirkannya.
Kini manusia telah mencapai titik puncak teknologi, tetapi kini di masa ini akan datang begitu banyak peristiwa-peristiwa yang aneh. Orang-orang di bumi akan menjadi bagaikan semut ketika langti menutupi mereka dan mengirimkan sesuatu.
Mereka melarikan diri, tetapi ke mana mereka dapat berlari. Teknologi dan pengetahuan mereka tidak bisa memberikan solusi untuk menyelamatkan mereka.
Kini Eropa mengalami musim dingin yang yang sangat berat dan mereka melarikan diri, ke mana mereka berlari? Mereka tidak pernah memikirkannya dan ada beberapa orang yang mempunyai iraadah, kekuatan pikiran, yang mengirimkan awan tebal dengan jutaan ton salju, bagaimana ini dapat terjadi? Dan di beberapa tempat mereka mengalami banjir dan mereka tidak bisa menghentikannya. Mereka tidak tahu dari mana hal itu berasal dan ke mana mereka pergi, tetapi tetap saja orang lebih peduli untuk mabuk-mabukan di Tahun Baru, perbuatan apakah itu!
Orang-orang mengejar hal tersebut tetapi tidak memikirkan apa yang terjadi di sekeliling mereka sendiri dan setiap orang kini mendengar, melihat, menyaksikan hujan yang turun di benua mereka begitu dahsyat dan mereka tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan hujan itu. Hujan deras akan menjadi banjir, mereka juga tidak bisa menghentikannya, ia akan membawa segalanya. Australia baru saja mengalami hujan lebat padahal sebenarnya di tempat itu, saat ini adalah musim panas. Kami (di Lefke—penerj) sekarang berada di musim dingin tetapi mereka tidak pernah berpikir bahwa di musim panas, banjir tersebut bisa terjadi dan membawa segalanya. Tetapi lihatlah orang-orang ini semua tengah mabuk.
Wahai manusia! Kalian harus berusaha untuk berpikir, bertanya dan belajar untuk mengerti bagaimana peristiwa ini terjadi di planet ini. Tetapi orang-orang saat ini tengah mabuk, pemerintah juga mabuk, kepala pemerintahan mabuk, pria, wanita mabuk dan dunia binatang juga, mereka tidak tahu apa-apa mengenai apa yang akan mereka lakukan.
Wahai manusia! Datang dan dengarkan berita-berita langit dari Nabi (saw), datang dan berusahalah untuk mengerti dan datanglah untuk melakukan yang terbaik untuk diri kalian dan untuk seluruh alam dan makhluk hidup. Jika tidak, mereka semua akan habis. Kami memohon ampunanMu Yaa Robb.
Bulan ini adalah bulan Syafar, ini adalah bulan terberat di antara ke-12 bulan dalam setahun, dan ia sangat terkenal sebagai bulan terberat, mengandung begitu banyak peristiwa yang berat (bala bencana besar). Oleh sebab itu kita telah diperintahkan untuk paling tidak melakukan dua rakaat salat sunah setiap hari, bersujud kepada Tuhan kita untuk meminta ampunan, dan untuk mengucapkan 300 kali astaghfirullah (Ampunillah kami ya Allah).
Wahai Tuhan kami! Kami memohon ampunan-Mu, ampunilah kami agar kutukan itu dapat berubah, membuat kutukan itu
kembali. Jika tidak ada perintah, hari-hari yang akan datang pasti akan lebih jauh lebih sulit.
Wahai manusia! Datanglah dan mintalah ampunan dan letakkan dahi kalian di hadapan Hadirat Ilahi untuk menyelamatkan kalian di dunia dan akhirat. Ucapkan tiga kali, asyhadu an laa ilaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluh dan 300 kali astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah…. setiap hari dan berikan sedekah setiap hari, bahkan bila hanya seratus rupiah, satu paister, atau satu penny atau kurang dari itu, berikan untuk menyelamatkan kalian, untuk anak-anak kalian dan berikan sedekah kalian untuk setiap orang miskin, karena sedekah itu menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat.
Kita adalah hamba yang lemah dan kita berusaha untuk mencapai Timur dan Barat dari bumi ini untuk menyelamatkan manusia dari masa depan yang buruk dan kutukan yang buruk. Semoga Allah mengampuni kita.
Wahai manusia! Mintalah lebih banyak rahmat dari Allah untuk menempatkan kalian di bawah Perlindungan Ilahiah-Nya demi kehormatan Nabi Penutup (saw)
(Mawlana Syekh berdiri), zidhu yaa Rabbb.(Dua) Bi hurmatil fatihah. (Mawlana Syekh duduk kembali)
Wa min Allah at Tawfik
Bulan Syafar Bulan yang Sangat Berat
Mawlana Syekh Muhammad Nazim Adil al-Haqqani (q)
Lefke, Siprus, Jumat, 7 Januari 2011
Diambil dari www.sufilive.com
http://www.eshaykh.com/
Dastuur yaa RijaalAllah, madad. As-salaamu alaykum.
(Mawlana Syekh berdiri)
Allahu Akbar, Allahu Akbar la ilaha ill Allah....Alfu shalaat, alfu salaam alaa Sayyidina Muhammad, wa ‘aalihi wa shahbihi....A’udzubillaahi minasy syaythaanir rajiim. Bismillaahir Rahmaanir Rahiim
(Mawlana Syekh duduk)
As-salaamu alaykum yaa ibaadAllah wa rahmatullahi wa barakatuh. Wahai manusia berusahalah selalu untuk mengucapkan "as-salaamu alaykum". Salam itu membawa keselamatan bagi kalian dan bagi semua orang. Kini orang lupa untuk mengucapkan as-salaamu alaykum. Nabi Penutup (saw) bersabda bahwa ad-diinu nasihah, agama adalah nasehat, agama yang dibawa dari langit melalui para nabi untuk manusia bertujuan untuk membuat manusia berada di jalan yang benar dan untuk menjadikan mereka orang-orang yang bersih, karena Allah (swt) ingin agar hamba-hamba-Nya bersih. Orang-orang yang bersih akan masuk ke Surga dan orang-orang yang kotor mereka akan masuk ke Neraka.
Wahai manusia, kini kita telah mendekati Hari Kiamat, Yaum al-Qiyamah, hari demi hari kita semakin dekat dengan Hari Kiamat. Hari Kiamat adalah suatu periode dari dunia ini dan orang-orang yang tinggal di planet ini akan dipanggil untuk
Penghisaban Terakhir. Atau Hari Perhitungan di mana Allah akan menanyakan apa yang dilakukan oleh hamba-hamba-Nya selama hidup mereka di planet ini.
Allah (swt) mengutus 124.000 Nabi sebagai pemberi peringatan, para nabi mengingatkan manusia, agar mengerti apa misi mereka di planet bumi ini. Segala sesuatu telah dikirim kepada manusia di setiap waktu selalu ada pemberi peringatan yang pertama dan juga seorang nabi atau utusan pertama bagi manusia adalah manusia pertama, kakek
moyang kita, Sayyidina Adam (as). Sejak zamannya hingga zaman Nabi Penutup (saw), Rasul Terakhir (Mawlana Syekh berdiri), Sayyidina Muhammad (saw), (Mawlana Syekh duduk)
Nabi Penutup (saw) sebagai Nabi terakhir, penutup para nabi, beliau saw adalah utusan terakhir untuk seluruh umat, dan sebagai yang terakhir untuk membuat manusia tahu posisi mereka dan belajar bagaimana mereka harus berurusan dengan Pencipta mereka, Tuhan Surgawi, Allah (swt).
Tetapi kini saya menyesal untuk mengatakan bahwa jumlah manusia kini telah mencapai kurang lebih lima milyar, dan mayoritas manusia yang tinggal di planet bumi ini mengatakan, “Kami telah mengetahui begitu banyak hal yang tidak
diketahui oleh leluhur kami, mereka tidak mencapai ilmu semacam itu.” Mereka pikir bahwa mempelajari teknologi adalah sesuatu yang memberikan kehormatan kepada kalian ketika kalian meninggalkan dunia ini, tidak!
Teknologi semacam itu tidak memberikan kehormatan bagi kalian ketika kalian meninggalkan dunia ini. Dan ketika kalian dipanggil, “Marilah wahai Manusia, datanglah untuk penghisaban kalian di Hadirat Ilahi.” Siapa yang membawa kalian? Karena kalian bukanlah apa-apa, dan kini kalian mengatakan bahwa “Kami adalah sesuatu.” Kalian mengaku sebagai sesuatu padahal dalam sekejap kalian akan menjadi debu, bukan apa-apa. Hanya tinggal sesuatu yang dianugerahkan kepada kalian dari langit, yaitu roh kalian.
Tubuh fisik kita tidak pernah bekerja, tidak pernah melakukan sesuatu, seperti halnya mobil, ia tidak bisa berjalan jika mereka tidak memasukkan bensin kedalamnya. Ketika bensinnya habis, mobil yang paling modernpun yang mereka katakan di tahun 2011 ini, mobil-mobil terbaru yang baru datang, dan mereka telah menantikannya di ruang pamer (showroom), tetapi mereka tidak akan bisa berjalan tanpa bensin. Kalian harus meletakkan sesuatu di dalamnya agar ia dapat berjalan, sehingga dapat membawa kalian dari satu tempat ke tempat yang lain.
Tubuh fisik kita tanpa ruh, ia tidak akan dapat bergerak. Dan ketika periode ruh mencapai titik terakhir, kemudian manusia akan jatuh tak berdaya dan ia meninggal. Lihatlah, kini manusia mengaku bahwa “Kami mengetahui segalanya.” Tetapi kalian tidak mengetahui hal tersebut, karena mereka berkata, “Jika kita tidak bisa melihat atau merabanya, maka kita tidak akan menerimanya bahwa itu ada.”
Itulah keputusan dan pemahaman yang salah dari mereka. Kini kita memohon hal itu dan Tuhan Surgawi akan memanggil setiap orang untuk diperhitungkan amal ibadahnya di Hari Kiamat dan orang-orang di masa sekarang, mereka mabuk, mereka tidak pernah tertarik dengan spiritual, dan ketika mereka tidak tertarik dengan berita-berita langit, maka mulailah beberapa tanda diturunkan kepada mereka untuk membuat mereka tersadar dan mulai berpikir tentang spiritual untuk pahamii atau setidaknya mau memikirkannya.
Kini manusia telah mencapai titik puncak teknologi, tetapi kini di masa ini akan datang begitu banyak peristiwa-peristiwa yang aneh. Orang-orang di bumi akan menjadi bagaikan semut ketika langti menutupi mereka dan mengirimkan sesuatu.
Mereka melarikan diri, tetapi ke mana mereka dapat berlari. Teknologi dan pengetahuan mereka tidak bisa memberikan solusi untuk menyelamatkan mereka.
Kini Eropa mengalami musim dingin yang yang sangat berat dan mereka melarikan diri, ke mana mereka berlari? Mereka tidak pernah memikirkannya dan ada beberapa orang yang mempunyai iraadah, kekuatan pikiran, yang mengirimkan awan tebal dengan jutaan ton salju, bagaimana ini dapat terjadi? Dan di beberapa tempat mereka mengalami banjir dan mereka tidak bisa menghentikannya. Mereka tidak tahu dari mana hal itu berasal dan ke mana mereka pergi, tetapi tetap saja orang lebih peduli untuk mabuk-mabukan di Tahun Baru, perbuatan apakah itu!
Orang-orang mengejar hal tersebut tetapi tidak memikirkan apa yang terjadi di sekeliling mereka sendiri dan setiap orang kini mendengar, melihat, menyaksikan hujan yang turun di benua mereka begitu dahsyat dan mereka tidak bisa melakukan apapun untuk menghentikan hujan itu. Hujan deras akan menjadi banjir, mereka juga tidak bisa menghentikannya, ia akan membawa segalanya. Australia baru saja mengalami hujan lebat padahal sebenarnya di tempat itu, saat ini adalah musim panas. Kami (di Lefke—penerj) sekarang berada di musim dingin tetapi mereka tidak pernah berpikir bahwa di musim panas, banjir tersebut bisa terjadi dan membawa segalanya. Tetapi lihatlah orang-orang ini semua tengah mabuk.
Wahai manusia! Kalian harus berusaha untuk berpikir, bertanya dan belajar untuk mengerti bagaimana peristiwa ini terjadi di planet ini. Tetapi orang-orang saat ini tengah mabuk, pemerintah juga mabuk, kepala pemerintahan mabuk, pria, wanita mabuk dan dunia binatang juga, mereka tidak tahu apa-apa mengenai apa yang akan mereka lakukan.
Wahai manusia! Datang dan dengarkan berita-berita langit dari Nabi (saw), datang dan berusahalah untuk mengerti dan datanglah untuk melakukan yang terbaik untuk diri kalian dan untuk seluruh alam dan makhluk hidup. Jika tidak, mereka semua akan habis. Kami memohon ampunanMu Yaa Robb.
Bulan ini adalah bulan Syafar, ini adalah bulan terberat di antara ke-12 bulan dalam setahun, dan ia sangat terkenal sebagai bulan terberat, mengandung begitu banyak peristiwa yang berat (bala bencana besar). Oleh sebab itu kita telah diperintahkan untuk paling tidak melakukan dua rakaat salat sunah setiap hari, bersujud kepada Tuhan kita untuk meminta ampunan, dan untuk mengucapkan 300 kali astaghfirullah (Ampunillah kami ya Allah).
Wahai Tuhan kami! Kami memohon ampunan-Mu, ampunilah kami agar kutukan itu dapat berubah, membuat kutukan itu
kembali. Jika tidak ada perintah, hari-hari yang akan datang pasti akan lebih jauh lebih sulit.
Wahai manusia! Datanglah dan mintalah ampunan dan letakkan dahi kalian di hadapan Hadirat Ilahi untuk menyelamatkan kalian di dunia dan akhirat. Ucapkan tiga kali, asyhadu an laa ilaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluh dan 300 kali astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah…. setiap hari dan berikan sedekah setiap hari, bahkan bila hanya seratus rupiah, satu paister, atau satu penny atau kurang dari itu, berikan untuk menyelamatkan kalian, untuk anak-anak kalian dan berikan sedekah kalian untuk setiap orang miskin, karena sedekah itu menyelamatkan manusia di dunia dan akhirat.
Kita adalah hamba yang lemah dan kita berusaha untuk mencapai Timur dan Barat dari bumi ini untuk menyelamatkan manusia dari masa depan yang buruk dan kutukan yang buruk. Semoga Allah mengampuni kita.
Wahai manusia! Mintalah lebih banyak rahmat dari Allah untuk menempatkan kalian di bawah Perlindungan Ilahiah-Nya demi kehormatan Nabi Penutup (saw)
(Mawlana Syekh berdiri), zidhu yaa Rabbb.(Dua) Bi hurmatil fatihah. (Mawlana Syekh duduk kembali)
Wa min Allah at Tawfik
Minggu, 19 Desember 2010
Dialog Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan Iblis
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad yang ummi (tidak bisa membaca-menulis), dan kepada keluarganya yang suci dan semua sahabatnya.
Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal r.a., dari Ibn Abbas ra, berkata: Kami bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba ada orang menyeru: “Wahai penghuni rumah, apakah kamu mengizinkanku masuk karena kamu membutuhkanku?” Rasulullah berkata, “Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu?” Para sahabat menjawab, “Allah dan RasuINya lebih mengetahui.” Rasulullah berkata, ‘Dia adalah Iblis yang dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Umar bin Khattab na berkata, “Apakah engkau mengizinkanku untuk membunuhnya wahai Rasulullah’ Nabi berkata pelan, “Apakah kamu tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang menunggu sampai waktu yang ditentukan (hari kiamat)? Bukakan pintu untuknya karena dia sedang diperintahkan Allah. Mengertilah tentang apa yang dia ucapkan, dan dengarkanlah apa yang dia sampaikan”
Ibn Abbas berkata: maka dibukalah pintu, kemudian dia masuk kepada kami (ke dalam rumah), ternyata dia adalah seorang tua buta dan di dagunya terdapat tujuh helai rambut seperti rambut kuda, kedua matanya (masyquqatani) memanjang, kepalanya seperti kepala gajah yang besar, belalainya keluar seperti belalai babi, kedua bibirnya seperti bibir macan (tsur). Dia berkata, “Salam untukmu wahai Muhammad, salam untuk kalian semua wahai golongan muslimin.” Nabi berkata, “Salam bagi Allah, wahai yang terlanat, aku telah mendengar (mengetahui) keperluanmu.”
Iblis berkata, “Wahai Muhammad, aku datang bukan karena usahaku (keinginanku), tapi aku datang karena terpaksa (diperintah).” Nabi berkata, “Apa yang memaksamu, wahai terlanat?” Iblis berkata, “Aku didatangi oleh malaikat utusan Tuhan, dan berkata kepadaku, Allah menyuruhmu untuk mendatangi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam keadaan hina dan bersahaja dan memberitahunya bagaimana tipu muslihat dan godaanmu terhadap bani Adam, dan menjawab dengan benar apa saja yang ditanyatakan kepadamu. Di katakan oleh Allah, “Demi kemuliaan dan keagungan~Ku, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu pasir yang dihempas oleh angin, dan aku puaskan musuhmu karena bencana menimpamu.”
Maka aku datang kepadamu, wahai Muhammad, sebagaimana aku diperintah. Tanyalah kepadaku tentang apa yang kau kehendaki. Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku niscaya musuh akan puas dengan bencanaku. Tiada sesuatu yang lebih menyedihkan dari pada leganya para musuh.”
Rasulullah berkata, “jika kamu-benar, beritahukan kepadaku siapa orang yang paling kamu benci”? Iblis menjawab, “Engkau, wahai Muhammad, adalah makhluk Allah yang paling aku benci, dan mereka yang (bersikap) sama dengan kamu terhadapku.”
Rasulullah: “Siapa lagi yang kamu benci?” Iblis. ‘Anak muda yang bertakwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah: “Lalu siapa lagi?” Iblis: “Orang alim dan wara, yang saya tahu dia. adalah penyabar.”
Rasulullah: “Lalu siapa lagi?” Iblis : “Orang yang terus menerus dalam keadaan suci.”
Rasulullah: “Lalu siapa?” Iblis: “Orang miskin (fakir) yang sabar, yang tidak menceritakan kefakirannya kepada orang lain, dan tidak mengadukan keluh-kesahnya.”
Rasulullah : Bagaimana kamu tahu bahwa dia penyabar?” Iblis: “Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya kepada makhluk sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar.”
Rasulullah: “Lalu siapa?” Iblis : “Orang kaya yang bersyukur.
Rasulullah : Bagaimana kamu tahu bahwa dia bersyukur?” Iblis: “Jika aku melihatnya mengambil dari dan meletakkannya pada tempat yang halal.”
Rasulullah: Bagaimana keadaanmu jika kamu melihat umatku mengerjakan shalat?” “Aku merasa panas (demam) dan gemetar.”
‘Kenapa, wahai terlaknat?” Iblis: “Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat.”
Rasulullah: “Jika mereka puasa?” Iblis: “Saya terbelenggu (terpenjara) sampai mereka berbuka puasa.
‘Jika mereka berhaji” Iblis: “Saya menjadi gila.”
Rasulullah: “jika mereka membaca Qur’an?” Iblis: “Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api.”
Rasulullah: ‘Dan jika mereka berzakat’ “Sekan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji dan memotongku menjadi dua,” jawab Iblis.
Rasulullah : “Mengapa begitu, wahai Abu Murrah?”
Iblis: ‘Sesungguhnya ada empat sifat (manfaat) dalam zakat itu. Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang berzakat disenangi makh1uk-Nya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dan api neraka. Keempat, dengan zakat Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya.”
Rasulullah: “Apa pendapatmu tentang Abu Bakar? Iblis: “Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah dia tidak taat padaku, bagaimana mungkin dia akan menaatiku pada masa Islam’
Rasulullah: “Apa pendapatmu tentang Umar?. ‘Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya kecuali aku lari darinya.”
Rasulullah : “Apa pendapatmu tentang Usman’. Iblis: “Aku malu dengan orang yang para malaikat malu kepadanya.”
Rasulullah : “Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Talib?” ‘Andai saja aku dapat menukar darinya kepala dengan kepala, dan meninggalkanku dan aku meninggalkannya, tapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu.”
Rasulullah : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari yang diketahui (kiamat).
Iblis yang dilanat berkata kepada Muhammad: Hayhata-hayhata (tidak mungkin, tidak mungkin). Mana bisa umatmu bahagia sementara aku hidup dan tidak mati sampai hari yang diketahui (kiamat). Bagaimana kamu senang dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka lewat aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka dibangkitkan, akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh maupun yang pandai, yang buta huruf dan yang melek huruf, yang kafir dan yang suka beribadah, kecuali para hamba Tuhan yang ikhlas.”
Rasulullah : “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?” Iblis : “Apakah engkau tidak tahu, wahai Muhammad? Barang siapa cinta dirham dan dinar (harta), dia tidak termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu ikhlas demi Allah, maka aku tinggalkan dia. Sesungguhrtya hamba yang mencintai harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu (syahwat) dunia, dia lebih rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu. Tak tahukah engkau bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar? Wahai Muhammad, tak tahukah engkau bahwa cinta kedudukan (riyasah) termasuk dosa besar? dan bahwa sombong juga termasuk dosa besar?”
Wahai Muhammad, apakah engkau tidak tahu bahwa aku punya tujupuluh ribu anak . Setiap anak dari mereka punya tujupuluh ribu syetan. Di antara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama, dan sebagain lagi menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda orang-orang tua, dan sebagian lagi menggoda orang lemah. Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka, sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa yang mereka kehendaki bersamanya.
Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yang rajin beribadah, sebagian lagi untuk kaum yang menjauhi dunia (zuhud). Setan masuk ke dalam dan keluar dari diri mereka. Dari satu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi (manusia) dengan satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu setan mengambil keikhlasan dari mereka. Mereka menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa rasa ikhlas, tapi mereka tidak merasakan. Apakah engkau tidak tahu tentang Barshisha sang pendeta yang (beribadah secara) ikhlas kepada Allah selama tujupuluh tahun sehingga setiap orang yang sakit menjadi sehat berkat dakwahnya. Aku tidak akan meninggalkannya sampai dia berzina, membunuh, dan ingkar (kafir). Dialah yang disebut oleh Allah dalam Qur’an dengan firmanNya:
“(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia. “Kafirlah kamu! ” Maka tatkala manusi itu telah kafir ia berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. al-Hasyr: 16)
Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu berasal dariku. Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa bersumpah bohong dengan Allah, dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa, ‘Demi Allah, aku adalah penasihat kamu berdua. “Maka sumpah paIsu merupakan kesenangan hatiku, membicarakan kejelekan orang lain (ghibah) dan adu domba (namimah) adalah buah kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku.
Barangsiapa bersumpah untuk cerai (thalaq) dia mendekati berbuat dosa, meskipun hanya sekali, dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan lisannya dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka masih memiliki keturunan sampai hari kiamat, maka anak mereka semuanya adalah anak-anak hasil zina. Mereka masuk neraka hanya karena satu kata saja.
Wahai Muhammad, sesungguhnya di antara umatmu ada yang mengakhirkan shalat satu dua jam. Setiap kali dia mau shalat aku temani dia, dan aku goda dia. Kemudian, aku katakan kepadanya, ‘Masih ada waktu, sementara kamu masih sibuk,’ sehingga dia mengakhirkan shalatnya dan (mengerjakan)nya tidak pada waktunya. Maka Tuhan memukul wajahnya.
Jika dia menang atasku, maka aku kirim satu setan yang membuatnya lupa waktu shalat. Jika dia menang atasku, aku tinggalkan dia, sampai ketika ia mengerjakan shalat, aku katakan kepadanya, ‘Lihatlah (tengoklah) kiri kanan,’ lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya, dan aku katakan padanya: ‘Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya.’ Dan engkau sendiri tahu, wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.
Jika ia menang atasku dalam shalat, ketika shalat sendirian, aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa. Maka dia mencucuk shalat (dalam sujud) seperti ayam mencucuk bijian dengan tergesa-gesa (cepat-cepat). Jika dia menang atasku, maka ketika shalat berjamaah, aku sabet dia dengan pecut (Iijam) lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya. Aku letakkan dia mendahului imam. Kamu tahu bahwa siapa yang melakukan itu, batal-lah shalatnya, dan Allah akan mengubah kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiamat nanti.
Jika dia menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan jari-jarinya ketika shalat, sehingga dia mensucikan aku ketika dia shalat. Jika dia menang atasku, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika dia tidak menaruh tangannya di mulutnya (menutup mulutnya) syetan masuk ke dalam perutnya, dengan begitu dia bertambah rakus di dunia dan cinta dunia. Dia menjadi pendengar kami yang setia.
Bagaimana umatmu bahagia, sementara aku menyuruh orang miskin untuk meninggalkan shalat. Aku katakan kepadanya, ‘Shalat tidak wajib atas kamu. Shalat hanya diwajibkan atas orang~orang yang mendapatkan nikmat dari Allah.’ Aku katakan kepada orang yang sakit, ‘Tinggalkanlah shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas orang yang sehat, karena Allah berkata: “Tidak ada dosa bagi atas orang yang. sakit,” jika kamu sembuh, kamu harus shalat yang diwajibkan,’ sampai dia mati dalam keadaan kafir. Dan jika mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu Tuhan dan Tuhan marah kepadanya.
Wahai Muhammad, jika aku bohong dan ngawur, maka mintalah kepada Tuhan untuk membuatku jadi pasir.
Wahai Muhammad, bagaimana engkau bahagia melihat umatmu, sementara aku mengeluarkan seperenam umatmu dari Islam.
Nabi berkata, “Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu?” Pemakan riba.”
Nabi: “Siapa teman kepercayaanmu (shadiq)?”
Iblis: Penzina’
Nabi: “Siapa teman tidurmu?” Iblis: “Orang yang suka mabuk.”
Nabi: “Siapa tamumu?” Iblis: Pencuri
Nabi: “Siapa utusanmu?” Iblis: “Tukang sihir.”
Nabi: “Apa kesukaanmu?. Iblis: “Orang yang bersumpah cerai.”
Nabi: “Siapa kekasihmu.? Iblis: “Orang yang meninggalkan shalat jumat.”
Nabi : “Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu? Iblis: “Ringkikan kuda di jalan Allah.”
Nabi: “Apa yang melelehkan badanmu?” Iblis: ‘Tobatnya orang yang bertobat.”
Nabi: “Apa yang menggosongkan hatimu?” Iblis: Istighfar (minta ampun) yang banyak kepada Allah siang malam.”
Nabi: “Apa yang memurarnkan wajahmu?” Iblis: Zakat secara sembunyi-sembunyi (rahasia).”
Nabi: “Apa yang membutakan matamu?” Iblis : ‘Shalat menjelang subuh.
Nabi: “Apa yang memukul kepalamu?” Iblis Banyak shalat berjamaah.”
Nabi “Siapa manusia yang paling bahagia menurutmu?” Iblis : “Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja.”
Nabi: “Siapa manusia yang paling sengsara menurutmu?” Iblis: “Orang pelit.”
Nabi: “Siapa yang paling menyibukkanmu?” Iblis: “Majlis-majlis ulama.”
Nabi: Bagaimana kamu makan?”. Iblis: ‘Dengan tangan kiriku, dan dengan jari-jariku.”
Nabi : ‘Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas?” Iblis: ‘Di bawah (balik) kuku-kuku manusia.”
Nabi : “Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah?.” Iblis: “Sepuluh perkara.”
Apa itu, wahai terlaknat?”
Iblis : “Aku minta kepadaNya untuk menyertaiku dalam diri bani Adam, dalam harta dan anak-anak mereka. Dia menyertaiku dalam diri mereka. Tuhan berfirman:
“… dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri, janjinlah, mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka” (QS. al-Isra’ 64)
Setiap harta yang tidak disucikan, aku adalah pemakan harta itu. Aku adalah pemakan setiap makanan yang kecampur riba dan yang haram, dan pernakan setiap harta yang tidak dimintakan perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Siapa saja yang tidak minta perlindungan kepada Allah ketika bersetubuh dengan istrinya, setan ikut bersetubuh bersamanya. Lahirlah anak yang mau mendengar dan taat (kepada setan). Dan siapa yang mengendarai kendaraan untuk mencari sesuatu, yang tidak halal, akulah teman perjalanannya. Allah berfirman:
“… dan kerahkanlah kepada mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki…” (QS. al-Isra’: 64)
Aku minta kepada Tuhan untuk membuatkan rumah bagiku, tapi Allah membuatkan kamar mandi. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan masjid bagiku, tapi Dia membuatkan pasar. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan Qur’an bagiku, tapi Dia membuatkan syair. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan azan bagiku, tapi Dia membuatkan nyanyian. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan teman bagiku, tapi Dia memberiku pemabok. Aku minta kepadaNya untuk memberikan pembantu-pernbantu bagiku, tapi memberiku qadariyah. Aku minta kepadaNya untuk memberi saudara untukku, Tuhan berfirman: “mereka yang menafkahkan hartanya untuk maksiat.” Kemudian Tuhan berkata:
“Sesungguhnya pemboros-pemboros (mubadzir) itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al-Isra’ : 27)
Nabi berkata, “jika kau tidak membuktikan setiap ucapanmu dengan pembenaran dari ayat dalam kitab Allah, niscaya aku tidak mempercayaimu.”
Iblis: “Wahai Muhammad, aku minta kepada Allah untuk bisa melihat anak Adam dan mereka tidak bisa melihatku. Dia menjalankanku di atas darah mereka melalui pembuluh darah, lalu aku berjalan sendiri sesukaku, jika aku mau, aku lakukan setiap saat. Tuhan berfirman: “Aku penuhi permintaanmu.”
Aku bangga dengan semuanya itu sampai hari kiamat. Sesungguhnya pengikutku lebih banyak daripada pengikutmu. Kebanyakan anak Adam (ikut) bersamaku sampai hari kiamat. Aku punya anak yang kuberi nama Atmah, yang kencing di telinga manusia agar lupa dari shalat shubuh. Jika tidak karena itu, manusia tidak akan tidur sampai mereka shalat. Aku juga punya anak yang bernama mutaqadhi (yang memperkarakan). Jika hamba berlaku takwa secara diam-diam dan ingin menyembunyikannya, ia masih menggunjingkannya di antara sesama manusia sampai ia memberitahukannya kepada manusia. Maka Allah menghapus 99 pahala dari seratus pahala, dan tinggallah satu pahala saja. Karena dia punya 100 pahala setiap perbuatan baik yang dia kerjakan secara sembunyi.
Aku juga punya anak bernama Kahilan (celak). Dialah yang mencelaki mata manusia di majlis-majlis ulama, dan pada saat khatib berkhutbah, hingga dia tertidur saat mendengarkan uraian ulama. Dia tidak akan pernah mendapatkan pahala.
Jika seorang perempuan keluar, maka satu setan selalu membuntuti di belakangnya, dan satu setan lagi duduk di kamarnya dan mendandaninya untuk orang-orang yang memandangnya. Dua setan itu berkata kepadanya: “Keluarkan tanganmu.” Maka perempuan itu mengeluarkan’ tangannya, dan nampaklah kukunya.”
Iblis kemudian berkata: “Wahai Muhammad, aku tidak punya kemampuan menyesatkan. Aku hanya penggoda dan penghias. Jika aku punya kemampuan untuk menyesatkan, niscaya tidak aku tinggalkan seorangpun di muka bumi ini yang berkata Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, orang yang puasa, yang shalat.
Kamu tidak punya kewenangan untuk memberikan petunjuk (hidayah). Kau hanya utusan (rasul) dan penyampai (muballigh). Jika kamu punya wewenang memberi hidayah, niscaya tidak kau tinggalkan seorang kafir pun di muka bumi. Engkau hanyalah bukti Allah atas ciptaanNya, dan aku adalah penyebab bagi orang-orang yang sudah lebih dahulu sengsara. Orang yang bahagia ialah yang dibahagiakan oleh Allah (sejak) dalam perut ibunya, dan orang yang sengsara ialah yang disengsarakan oleh Allah (sejak) dalam perut ibunya.”
Kemudian Rasulullah membaca firman Allah:
“…tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.” (QS. Hud: 118 – 119)
Setelah itu, Rasulullah membacakan firmanNya yang lain: “Dan perintah Allah adalah ketentuan (qadar) yang telah ditetapkan.” (QS. al-Ahzab: 38)
Selanjutnya, Rasulullah berkata, “Wahai Abu Murrah, tidakkah kamu mau bertobat, dan kembali kepada Allah, dan aku akan menjadi jaminanmu masuk surga?”
Iblis berkata, “Wahai Rasulullah, telah ditetapkan perintah, dan pena telah mengering dengan apa yang ada sudah ditentukan sampai hari kiamat. Maha Suci Allah yang menjadikanmu tuan para nabi, pengkhutbah ahli surga di dalam surga, menjadikanmu istimewa dan memilihmu. Sebaliknya, Dia menjadikanku tuan orang-orang yang sengsara dan pengkhutbah ahli neraka. Aku sengsara dan diusir.”
Demikianlah akhir dari cerita yang kusampaikan kepadamu untuk kamu percayai. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, yang Maha Awal, Maha Akhir, Maha Lahir Maha Batin. Semoga Allah memberikan shalawat kepada tuan kita nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, keluarganya, dan para sahabatnya, amin. Selamat sejahtera untuk seluruh utusan (rasul), dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. akhirzaman.info
Diriwayatkan dari Muadz bin Jabal r.a., dari Ibn Abbas ra, berkata: Kami bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba ada orang menyeru: “Wahai penghuni rumah, apakah kamu mengizinkanku masuk karena kamu membutuhkanku?” Rasulullah berkata, “Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu?” Para sahabat menjawab, “Allah dan RasuINya lebih mengetahui.” Rasulullah berkata, ‘Dia adalah Iblis yang dilaknat oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Umar bin Khattab na berkata, “Apakah engkau mengizinkanku untuk membunuhnya wahai Rasulullah’ Nabi berkata pelan, “Apakah kamu tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang menunggu sampai waktu yang ditentukan (hari kiamat)? Bukakan pintu untuknya karena dia sedang diperintahkan Allah. Mengertilah tentang apa yang dia ucapkan, dan dengarkanlah apa yang dia sampaikan”
Ibn Abbas berkata: maka dibukalah pintu, kemudian dia masuk kepada kami (ke dalam rumah), ternyata dia adalah seorang tua buta dan di dagunya terdapat tujuh helai rambut seperti rambut kuda, kedua matanya (masyquqatani) memanjang, kepalanya seperti kepala gajah yang besar, belalainya keluar seperti belalai babi, kedua bibirnya seperti bibir macan (tsur). Dia berkata, “Salam untukmu wahai Muhammad, salam untuk kalian semua wahai golongan muslimin.” Nabi berkata, “Salam bagi Allah, wahai yang terlanat, aku telah mendengar (mengetahui) keperluanmu.”
Iblis berkata, “Wahai Muhammad, aku datang bukan karena usahaku (keinginanku), tapi aku datang karena terpaksa (diperintah).” Nabi berkata, “Apa yang memaksamu, wahai terlanat?” Iblis berkata, “Aku didatangi oleh malaikat utusan Tuhan, dan berkata kepadaku, Allah menyuruhmu untuk mendatangi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam keadaan hina dan bersahaja dan memberitahunya bagaimana tipu muslihat dan godaanmu terhadap bani Adam, dan menjawab dengan benar apa saja yang ditanyatakan kepadamu. Di katakan oleh Allah, “Demi kemuliaan dan keagungan~Ku, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu pasir yang dihempas oleh angin, dan aku puaskan musuhmu karena bencana menimpamu.”
Maka aku datang kepadamu, wahai Muhammad, sebagaimana aku diperintah. Tanyalah kepadaku tentang apa yang kau kehendaki. Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku niscaya musuh akan puas dengan bencanaku. Tiada sesuatu yang lebih menyedihkan dari pada leganya para musuh.”
Rasulullah berkata, “jika kamu-benar, beritahukan kepadaku siapa orang yang paling kamu benci”? Iblis menjawab, “Engkau, wahai Muhammad, adalah makhluk Allah yang paling aku benci, dan mereka yang (bersikap) sama dengan kamu terhadapku.”
Rasulullah: “Siapa lagi yang kamu benci?” Iblis. ‘Anak muda yang bertakwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah: “Lalu siapa lagi?” Iblis: “Orang alim dan wara, yang saya tahu dia. adalah penyabar.”
Rasulullah: “Lalu siapa lagi?” Iblis : “Orang yang terus menerus dalam keadaan suci.”
Rasulullah: “Lalu siapa?” Iblis: “Orang miskin (fakir) yang sabar, yang tidak menceritakan kefakirannya kepada orang lain, dan tidak mengadukan keluh-kesahnya.”
Rasulullah : Bagaimana kamu tahu bahwa dia penyabar?” Iblis: “Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya kepada makhluk sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar.”
Rasulullah: “Lalu siapa?” Iblis : “Orang kaya yang bersyukur.
Rasulullah : Bagaimana kamu tahu bahwa dia bersyukur?” Iblis: “Jika aku melihatnya mengambil dari dan meletakkannya pada tempat yang halal.”
Rasulullah: Bagaimana keadaanmu jika kamu melihat umatku mengerjakan shalat?” “Aku merasa panas (demam) dan gemetar.”
‘Kenapa, wahai terlaknat?” Iblis: “Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat.”
Rasulullah: “Jika mereka puasa?” Iblis: “Saya terbelenggu (terpenjara) sampai mereka berbuka puasa.
‘Jika mereka berhaji” Iblis: “Saya menjadi gila.”
Rasulullah: “jika mereka membaca Qur’an?” Iblis: “Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api.”
Rasulullah: ‘Dan jika mereka berzakat’ “Sekan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji dan memotongku menjadi dua,” jawab Iblis.
Rasulullah : “Mengapa begitu, wahai Abu Murrah?”
Iblis: ‘Sesungguhnya ada empat sifat (manfaat) dalam zakat itu. Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang berzakat disenangi makh1uk-Nya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dan api neraka. Keempat, dengan zakat Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya.”
Rasulullah: “Apa pendapatmu tentang Abu Bakar? Iblis: “Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah dia tidak taat padaku, bagaimana mungkin dia akan menaatiku pada masa Islam’
Rasulullah: “Apa pendapatmu tentang Umar?. ‘Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya kecuali aku lari darinya.”
Rasulullah : “Apa pendapatmu tentang Usman’. Iblis: “Aku malu dengan orang yang para malaikat malu kepadanya.”
Rasulullah : “Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Talib?” ‘Andai saja aku dapat menukar darinya kepala dengan kepala, dan meninggalkanku dan aku meninggalkannya, tapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu.”
Rasulullah : “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari yang diketahui (kiamat).
Iblis yang dilanat berkata kepada Muhammad: Hayhata-hayhata (tidak mungkin, tidak mungkin). Mana bisa umatmu bahagia sementara aku hidup dan tidak mati sampai hari yang diketahui (kiamat). Bagaimana kamu senang dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka lewat aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku. Demi Tuhan yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka dibangkitkan, akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh maupun yang pandai, yang buta huruf dan yang melek huruf, yang kafir dan yang suka beribadah, kecuali para hamba Tuhan yang ikhlas.”
Rasulullah : “Siapa orang yang ikhlas menurutmu?” Iblis : “Apakah engkau tidak tahu, wahai Muhammad? Barang siapa cinta dirham dan dinar (harta), dia tidak termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu ikhlas demi Allah, maka aku tinggalkan dia. Sesungguhrtya hamba yang mencintai harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu (syahwat) dunia, dia lebih rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu. Tak tahukah engkau bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar? Wahai Muhammad, tak tahukah engkau bahwa cinta kedudukan (riyasah) termasuk dosa besar? dan bahwa sombong juga termasuk dosa besar?”
Wahai Muhammad, apakah engkau tidak tahu bahwa aku punya tujupuluh ribu anak . Setiap anak dari mereka punya tujupuluh ribu syetan. Di antara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama, dan sebagain lagi menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda orang-orang tua, dan sebagian lagi menggoda orang lemah. Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka, sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa yang mereka kehendaki bersamanya.
Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yang rajin beribadah, sebagian lagi untuk kaum yang menjauhi dunia (zuhud). Setan masuk ke dalam dan keluar dari diri mereka. Dari satu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi (manusia) dengan satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu setan mengambil keikhlasan dari mereka. Mereka menyembah Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa rasa ikhlas, tapi mereka tidak merasakan. Apakah engkau tidak tahu tentang Barshisha sang pendeta yang (beribadah secara) ikhlas kepada Allah selama tujupuluh tahun sehingga setiap orang yang sakit menjadi sehat berkat dakwahnya. Aku tidak akan meninggalkannya sampai dia berzina, membunuh, dan ingkar (kafir). Dialah yang disebut oleh Allah dalam Qur’an dengan firmanNya:
“(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia. “Kafirlah kamu! ” Maka tatkala manusi itu telah kafir ia berkata, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. al-Hasyr: 16)
Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu berasal dariku. Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa bersumpah bohong dengan Allah, dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa, ‘Demi Allah, aku adalah penasihat kamu berdua. “Maka sumpah paIsu merupakan kesenangan hatiku, membicarakan kejelekan orang lain (ghibah) dan adu domba (namimah) adalah buah kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku.
Barangsiapa bersumpah untuk cerai (thalaq) dia mendekati berbuat dosa, meskipun hanya sekali, dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan lisannya dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka masih memiliki keturunan sampai hari kiamat, maka anak mereka semuanya adalah anak-anak hasil zina. Mereka masuk neraka hanya karena satu kata saja.
Wahai Muhammad, sesungguhnya di antara umatmu ada yang mengakhirkan shalat satu dua jam. Setiap kali dia mau shalat aku temani dia, dan aku goda dia. Kemudian, aku katakan kepadanya, ‘Masih ada waktu, sementara kamu masih sibuk,’ sehingga dia mengakhirkan shalatnya dan (mengerjakan)nya tidak pada waktunya. Maka Tuhan memukul wajahnya.
Jika dia menang atasku, maka aku kirim satu setan yang membuatnya lupa waktu shalat. Jika dia menang atasku, aku tinggalkan dia, sampai ketika ia mengerjakan shalat, aku katakan kepadanya, ‘Lihatlah (tengoklah) kiri kanan,’ lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya, dan aku katakan padanya: ‘Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya.’ Dan engkau sendiri tahu, wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.
Jika ia menang atasku dalam shalat, ketika shalat sendirian, aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa. Maka dia mencucuk shalat (dalam sujud) seperti ayam mencucuk bijian dengan tergesa-gesa (cepat-cepat). Jika dia menang atasku, maka ketika shalat berjamaah, aku sabet dia dengan pecut (Iijam) lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya. Aku letakkan dia mendahului imam. Kamu tahu bahwa siapa yang melakukan itu, batal-lah shalatnya, dan Allah akan mengubah kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiamat nanti.
Jika dia menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan jari-jarinya ketika shalat, sehingga dia mensucikan aku ketika dia shalat. Jika dia menang atasku, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika dia tidak menaruh tangannya di mulutnya (menutup mulutnya) syetan masuk ke dalam perutnya, dengan begitu dia bertambah rakus di dunia dan cinta dunia. Dia menjadi pendengar kami yang setia.
Bagaimana umatmu bahagia, sementara aku menyuruh orang miskin untuk meninggalkan shalat. Aku katakan kepadanya, ‘Shalat tidak wajib atas kamu. Shalat hanya diwajibkan atas orang~orang yang mendapatkan nikmat dari Allah.’ Aku katakan kepada orang yang sakit, ‘Tinggalkanlah shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas orang yang sehat, karena Allah berkata: “Tidak ada dosa bagi atas orang yang. sakit,” jika kamu sembuh, kamu harus shalat yang diwajibkan,’ sampai dia mati dalam keadaan kafir. Dan jika mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu Tuhan dan Tuhan marah kepadanya.
Wahai Muhammad, jika aku bohong dan ngawur, maka mintalah kepada Tuhan untuk membuatku jadi pasir.
Wahai Muhammad, bagaimana engkau bahagia melihat umatmu, sementara aku mengeluarkan seperenam umatmu dari Islam.
Nabi berkata, “Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu?” Pemakan riba.”
Nabi: “Siapa teman kepercayaanmu (shadiq)?”
Iblis: Penzina’
Nabi: “Siapa teman tidurmu?” Iblis: “Orang yang suka mabuk.”
Nabi: “Siapa tamumu?” Iblis: Pencuri
Nabi: “Siapa utusanmu?” Iblis: “Tukang sihir.”
Nabi: “Apa kesukaanmu?. Iblis: “Orang yang bersumpah cerai.”
Nabi: “Siapa kekasihmu.? Iblis: “Orang yang meninggalkan shalat jumat.”
Nabi : “Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu? Iblis: “Ringkikan kuda di jalan Allah.”
Nabi: “Apa yang melelehkan badanmu?” Iblis: ‘Tobatnya orang yang bertobat.”
Nabi: “Apa yang menggosongkan hatimu?” Iblis: Istighfar (minta ampun) yang banyak kepada Allah siang malam.”
Nabi: “Apa yang memurarnkan wajahmu?” Iblis: Zakat secara sembunyi-sembunyi (rahasia).”
Nabi: “Apa yang membutakan matamu?” Iblis : ‘Shalat menjelang subuh.
Nabi: “Apa yang memukul kepalamu?” Iblis Banyak shalat berjamaah.”
Nabi “Siapa manusia yang paling bahagia menurutmu?” Iblis : “Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja.”
Nabi: “Siapa manusia yang paling sengsara menurutmu?” Iblis: “Orang pelit.”
Nabi: “Siapa yang paling menyibukkanmu?” Iblis: “Majlis-majlis ulama.”
Nabi: Bagaimana kamu makan?”. Iblis: ‘Dengan tangan kiriku, dan dengan jari-jariku.”
Nabi : ‘Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas?” Iblis: ‘Di bawah (balik) kuku-kuku manusia.”
Nabi : “Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah?.” Iblis: “Sepuluh perkara.”
Apa itu, wahai terlaknat?”
Iblis : “Aku minta kepadaNya untuk menyertaiku dalam diri bani Adam, dalam harta dan anak-anak mereka. Dia menyertaiku dalam diri mereka. Tuhan berfirman:
“… dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri, janjinlah, mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka” (QS. al-Isra’ 64)
Setiap harta yang tidak disucikan, aku adalah pemakan harta itu. Aku adalah pemakan setiap makanan yang kecampur riba dan yang haram, dan pernakan setiap harta yang tidak dimintakan perlindungan kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Siapa saja yang tidak minta perlindungan kepada Allah ketika bersetubuh dengan istrinya, setan ikut bersetubuh bersamanya. Lahirlah anak yang mau mendengar dan taat (kepada setan). Dan siapa yang mengendarai kendaraan untuk mencari sesuatu, yang tidak halal, akulah teman perjalanannya. Allah berfirman:
“… dan kerahkanlah kepada mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki…” (QS. al-Isra’: 64)
Aku minta kepada Tuhan untuk membuatkan rumah bagiku, tapi Allah membuatkan kamar mandi. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan masjid bagiku, tapi Dia membuatkan pasar. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan Qur’an bagiku, tapi Dia membuatkan syair. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan azan bagiku, tapi Dia membuatkan nyanyian. Aku minta kepadaNya untuk membuatkan teman bagiku, tapi Dia memberiku pemabok. Aku minta kepadaNya untuk memberikan pembantu-pernbantu bagiku, tapi memberiku qadariyah. Aku minta kepadaNya untuk memberi saudara untukku, Tuhan berfirman: “mereka yang menafkahkan hartanya untuk maksiat.” Kemudian Tuhan berkata:
“Sesungguhnya pemboros-pemboros (mubadzir) itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al-Isra’ : 27)
Nabi berkata, “jika kau tidak membuktikan setiap ucapanmu dengan pembenaran dari ayat dalam kitab Allah, niscaya aku tidak mempercayaimu.”
Iblis: “Wahai Muhammad, aku minta kepada Allah untuk bisa melihat anak Adam dan mereka tidak bisa melihatku. Dia menjalankanku di atas darah mereka melalui pembuluh darah, lalu aku berjalan sendiri sesukaku, jika aku mau, aku lakukan setiap saat. Tuhan berfirman: “Aku penuhi permintaanmu.”
Aku bangga dengan semuanya itu sampai hari kiamat. Sesungguhnya pengikutku lebih banyak daripada pengikutmu. Kebanyakan anak Adam (ikut) bersamaku sampai hari kiamat. Aku punya anak yang kuberi nama Atmah, yang kencing di telinga manusia agar lupa dari shalat shubuh. Jika tidak karena itu, manusia tidak akan tidur sampai mereka shalat. Aku juga punya anak yang bernama mutaqadhi (yang memperkarakan). Jika hamba berlaku takwa secara diam-diam dan ingin menyembunyikannya, ia masih menggunjingkannya di antara sesama manusia sampai ia memberitahukannya kepada manusia. Maka Allah menghapus 99 pahala dari seratus pahala, dan tinggallah satu pahala saja. Karena dia punya 100 pahala setiap perbuatan baik yang dia kerjakan secara sembunyi.
Aku juga punya anak bernama Kahilan (celak). Dialah yang mencelaki mata manusia di majlis-majlis ulama, dan pada saat khatib berkhutbah, hingga dia tertidur saat mendengarkan uraian ulama. Dia tidak akan pernah mendapatkan pahala.
Jika seorang perempuan keluar, maka satu setan selalu membuntuti di belakangnya, dan satu setan lagi duduk di kamarnya dan mendandaninya untuk orang-orang yang memandangnya. Dua setan itu berkata kepadanya: “Keluarkan tanganmu.” Maka perempuan itu mengeluarkan’ tangannya, dan nampaklah kukunya.”
Iblis kemudian berkata: “Wahai Muhammad, aku tidak punya kemampuan menyesatkan. Aku hanya penggoda dan penghias. Jika aku punya kemampuan untuk menyesatkan, niscaya tidak aku tinggalkan seorangpun di muka bumi ini yang berkata Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, orang yang puasa, yang shalat.
Kamu tidak punya kewenangan untuk memberikan petunjuk (hidayah). Kau hanya utusan (rasul) dan penyampai (muballigh). Jika kamu punya wewenang memberi hidayah, niscaya tidak kau tinggalkan seorang kafir pun di muka bumi. Engkau hanyalah bukti Allah atas ciptaanNya, dan aku adalah penyebab bagi orang-orang yang sudah lebih dahulu sengsara. Orang yang bahagia ialah yang dibahagiakan oleh Allah (sejak) dalam perut ibunya, dan orang yang sengsara ialah yang disengsarakan oleh Allah (sejak) dalam perut ibunya.”
Kemudian Rasulullah membaca firman Allah:
“…tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.” (QS. Hud: 118 – 119)
Setelah itu, Rasulullah membacakan firmanNya yang lain: “Dan perintah Allah adalah ketentuan (qadar) yang telah ditetapkan.” (QS. al-Ahzab: 38)
Selanjutnya, Rasulullah berkata, “Wahai Abu Murrah, tidakkah kamu mau bertobat, dan kembali kepada Allah, dan aku akan menjadi jaminanmu masuk surga?”
Iblis berkata, “Wahai Rasulullah, telah ditetapkan perintah, dan pena telah mengering dengan apa yang ada sudah ditentukan sampai hari kiamat. Maha Suci Allah yang menjadikanmu tuan para nabi, pengkhutbah ahli surga di dalam surga, menjadikanmu istimewa dan memilihmu. Sebaliknya, Dia menjadikanku tuan orang-orang yang sengsara dan pengkhutbah ahli neraka. Aku sengsara dan diusir.”
Demikianlah akhir dari cerita yang kusampaikan kepadamu untuk kamu percayai. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, yang Maha Awal, Maha Akhir, Maha Lahir Maha Batin. Semoga Allah memberikan shalawat kepada tuan kita nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, keluarganya, dan para sahabatnya, amin. Selamat sejahtera untuk seluruh utusan (rasul), dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. akhirzaman.info
Permata Lapuk
Merajut serat-serat kusut cahaya sunyi
Sbg pelindung dingin malam
Sebongkah permata yang bimbang
Dalam hantaman badai
Bersandar lapuk penyangga
Harta hanyut terbawa badai,
Tiada tersisa…
Kecuali sepenggal asa yg ringkih dgn senyum yg terpaksa
Bertahun tahun hidup “sia-sia”
Mengabdi pada tirani
Kini lantang berteriak ditengah deras arus waktu
Hanya lirih yang terdengar
Dengan sisa-sisa hasrat yg terseok
Memintal keheningan dan kesunyian
Menjadi seuntai pelindung permata yang tersisa
Sbg pelindung dingin malam
Sebongkah permata yang bimbang
Dalam hantaman badai
Bersandar lapuk penyangga
Harta hanyut terbawa badai,
Tiada tersisa…
Kecuali sepenggal asa yg ringkih dgn senyum yg terpaksa
Bertahun tahun hidup “sia-sia”
Mengabdi pada tirani
Kini lantang berteriak ditengah deras arus waktu
Hanya lirih yang terdengar
Dengan sisa-sisa hasrat yg terseok
Memintal keheningan dan kesunyian
Menjadi seuntai pelindung permata yang tersisa
Rabu, 15 Desember 2010
Obat Cinta
Obat Cinta
oleh Kiai Budi pada 15 Desember 2010 jam 11:33
Sedulurku tercinta,cinta itu sebenarnya adalah suatu penyakit,tetapi justru ia menyelamatkan penderitanya dari setiap penyakit--menjadi obat,jadi bila seseorang menderita penyakit cinta maka ia tidak akan pernah mengalami penyakit lain.
Rumi sampai menyatakan:aku telah mati tetapi hidup kembali,aku adalah tangis tetapi kini aku tersenyum,Cinta datang dan mengubahku menjadi keagungan kekal.Bila melihat kenyataan ini bebarti cinta adalah kesehatan rohani,bahkan hakekat kesehatan,dimana para penggila kenikmatan akan membelinya,meskipun dengan mengorbankan seluruh kesenangan dan kenyamanan mereka,sekiranya para penguasa mengetahuinya niscaya mereka akan menghunuskan pedangnya demi meraih cinta itu.
Lagi, Rumi lebih lantang bicara:Sungguh cinta tidak butuh alam.Jika terpikat dengan sang Kekasih dan meniadakan yang lainNya dianggap suatu kegilaan,maka aku adalah pemim[in orang-orang yang gila.Semua penderita sakit pasti berharap sembuh,kecuali penyakit cinta yang justru berharap agar penyakitnya semakin "parah".Mereka suka bila kepedihan dan derita mereka semakin bertambah.Dalam cinta,kedengkian mencair sebagaimana garam dalam air.Cinta abadi adalah tongkat sihir,cinta bisa menyihit hati yang membatu dan kering serta karakter-karakter yang membangkang dan culas,lalu menggiringnya ke arah yang dikehendakiNya.Cinta yang murni akan mengubah musuh bebuyutan menjadi sahabat yang setia dan mengubah kebencian dan permusuhan menjadi kasih dan persahabatan.
Cinta mampu membentuk dua kubu yang saling bertarung dan berperang menjadi satu kesatuan dan satu hati,jika ada anggota tubuh yang merasa sakit maka semuanya juga merasa sakit.Bila kita cermati keadaan yang sedemikian dilematis pada berbagai sudut,maka satu hal yang dilupakan adalah berkurangnya cinta yang tidak ditebar di antara manusia.Cinta di hati ini adalah amanat langit yang bisa mensucikan segala yang kotor,tanah liat itu juga mengandung air tetapi tidak bisa dipakai membasuh ke dua tanganmu.Jangan dikira bahwa sesuatu yang berdebar di dada kita adalah hati.Sungguh hati lebih tinggi daripada langit yang tinggi,seperti hati para Nabi dan orang-orang pilihan.Persamaan antara hati yang mati dan hidup hanya dalam kata [penamaan] dan kemiripan fisikal,keduanya dinamakan hati.Seperti penamaan air yang mengalir pada mata air yang jernih dengan air yang mengalir di sungai,keduanya dinamakan air.Begitu juga air yang bercampur tanah dan lumpur serta air yang ada di rawa-rawa,semuanya dinamakan air.
Namun air yang pertama dapat memuaskan dahaga dan mensucikan pakaian,sedangkan yang kedua tidak dapat digunakan bahkan untuk cuci tangan atau menghilangkan kotoran dari pakaian.Dari sinilah Rumi menyatakan:Kalian jangan tertipu oleh kata "hati"[jantung],hati bukan organ yang berdebar di dadamu tempat berkumpulnya syahwat dan ambisi.Bukanlah hati,sesuatu yang tidak merasakan cinta dan tidak mengenal makna "yakin" serta tidak memiliki kerinduan.......Kawan-kawan,rasakanlah itu,kalau sudah merasakan maka apa pun peraturan dariNya kita taati lalu akan membawa hati dari alam yang sempit ke alam yang lebih luas,dari cinta ke makhluk menjadi cinta kepada Khaliq,dari sini Cinta akan menjadi obat semua penyakit itu.....Reguklah Cinta,wahai kamu: diriku
oleh Kiai Budi pada 15 Desember 2010 jam 11:33
Sedulurku tercinta,cinta itu sebenarnya adalah suatu penyakit,tetapi justru ia menyelamatkan penderitanya dari setiap penyakit--menjadi obat,jadi bila seseorang menderita penyakit cinta maka ia tidak akan pernah mengalami penyakit lain.
Rumi sampai menyatakan:aku telah mati tetapi hidup kembali,aku adalah tangis tetapi kini aku tersenyum,Cinta datang dan mengubahku menjadi keagungan kekal.Bila melihat kenyataan ini bebarti cinta adalah kesehatan rohani,bahkan hakekat kesehatan,dimana para penggila kenikmatan akan membelinya,meskipun dengan mengorbankan seluruh kesenangan dan kenyamanan mereka,sekiranya para penguasa mengetahuinya niscaya mereka akan menghunuskan pedangnya demi meraih cinta itu.
Lagi, Rumi lebih lantang bicara:Sungguh cinta tidak butuh alam.Jika terpikat dengan sang Kekasih dan meniadakan yang lainNya dianggap suatu kegilaan,maka aku adalah pemim[in orang-orang yang gila.Semua penderita sakit pasti berharap sembuh,kecuali penyakit cinta yang justru berharap agar penyakitnya semakin "parah".Mereka suka bila kepedihan dan derita mereka semakin bertambah.Dalam cinta,kedengkian mencair sebagaimana garam dalam air.Cinta abadi adalah tongkat sihir,cinta bisa menyihit hati yang membatu dan kering serta karakter-karakter yang membangkang dan culas,lalu menggiringnya ke arah yang dikehendakiNya.Cinta yang murni akan mengubah musuh bebuyutan menjadi sahabat yang setia dan mengubah kebencian dan permusuhan menjadi kasih dan persahabatan.
Cinta mampu membentuk dua kubu yang saling bertarung dan berperang menjadi satu kesatuan dan satu hati,jika ada anggota tubuh yang merasa sakit maka semuanya juga merasa sakit.Bila kita cermati keadaan yang sedemikian dilematis pada berbagai sudut,maka satu hal yang dilupakan adalah berkurangnya cinta yang tidak ditebar di antara manusia.Cinta di hati ini adalah amanat langit yang bisa mensucikan segala yang kotor,tanah liat itu juga mengandung air tetapi tidak bisa dipakai membasuh ke dua tanganmu.Jangan dikira bahwa sesuatu yang berdebar di dada kita adalah hati.Sungguh hati lebih tinggi daripada langit yang tinggi,seperti hati para Nabi dan orang-orang pilihan.Persamaan antara hati yang mati dan hidup hanya dalam kata [penamaan] dan kemiripan fisikal,keduanya dinamakan hati.Seperti penamaan air yang mengalir pada mata air yang jernih dengan air yang mengalir di sungai,keduanya dinamakan air.Begitu juga air yang bercampur tanah dan lumpur serta air yang ada di rawa-rawa,semuanya dinamakan air.
Namun air yang pertama dapat memuaskan dahaga dan mensucikan pakaian,sedangkan yang kedua tidak dapat digunakan bahkan untuk cuci tangan atau menghilangkan kotoran dari pakaian.Dari sinilah Rumi menyatakan:Kalian jangan tertipu oleh kata "hati"[jantung],hati bukan organ yang berdebar di dadamu tempat berkumpulnya syahwat dan ambisi.Bukanlah hati,sesuatu yang tidak merasakan cinta dan tidak mengenal makna "yakin" serta tidak memiliki kerinduan.......Kawan-kawan,rasakanlah itu,kalau sudah merasakan maka apa pun peraturan dariNya kita taati lalu akan membawa hati dari alam yang sempit ke alam yang lebih luas,dari cinta ke makhluk menjadi cinta kepada Khaliq,dari sini Cinta akan menjadi obat semua penyakit itu.....Reguklah Cinta,wahai kamu: diriku
Langganan:
Postingan (Atom)